Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 22


__ADS_3

Evellyn mengikuti Zilvina hingga di depan kamarnya, ketika Zilvina ingin masuk Evellyn berkata padanya "heii Zilvina kau tak tau malu"


"beraninya kau mencari perhatian pada Tuan William di depanku" ucap Evellyn marah.


"kau yang tidak terkenal mengapa kau menyalahkanku?" jawab Zilvina.


"apa maksudmu tidak terkenal? aku ini aktris terbaik di negara ini" ucap Evellyn tambah kesal.


"buktinya Tuan William saja mengabaikanmu, se-terkenal itu kah dirimu?" ucap Zilvina mempermainkan Evellyn.


"sudahlah Evellyn tidak perlu berdrama lagi, kau selalu marah jika kau kalah dalam bersaing denganku dan itu adalah fakta!" sambung Zilvina.


"apa maksudmu kalah dalam bersaing? jelas jelas aku jauh lebih baik darimu, aku aktris terkenal di negara ini dan juga idola banyak orang serta aku memiliki hal yang kau tidak miliki yaitu kasih sayang Ayah dan Ibu" jawab Evellyn membanggakan dirinya.


"hemph akhirnya kau menyadarinya juga" ucap Zilvina, tersenyum.


"aku memang aktris terkenal dan jelas lebih populer dari pada kau!" jawab Evellyn percaya diri.


"sadar bahwa kau telah merebut kasih sayang dari Ayah dan Ibu yang harusnya aku miliki" sambung Zilvina.


"a-apa maksudmu merebut? Ayah dan Ibu memang tidak menyayangimu! jadi jangan menyalahkan aku atas semua ini" jawab Evellyn marah.


"sudahlah... akuilah kesalahanmu itu! oh ya sampai jumpa.. aku tidak ingin berlama lama bicara dengan orang gila" ucap Zilvina, lalu memasuki kamar.


...----------------...


"fyuuhhh akhirnya aku bisa melepas topeng ini" ucap Zilvina lega.


"heii mengapa kau tidak memberi pelajaran pada kakak pertamamu itu, aku saja yang melihat sangat ingin memukulnya" ucap Sheon geram.


"Zilvina tidak gegabah sepertimu" ucap Fania.


"apa katamuu?!!" ucap Sheon marah.

__ADS_1


"sudah! kalian jangan membuat kebisingan disini!" tegur Lilia, mengingatkan Sheon dan Fania.


"oh ya terima kasih untuk hari ini, kalian sudah mau aku repotkan" ucap Zilvina.


"heyy! mengapa kau terlalu sungkan seperti ini, kami ini sahabatmu kapanpun kau memiliki masalah maka telepon saja kami" ucap Fania.


"apakah kalian mau pergi bersenang senang besok sebelum kita kembali ke kota A?" tanya Zilvina.


"bersenang senang di kota B? hmmm itu hal yang tidak buruk" jawab Fania.


"jangan bersenang hati terlebih dahulu, kita harus tetap waspada jika kakak pertamamu memerintah orang untuk mencelakaimu dan kita sedang lengah itu akan menjadi hal yang sangat fatal" ucap Lilia mengingatkan Zilvina.


"jangan terlalu memikirkan hal itu, Evellyn tidak akan berani melakukan itu karena jika dia melakukannya maka Ayah akan menghukumnya dengan menarik semua fasilitas yang ia miliki saat ini" ucap Zilvina.


"apakah kau yakin Evellyn tidak akan melakukan hal itu? bahkan dia memiliki banyak kaki tangan dan dia bisa melakukan sesuatu padamu tanpa diketahui Ayahmu dan juga dia sangat licik" ucap Lilia.


"kau tenang saja Lilia, aku bukan Zilvina yang dulu, yang mudah dilukai oleh kakakku " jawab Zilvina.


"baiklah bagaimana jika besok pada pukul 9.00 pagi kita berkumpul di basecamp?" tanya Zilvina.


"baiklah.." jawab Lilia, Fania, dan Sheon bersamaan.


"baiklah kami akan pulang untuk beristirahat, kau beristirahatlah lebih awal hari ini" ucap Lilia.


"baiklah, terima kasih sudah membantuku hari ini" ucap Zilvina.


"iya, sampai jumpa besok" ucap Sheon sembari meninggalkan kamar Zilvina.


"haha jika mereka keluar melewati jendela seperti ini, mereka lebih terlihat seperti pencuri daripada pembunuh bayaran" ucap Zilvina lirih, menertawakan teman temannya.


"emmm mungkin perkataan Lilia benar, kakakku mempunyai banyak kaki tangan dan bisa melakukan apa dan kapan saja padaku, sebaiknya aku juga mempunyai seseorang yang dapat melindungiku, aku tidak dapat merepotkan mereka sepanjang waktu" ucap Zilvina dalam hati, memikirkan sebuah rencana.


"hmmm sudahlah lebih baik aku beristirahat lebih awal hari ini, mengenai hal itu bisa aku pikirkan besok saja" ucap Zilvina.

__ADS_1


......................


"selamat pagi nona ketiga" ucap pelayan menyapa Zilvina yang baru saja menuruni tangga.


"hmm, katakan pada Kepala Pengurus Rumah untuk menyiapkan mobil hari ini" perintah Zilvina.


"baik nona ketika, ini adalah sarapan anda" jawab pelayan tersebut.


"dimana kakak kedua? apa dia sudah sarapan pagi ini?" tanya Zilvina.


"tuan muda kedua pergi ke perusahaan bersama tuan besar pagi tadi" jawab pelayan.


"mengapa pagi pagi sekali mereka pergi?" tanya Zilvina, terheran.


"tuan besar mengatakan ada sebuah masalah yang cukuo serius di perusahaan, jadi tuan besar bersama tuan muda kedua pergi dengan terburu buru" jawab pelayan.


"heyy bocah sialan! apa kau akan keluar hari ini?" tanya Evellyn sembari duduk di hadapan Zilvina. Zilvina tidak merespon pertanyaan kakaknya tersebut dan memilih untuk mengacuhkannya.


"heyy! mengapa kau diam saja?! apakah kau tidak dapat bicara?" ucap Evellyn kesal.


"apa kau sedang berbicara denganku?" tanya Zilvina berpura pura tidak mendengarnya.


"menurutmu aku sedang berbicara dengan siapa?!"


"jika kau akan keluar hari ini, aku akan pergi bersamamu sampai di studio xyz di jalan mawar no. 53 itu" ucap Evellyn.


"banyak sekali sopir pribadi yang bekerja di rumah ini dan kau bisa meminta mereka untuk mengantarmu sesuka hatimu, kau tak perlu memintaku karna aku bukan sopir pribadi milikmu!" jawab Zilvina sembari menuju ke kamarnya lagi.


"heyy!kau bocah sialan! beraninya kau meninggalkanku begitu saja" ucap Evellyn marah.


"aku sudah selesai sarapan, mengapa aku harus berlama lama bersama orang gila?" jawab Zilvina.


"awas saja kau Zilvina!! hari ini akan kubuat kau tidak bisa berjalan bahkan untuk meninggalkanku lagi" ucap Evellyn lirih.

__ADS_1


__ADS_2