Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 23 - Solo Fighter


__ADS_3


Episode 23 - CEO dan Pengawalnya (Bagian 2)


Guntur dan Edric yang hendak pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibu Dafa, akhirnya mereka telah sampai disana. Edric segera memarkirkan mobilnya lalu membuka kunci mobil dan mereka berdua turun.


Guntur dan Edric segera masuk ke dalam rumah sakit lalu menanyakan ruang inap milik ibu Dafa kepada resepsionis rumah sakit itu. Setelah menanyakannya, mereka berdua langsung diantar dan tak lupa seorang resepsionis itu menghubungi dokter yang menjaga ibu Dafa.


Sesampainya mereka disana, Guntur tak masuk hingga ke dalam. Ia hanya mengintip sedikit melewati kaca pintu kamar inap tersebut lalu berbicara kepada resepsionis.


"Bisakah kamu total biaya perawatan beliau," ucap Guntur dengan tersenyum.


"Sebentar Pak, saya tanya ke bagian administrasi terlebih dahulu," jawabnya lalu pergi meninggalkan Guntur dan Edric.


Tak lama kemudian, datang seorang dokter yang tak lain adalah dokter yang menjaga khusus ibunya Dafa. Guntur dan Edric menyapa dokter tersebut dan melakukan sedikit perbincangan.


...~...


Di tempat lain, yaitu sekolah SMP 32. Dafa memperkenalkan diri kepada para murid yang lainnya dengan lagak seperti seorang pecundang, meski memang dulunya pernah menjadi pecundang.


Dafa melakukan akting seperti ketakutan saat berada di depan kelas. Ia menunjukkan rasa grogi ketika berdiri di hadapan banyaknya orang. Tubuhnya dibuat agak gemetaran supaya terlihat lebih realistis.


"Eee … anu, perkenalkan nama saya …." Belum menyebutkan nama, sebuah gumpalan kertas melayang tepat mengenai wajah Dafa.


Dafa menahan emosinya sesaat agar tak jadi keributan hanya karena hal sepele.


"Perkenalkan nama saya Dafa, Dafa Setyawan. Kalian bisa panggil saya Dafa," ucap Dafa yang menatap ke bawah agar terlihat seperti penakut.


"Baik nak Dafa, silahkan duduk di bangku kosong di sebelahnya Dimas," ucap Wali kelas sembari menunjukkan bangku yang akan diduduki Dafa.


"Baik bu," jawab Dafa lalu bergegas pergi ke bangku tersebut.


Dafa berjalan sambil mengamati satu persatu anak yang menjadi teman satu kelasnya. Tak lupa juga, ia melirik ke arah anak yang akan ia lindungi. Dafa segera duduk di bangkunya dan mengeluarkan peralatan belajarnya di atas meja.


Anak sebangku yang duduk di samping kiri Dafa bernama Dimas selalu menatap ke arah Dafa sejak tadi. Dafa mulai risih lalu bertanya kepadanya, "Ada apa? Kenapa selalu memandangi ku?" tanya Dafa sembari mengeluarkan peralatannya.


Anak yang bernama Dimas itu hanya tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. "Namamu Dafa, kan. Namaku Dimas," ucapnya dengan ramah.


"Ah iya," jawab Dafa singkat.


"Dilihat-lihat lagi, kau bukan siswa pecundang kan?" ungkap Dimas dengan nada bertanya.


"Hah?!" sahut Dafa, ia lalu menutup resleting tasnya dan menatap ke arah Dimas.


"Huh! Aku bertanya, kau bukan siswa pecundang kan?" ucapnya yang mengulang ucapan sebelumnya.

__ADS_1


Dafa mengerutkan dahinya. "Tau darimana?" tanya Dafa, ia mulai tertarik dengan anak yang bernama Dimas.


"Yaaa … dilihat dari ekspresi, tatapan mata, gaya bicara, postur badan, cara berpakaian. Semuanya terlihat seperti anak pecundang, namun ada yang mengganjal. Makanya aku tanya," jelas Dimas.


"Ooouuhh … Kira-kira, aku ini pecundang atau bukan?" tanya Dafa.


"Kayaknya bukan deh," jawab Dimas.


Dafa lalu menyandarkan punggungnya di senderan bangkunya sembari melihat langit-langit kelas. Ia tak sengaja menekan menu [Misi] pada sistem, namun ketika dilihat menu itu kosong melompong. Tak ada satupun misi yang terlist disana.


"Aneh, padahal kemarin ada misi olahraga, misi belajar, misi bela diri. Tapi kok hilang semua," gumam Dafa.


[ Itu karena mulai saat ini anda sudah lulus dari tutorial. ]


"Ah … ternyata dari kemarin cuma tutorial. Perasaan aku skip dah tutorialnya," gumam Dafa lalu menyingkirkan layar sistemnya dan kembali duduk normal.


Dimas yang di samping Dafa selalu memandangi Dafa dengan ekspresi bahagia bagaikan diberi hadiah atau sesuatu benda yang sangat berharga. Dafa yang selalu dipandangi merasa tertekan dan risih terhadap Dimas.


"Heh! Kenapa dari tadi lihat wajahku terus?" tanya Dafa yang geram.


"Hihihi … aku hanya bahagia. Soalnya ada seseorang yang datang untuk menghukum para berandalan di sekolah ini," ujar Dimas.


"Siapa orang itu?" tanya Dafa yang penasaran.


Dafa berdiri dari bangkunya lalu izin ke wali kelas yang menerangkan pelajaran menuju toilet.


...~...


Di dalam toilet, Dafa memandangi wajahnya dari pantulan cermin. Tak ada yang berubah pada tubuh Dafa, semuanya masih terlihat sama seperti sediakala. Tubuh kecil dan kurus, tapi kenapa teman yang duduk dibangku sebelah Dafa mengetahui jika Dafa datang bukan untuk menjadi pecundang, melainkan melenyapkan murid berandalan.


"Argghhh … anak yang aneh," gumam Dafa.


Tak lama kemudian, ada dua murid laki-laki masuk ke dalam toilet sembari membawa sebungkus rokok dan korek api. Dafa segera keluar dari sana agar tak berurusan dengan mereka.


Ketika hendak keluar dari sana. Langkah Dafa terjeda karena mendengar dirinya dipanggil dengan seorang yang barusan masuk.


"Hei, aku belum pernah melihatmu. Kau murid pindahan itu, ya?" tanya seorang laki-laki dengan rambut cukuran mullet.


"Ah iya," sahut Dafa sembari menggaruk kepalanya.


Kedua laki-laki itu saling menatap sambil tersenyum.


"Babu tambahan nih," ucap anak laki-laki yang memanggil Dafa sembari menatap ke temannya.


"Ah bener banget," jawab temannya.

__ADS_1


Anak laki-laki yang memanggil Dafa menatap kembali ke arah Dafa.


"Oiii … kau punya uang berapa sekarang?" tanyanya dengan ekspresi mengintimidasi.


"Para samp*h-samp*h ini aku hajar aja atau ku diamin dulu," batin Dafa yang berbicara kepada sistem.


Sistem langsung menjawab Dafa.


[ Saya sarankan hajar saja mereka, karena misi anda dari Pak tua itu hanya seminggu. Lebih cepat lebih baik, kan. ]


Dafa tersenyum lalu berjalan ke hadapan mereka berdua. Kedua anak laki-laki itu tersenyum lalu mendekati Dafa tanpa ada kesadaran jika Dafa akan menyerangnya.


Ketika jarak diantara mereka ada di setengah meter, Dafa menendang betis salah satu anak yang memanggil Dafa tadi menggunakan tendangan low kick.


[ Martial System ]


Low kick, sebagian banyak orang sudah mengetahui tendangan ini. Namun jika anda bukan seorang petarung atau mungkin baru memulai untuk menjadi petarung, tendangan ini pasti baru terdengar di telinga anda pastinya.


Tendangan ini sangat cocok untuk anda yang baru saja memulai untuk menjadi petarung pemula. Karena tendangan ini mengarah ke bagian bawah anggota tubuh lawan, lebih tepatnya di kaki.


Sasaran untuk serangan ini ada di bagian paha dan betis. Dan cara menggunakan tendangan ini, kalian bisa menggunakan tulang kering atau punggung kaki lalu ayunkan mengarah ke lawan dengan menyamping.


[ … ]


Belum ada apa-apa, anak yang ditendang oleh Dafa barusan langsung tumbang akibat tak kuasa menahan sakit dari tendangan Dafa. Bagaimana tidak, seorang bela diri Taekwondo menggunakan tendangan low kick, sama saja ia mengintimidasi musuh dengan fisik.


Melihat temannya tumbang dengan cepat, ia segera berlari meninggalkan Dafa. Namun Dafa segera menangkapnya lalu menjatuhkan dengan teknik bela diri Hapkido.


"Jika urusan kalian belum selesai. Jangan pergi dulu, selesaikan terlebih dahulu. Mengerti tidak!" ucap Dafa yang awalnya lirih menjadi keras.


Kedua anak laki-laki itu langsung berlari kembali ke kelasnya masing-masing. Dafa membersihkan pakaiannya dan juga merapikan nya. Ia lalu berjalan kembali ke kelas karena sudah dua puluh menit ia berada di toilet.


Dari kejauhan, ada seorang yang melihat aksi Dafa yang menakjubkan. Dia tak lain ada teman sebangku Dafa, yakni Dimas. Ia penasaran dengan Dafa, ia juga awalnya hanya berasumsi jika Dafa murid yang akan mengubah sekolahnya itu.


Tapi ternyata asumsinya benar, ia melihat harapan satu-satunya yang bisa mengembalikan keadaan sekolah menjadi seperti dulu lagi. Tempat yang khusus untuk belajar dan menimba ilmu, bukan untuk ajang unjuk kekuatan.


Dimas mengikuti Dafa dari belakang untuk kembali ke kelas juga.


DING!!!


[ Ada seseorang yang sedang mengamati anda sejak bertarung dengan dua orang tadi. ]


"Ah … biarlah,"


...#### Solo Fighter ####...

__ADS_1


__ADS_2