Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 60 - Solo Fighter


__ADS_3

Episode 60 - Kejadian yang sebenarnya


Dimas dapat mengimbangi kemampuan bertarung Dafa, namun tidak dengan skill bela dirinya. Karena diketahui, bahwa Dafa memiliki enam teknik bela diri yang ia pelajari selama satu bulan.


Kekuatan serangan Dimas memang sangat besar, namun ketahanan Dafa pun dapat menahan serangan tersebut. Keduanya saling bertarung dengan sengit dan pada akhirnya Dafa memenangkan pertarungan dengan menangkap satu tangannya dan membanting ke tanah.


Brukkk!!!


Kemudian Dafa mengunci sendi Dimas menggunakan teknik yang ia pelajari dari bela diri Jiu-Jitsu. Dimas pun menjerit kesakitan dan meminta maaf kepada Dafa.


"Arrrggghhh! Dafa, aku minta maaf. Aku akan menjelaskannya semua lebih detail!"


Dafa pun melepaskannya kunciannya.


"Jelaskan semuanya," ucap Dafa yang ngos-ngosan. Lalu ia memulihkan staminanya dengan skill 'Restoration'.


"Dafa! Mereka kesini!" bisik Galang, namun dengan nada yang terkesan menyentak.


Dafa dan Dimas langsung berlari untuk bersembunyi. Tiba-tiba ada seorang pria dewasa yang mengintip dari atas pagar untuk memastikan asal suara teriakan dari Dimas tadi.


"Hmm … apa aku salah dengar," gumamnya.


...~...


Dafa, Galang dan Dimas duduk di bawah naungan pepohonan yang rindang. Mereka bertiga bersembunyi agar tak menjadi tersangka pembunuhan.


"Dafa, aku jujur. Aku sekarang adalah ketua geng Syndrome," ungkap Dimas dengan nada memelas.


"Bukannya kau anak yang suka dirundung. Kenapa kau bisa jadi ketua geng?" tanya Dafa dengan heran.


"Yang kau katakan benar, aku adalah anak yang suka dirundung. Tapi kau ingatkan, ketika aku tak masuk ke kelas beberapa hari." Dimas lalu mengeluarkan dompet dan mengambil sebuah foto dari dompetnya.


"Dia, dialah ketua geng Syndrome yang sebenarnya. Tapi–"


Dimas tak bisa melanjutkan ucapannya, karena mengingat sesuatu hal.

__ADS_1


"Tapi kenapa?" Dafa berusaha meyakinkan Dimas untuk berterus-terang.


"Aku akan menceritakannya dari awal!"


...~...


Ada seorang remaja yang memiliki cita-cita untuk membuat sebuah perkumpulan anak-anak korban bullying. Ia memiliki cita-cita itu karena ia merasa anak-anak yang selalu dibully itu berhak mendapatkan kehidupan yang layak, teman yang layak.


Remaja itu bukanlah korban bullying, melainkan seorang anggota geng yang sangat terkenal, yaitu Psycho.


Ia adalah orang peringkat ke-36 dari 500 anggota geng Psycho yang memiliki peringkat. Ia juga memiliki wilayah untuk dijadikan ladang bisnis, seperti menagih uang keamanan. Beberapa tempat yang mereka tagih adalah Bilyard, Club Malam, Warnet, Cafe dan Pasar.


Setelah beberapa tahun ia menjalani kehidupan menjadi seorang gangster. Ia pun memutuskan untuk keluar dan membuat apa yang ia cita-cita kan itu. Dialah orang pertama yang mendirikan geng Syndrome dengan alasan untuk melindungi para korban bullying dan mengajari mereka bertarung.


Singkat cerita, ada seorang anggota geng Syndrome yang penasaran dengan remaja itu. Ia lalu bertanya kepada remaja yang membuat geng Syndrome. Dan jawabannya cukup untuk menghilangkan rasa penasaran.


"Ketika aku sekolah, aku hanya menjadi penonton untuk melihat orang-orang yang ditindas. Aku selalu membiarkan mereka ditindas oleh anak-anak nakal. Dan sampai ketika, ada anak yang ditindas lalu bunuh diri akibat hidupnya sangat tertekan.


Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk keluar dari sekolah dan bergabung dengan geng. Niatku bergabung dengan geng adalah untuk tidak melihat orang-orang lemah yang selalu ditindas. Tapi nyatanya, aku masuk ke dalam geng malah menjadi pemain yang melakukan penindasan.


...~...


"Hmm … Lalu hubungan mu dengan dia itu apa?" tanya Galang yang sedari tadi menyimak.


"Saudara! Dia adalah abangku, satu-satunya! Dan–"


"Dan apa?" tanya Dafa.


"Kau masih ingatkan berita seorang remaja yang dibakar! Dia itu … Dia abangku! Sebenarnya umurnya bukanlah belasan tahun, melainkan sudah dua puluh empat tahun."


"Tapi kenapa di berita disebutkan umur 17 tahun?" tanya Galang.


"Itu karena Papa ku yang menginginkannya. Dia tak ingin memberikan identitas asli kepada para polisi, karena jika ia memberikannya. Geng Psycho pasti akan membunuh keluarga ku juga," jawab Dimas dengan merinding.


"Aku sebenarnya tak paham dengan apa yang kau ceritakan. Yang pasti, geng Syndrome itu tak pernah membuat masalah, kan?" tanya Dafa, ia kemudian berdiri dengan wajah yang terkesan serius.

__ADS_1


"Iya! Mereka hanya geng yang membantu para pekerja sampah. Alasanku membuat cerita kalo aku dibully oleh geng Syndrome supaya kau mengajariku berkelahi," jawab Dimas lalu menggaruk kepalanya.


"Lalu, kepala yang menggantung di sana milik siapa?" Dafa penasaran dan berharap jawabannya cukup memuaskan.


"Dia nomor 3 setelah aku. Yang pertama adalah abangku, tapi karena ia dibunuh, akhirnya aku menjadi ketua," jawab Dimas agak ragu.


"Kenapa ia bisa sampai dibunuh juga?" tanya Dafa lagi. Ia benar-benar ingin mengetahui lebih jelas.


"Karena dia ingin melindungi ku. Dia berpura-pura menjadi ketua Geng Syndrome dan–"


Dafa mengangkat tangannya lalu mengepalkan telapak tangannya sebagai isyarat untuk diam.


"Bubarkan Geng Syndrome dan kita balaskan kematian mereka!" seru Dafa lalu berjalan untuk kembali menuju gudang.


Sebenarnya, Dafa berubah pikiran karena sistem merubah misinya.


...[ Misi Diperbarui ]...


...[ Membuat sebuah Geng ]...


...[ Misi ]...


...[ Menggertak Geng Psycho ]...


...[ Reward ]...


...[ Golden Key & Silver Key ]...


...[ Waktu tersisa 10 jam 29 menit ]...


[ Tuan, orang-orang yang datang ke tempat pembuangan akhir adalah geng Psycho. Kesempatan baik jika tuan menggertak mereka di sana, dari pada harus pergi ke markasnya. ]


"Huft … Kenapa aku harus mengikuti misi dari sistem?" gumam Dafa dengan rasa penyesalan.


...#### Solo Fighter ####...

__ADS_1


__ADS_2