
Episode 30 - Dafa Setyawan (Bagian 2)
Disaat Ayah Dafa membawa mobil dengan sangat kencang. Dafa terbangun dan menatap wajah Ayahnya yang sangat pucat karena mengkhawatirkan Dafa. Dafa lalu memegang tangan Ayahnya dan pingsan lagi.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Ayah Dafa segera menggendong Dafa lalu membawanya ke ruang IGD. Beberapa suster langsung menyiapkan tempat dan membawa Dafa masuk ke ruang IGD. Ayah Dafa menunggu Dafa diluar sembari meminta kabar dari tim nya.
Dari informasi yang diberikan, tim ayah Dafa mampu menjatuhkan lima preman bersenjata api dan tersisa tiga orang yang melarikan diri. Mereka diduga dari anggota geng Crocodile yang masih belum dibentuk dan masih berkeliaran dimana-mana.
Kelima preman yang telah ditangkap tim ayah Dafa segera membawa mereka ke pihak berwenang yaitu polisi. Ayah Dafa adalah salah satu orang yang sangat disegani di sana, pastinya akan mudah jika mereka mengurus sesuatu penting di kantor polisi.
Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang IGD dan memberikan informasi mengenai keadaan Dafa.
"Selamat malam Pak. Wali nak Dafa, ya?" tanya dokter itu.
"Iya, saya ayahnya. Bagaimana keadaannya dok?" tanya Ayah Dafa.
"Emm … sepertinya anak anda kemungkinan besar akan mengalami cacat dibagian otaknya, seperti sering mengalami lupa, selalu merasakan sakit di kepalanya," ucap sang dokter.
Ayah Dafa semakin dibuat khawatir dengan keadaan Dafa sekarang. "Tapi tidak akan ada masalah apapun kan dok?" tanya Ayah Dafa untuk memastikan keadaan Dafa baik-baik saja.
"Tidak ada kok. Yang terpenting adalah selalu menghibur dirinya," ucap dokter yang memberi saran.
__ADS_1
Tiba-tiba Dafa keluar dari ruang IGD dengan wajah yang bingung. Tiba-tiba para suster yang menjaga Dafa keluar dengan wajah yang panik. Dafa langsung memeluk ayahnya begitu juga dengan ayahnya yang langsung merangkul Dafa.
Kehangatan yang dirasakan Dafa menenangkan pikirannya. Dokter yang berbicara dengan Ayah Dafa menulis resep obat untuk diberikan kepada Dafa. Ayah Dafa dan Dafa pergi mengikuti dokter untuk mengambil obatnya dan segera pulang ke rumah.
...~~...
Sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju di tengah malam yang sunyi. Itu adalah mobil yang dikendarai oleh Ayah Dafa dan Dafa yang menjadi penumpangnya.
Saat sedang fokus menyetir, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di depan hadapan mobil mereka sejauh sepuluh meter. Ayah Dafa segera menghentikan mobilnya lalu mengklakson orang tersebut untuk segera menjauh dari hadapan mereka. Namun ia tetap berdiri di sana tanpa bergerak sedikitpun.
Orang itu berpakaian serba hitam, namun ada garis biru terang di setiap tepi pakaiannya. Ia juga memakai tudung kepala dan membawa sebuah tas yang entah isinya apa.
Ayah Dafa lalu keluar untuk memastikan orang yang ada di hadapan mereka bukanlah orang jahat. Namun ketika Ayah Dafa membuka pintu mobil dan keluar, orang itu menghilang dari penglihatan Ayah Dafa.
Berkali-kali ia mencoba keluar dan masuk mobil, penglihatannya sama sekali aneh. Ketika di dalam mobil, ia melihat seseorang yang berdiri di hadapan mobilnya, namun ketika keluar, orang itu menghilang.
Karena Ayah Dafa kesal, ia memecahkan kaca depan mobil untuk dapat melihat langsung orang tersebut tanpa keluar. Tapi nyatanya, orang itu malah menghilang. Ayah Dafa langsung menoleh ke belakang tempat dimana Dafa sedang beristirahat. Ternyata orang yang dilihatnya tadi adalah pantulan dari bangku belakang.
Ada seseorang yang mungkin bukan manusia. Ia lebih nampak seperti robot dan itu sangat amat mustahil jika dilihat oleh orang normal seperti Ayah Dafa.
Ia sedang menyentuh kepala Dafa seperti sedang mentransfer sesuatu. Lalu ia berkata kepada Ayah Dafa, "Tenanglah … aku hanya ingin menyelamatkan anak ini dari kematian."
__ADS_1
Ayah Dafa justru semakin dibuat khawatir lalu mengeluarkan pistol dari tas kecil yang ia bawa. Lalu ia mengarahkan ke orang atau makhluk itu untuk menakutinya. Namun yang ada, mereka tiba-tiba pindah ke suatu tempat. Dimensi yang pernah dilihat oleh Dafa, tempat yang dimana terdapat sangat banyak angka binary di dinding dimensi tersebut.
Ayah Dafa malah tercengang dan tak jadi menembak. Ia lalu memasukkan kembali pistolnya dan memohon untuk tidak mencelakai dirinya serta anaknya. Makhluk tersebut tak berkata apapun dan tiba-tiba angka 100% ada di atas kepala Dafa.
"Kau apakan anakku?" tanya Ayah Dafa yang sangat khawatir.
"Dia akan ku jadikan sebagai player pertama, tidak, tapi mungkin hanya dia. Karena aku terkesan dengan dirimu dan anakmu, aku yakin dia akan menstabilkan dunia," ucap Makhluk tersebut lalu sedikit demi sedikit ia memudar.
"Hah?! Maksudnya apa menstabilkan dunia?" tanya Ayah Dafa yang penasaran serta kebingungan.
Makhluk itu lalu seperti menembakkan sesuatu ke kepala Ayah Dafa dan tiba-tiba Ayah Dafa seperti menerima sebuah sistem, namun tak selengkap seperti punya Dafa. Mungkin hanya 1% dari punya Dafa, hanya bisa melihat layar sistem dan berbicara kepada sistem.
"Apa yang sedang kulihat saat ini?" tanya Ayah Dafa yang dibuat semakin penasaran.
"Itu adalah sistem, kau hanya menerima sebagian kecilnya. Kalian adalah sampel yang cocok untuk temuanku. Jadi gunakanlah sebaik mungkin dan jangan pernah memberitahu soal ini kepada anakmu," ucapnya lalu menghilang sepenuhnya.
"Hei … tunggu sebentar!" teriak Ayah Dafa lalu berlari ke makhluk tersebut.
Seketika mereka kembali ke dalam mobil dan semua luka yang ada di tubuh Dafa menghilang. Bahkan baju yang berlumur darah juga kembali seperti baru.
Sebenarnya Ayah Dafa tak percaya dengan penglihatannya, namun ia harus tetap percaya dengan apa yang dilihat dan juga harus menjaga apa yang dilihatnya barusan.
__ADS_1
Ayah Dafa kembali menancapkan gas dan ia juga baru sadar jika kaca depan mobil yang ia pecahkan tadi kembali seperti semula. Ia hanya menghirup nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan tenang, lalu menancapkan gas kembali.
...#### Solo Fighter ####...