Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 35 - Solo Fighter


__ADS_3


Episode 35 - Duo Maut (Bagian 2)


Galang sedang bertarung melawan lima orang sekaligus. Meski begitu, Galang adalah seorang tinju yang cukup pintar. Ia mencari celah musuh dengan melakukan weaving berkali-kali, ia juga melakukan Dempsey Roll. Ia menyerang lawan di titik buta lawan, sehingga ia mampu menjatuhkan lawan dengan mudah.


Saat Galang telah menghabisi lima orang yang berhadapan dengannya tadi. Galang melirik ke arah Dafa yang hanya berdiri diam sambil mengayunkan Nunchaku. Tak ada satupun lawan yang berani mendekati Dafa, mereka hanya menjaga jarak dari Dafa.


"Hei Dafa!" panggil Galang.


Saat Dafa menoleh ke dirinya, Galang memberi isyarat mengambil kesempatan tersebut untuk berlari dari mereka. Galang menganggukkan kepala lalu berlari ke arah Dafa dan melemparkan Nunchaku ke langit.


Lawan mengira jika Dafa melemparkan senjatanya ke langit untuk menyerang mereka secara tiba-tiba. Tapi ternyata itu hanya strategi untuk Dafa dapat berlari mendekati Galang dan kabur dari mereka.


Dafa dan Galang berlari meninggalkan mereka. Dafa memang tak pernah kehilangan staminanya kecuali saat ia lupa merestorasi staminanya ketika sudah mencapai batas maksimal. Berbeda dengan Galang, ia sering merokok dan sangat jarang berlari. Belum ada beberapa puluh meter, ia sudah ngos-ngosan dan hampir terjatuh.


Untung saja Dafa segera menahannya agar tak terjatuh langsung ke tanah dan membaringkan Galang sebentar.


Namun geng Harimau Putih benar-benar tak menyerah dan tetap mengejar mereka.


"Empat puluh orang, ya. Apa aku bisa menanganinya sendirian?" batin Dafa sembari menatap mereka semua dengan tatapan yang dingin.

__ADS_1


[ Tentu saja bisa, asalkan tuan tidak takut dengan mereka. ]


Dafa mengernyitkan dahi. "Apa mungkin itu bisa?" gumam Dafa lalu melangkah ke arah mereka dengan perlahan.


[ Jika anda bisa mengalahkan mereka. Sistem akan memberikan hadiah yang cukup membuat tuan tertarik. ]


"Baiklah, akan kucoba."


Dafa memejamkan matanya dan membisikkan satu kalimat yang membuatnya bisa menjadi berani.


"Aku pasti bisa!" bisik Dafa ke dirinya sendiri kemudian membuka matanya.


Mereka langsung menyerang Dafa tanpa memberikan celah kosong untuk beristirahat. Sekitar dua puluh orang mengelilingi Dafa untuk mengeroyok Dafa secara bersamaan. Namun Dafa bukanlah orang yang mudah mereka serang, Dafa bergerak bak cacing kepanasan.


Maka dari itu, mereka satu persatu tumbang karena mendekati Dafa. Mereka langsung menjaga jarak mereka, namun siapa sangka jika Dafa justru menunggu momen tersebut.


Ketika mereka memberikan celah untuk Dafa, mereka langsung ditendang dengan Dafa menggunakan tendangan melingkar. Awalnya anak bertubuh kurus dan kecil itu diremehkan, namun mereka langsung bertindak dengan serius.


"Hei kalian semua! Siapa suruh kalian kalah dengan anak kecil itu?"


Terdengar suara yang sangat berat dari arah belakang barisan geng Harimau Putih. Tiba-tiba barisan itu terbagi menjadi dua dan memberi jalan untuk seseorang yang berada di belakang.

__ADS_1


Orang tersebut adalah seorang pria yang berambut panjang dan terurai berantakan. Ia memakai kacamata hitam, jaket jubah berwarna putih yang bergambar harimau di dada kanannya dan bertuliskan White Tiger di punggungnya.


Ia juga memakai sepatu Delta yang berbunyi keras ketika dihentakkan. Dan juga memakai sarung tangan hitam berbahan kulit.


Ia menatap Dafa dengan tajam, tiba-tiba ia melancarkan satu serangan pukulan ke Dafa hingga membuat Dafa terpental sejauh tiga meter, namun Dafa masih menjaga posisinya untuk tetap berdiri karena ia berhasil menangkis serangan tersebut.


Pukulan itu sangat cepat dan sangat kuat, bahkan lengan baju Dafa yang terkena pukulan itu mengeluarkan sedikit asap. Dafa mengembalikan posisi berdirinya dan menatap tajam ke orang tersebut.


"Aku akui kau sangat hebat karena berhasil menangkis serangan tadi. Tapi apa kau bisa mengalahkan ku dengan kondisi seperti itu?"


Lelaki itu meremehkan Dafa, ia mengira Dafa sudah lelah dan tak berdaya untuk mengeluarkan tenaga lagi. Namun nyatanya, Dafa selalu mengembalikan staminanya dan tak pernah merasakan lelah sedikitpun.


"Jangan pernah meremehkan orang dari penampilannya saja. Tapi cobalah membuktikannya terlebih dahulu," ucap Dafa, ia lalu merapikan rambutnya yang berantakan.


"Cih … kau kira kau kuat gitu karena berhasil bertahan dari serangan ku? Coba lawan mereka terlebih dahulu." Lelaki itu menunjuk ke arah tiga orang berpakaian seperti dirinya.


Ada yang memiliki rambut dengan potongan mullet, ada seorang wanita berambut hitam legam dan juga ada yang tidak memiliki rambut alias ia botak. Mereka adalah ketua divisi dari Harimau Putih.


"Bagaimana? Apa kau masih bisa berbicara setelah mengalahkan mereka?" ucap remeh Lelaki itu.


Dafa melipat kedua lengan bajunya dan berkata, "Dengan senang hati."

__ADS_1


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2