
Episode 59 - Siapa sebenarnya Dimas?
Galang dan Dimas menghampiri Dafa yang berada di luar. Mereka melihat Dafa yang berdiri menatap ke dinding sembari melamun.
"Daf, ada apa?" Galang menarik tubuh Dafa untuk menyadarkannya.
"Tidak, tadi ada kecoa," jawab Dafa lalu mengusap wajahnya.
"Oh iya, Dimas. Geng Psycho itu bagian dari wilayah timur, bukan?" tanya Dafa.
"Iya, mereka yang menguasai seluruh wilayah timur," jawab Dimas dengan singkat.
"Ada berapa banyak anggota mereka?" tanya Dafa lalu berjalan mondar-mandir di depan mereka berdua.
"Kurang lebih lima ratus orang," jawab Dimas. Dimas pun merasa heran dengan Dafa yang tiba-tiba menanyakan anggota geng Psycho.
"Geng Psycho? Mereka kan Geng yang selalu mendapatkan uang dari membunuh orang." Galang menyela pembicaraan mereka.
"What! Apa kau bilang barusan?" Dafa kaget saat Galang menyela pembicaraannya.
"Geng Psycho itu Geng yang mendapatkan uang dari membunuh orang," sahut Galang dengan tatapan heran.
"Mendapatkan uang dari membunuh orang. Jangan-jangan–"
Dari kejauhan terdengar suara mobil yang datang ke tempat pembuangan akhir. Dafa, Galang dan Dimas kemudian lari meninggalkan gudang dan kabur dengan memanjat pagar.
"Kalian tak meninggalkan jejak, kan?" tanya Dafa yang baru saja turun dari pagar.
"Tidak!" jawab Galang yang sudah duluan turun.
"Pisau ku!" seru Dimas dengan wajah yang panik.
Dimas pun memanjat lagi untuk kembali mengambil pisau yang terhempas akibat tendangan Dafa. Dafa yang merasa akan ada hal bahaya. Ia menarik Dimas untuk tidak mengambil pisau tersebut.
"Jangan, jangan kau ambil lagi," ucap Dafa dengan menatap tajam ke Dimas.
"Why? Bukannya itu meninggalkan jejak!" seru Dimas yang marah.
"Eh, kenapa kamu marah? Lagian dari tadi kan kamu pakai sarung tangan," potong Galang yang menyadari gerak-gerik mencurigakan dari Dimas.
Seketika Dimas malah terkekeh mendengar ucapan Galang.
"Bwahahaha … Galang, naluri mu memang tak bisa diragukan. Tapi maaf, aku menjebak kalian berdua."
"Maksudnya!" Dafa mencekik leher Dimas.
"Apa maksudnya menjebak kalian berdua? Bukannya kau itu seorang pecundang," ucap Dafa dengan wajah yang sangat kesal.
__ADS_1
"Aku sangat berterimakasih saat kau benar-benar mengajariku bertarung. Dan juga, kau harus tau. Sebenarnya aku adalah ketua dari geng Syndrome."
Tiba-tiba Dafa melepaskan tangannya dari leher Dimas lalu tertawa terbahak-bahak.
"Bwahahaha … Ketua Geng Syndrome? Yang benar aja!"
"Ada apa denganmu? Aku ini serius lho," ujar Dimas dengan tatapan serius.
"Terus, kau kira aku ini bercanda?"
Setelah Dafa mengucapkan itu, Galang langsung menyerang Dimas.
"Pantas saja kau cepat dalam mempelajari teknik yang aku ajari. Ternyata kau sama sepertiku, si pecundang yang pandai bertarung," ucap Dafa.
Galang menyerang Dimas dengan pukulan jab, straight dan uppercut secara beruntun dan dikombinasikan dengan tendangan.
Dimas dengan mudahnya menangkis dan menghindari serangan dari Galang dengan tatapan remeh.
"Levelku lebih tinggi dari kalian berdua," ucap remeh Dimas lalu menyerang Galang.
Ding!!!
[ Tuan, saya telah menganalisa kemampuan Dimas ]
...[ STATUS ]...
...Age : 15...
...Gender : Male...
...Strength : 290...
...Intelligence : 188...
...Speed : 129...
...Endurance : 200...
...Charismatic : 30...
...Potential : 1000...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Dafa sangat terkejut ketika melihat stat yang dimiliki Dimas lebih tinggi darinya.
"Hei sistem, bukannya kemarin dia lebih rendah dari stat ku."
__ADS_1
[ Benar tuan, stat nya lebih rendah dari tuan. Terakhir kali tuan memeriksa stat milik Dimas seminggu yang lalu. Setelah itu, tuan tak pernah memeriksanya lagi hingga ia memiliki stat yang lebih tinggi dari tuan. ]
"Tunjukkan statusku!"
...[ STATUS ]...
...Name : Dafa Setyawan...
...Level : 50...
...Age : 15...
...Gender : Male...
...Strength : 200...
...Intelligence : 200...
...Speed : 200...
...Endurance : 200...
...Charismatic : 190...
...Potential : 200...
...[ Max : Unlimited ]...
...Point Stat : 100...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Dafa yang awalnya kesal dibuat tersenyum setelah melihat stat nya.
"Tak masalah kekuatannya lebih tinggi dariku. Yang terpenting adalah seimbang," gumam Dafa. Ia lalu menghilangkan layar sistem dari hadapannya.
"Mengalahkan Geng Syndrome, ya. Baiklah!"
Dafa pun ikut bertarung melawan Dimas. Galang yang sedari tadi menyerang Dimas hanya mendapatkan kelelahan. Akhirnya ia mundur dan digantikan oleh Dafa.
"Aku baru ingat, tujuanku kan menjadi yang terkuat."
...#### Solo Fighter ####...
Mulai sekarang, judul untuk "Solo Fighter" diganti menjadi "Sistem : Menjadi yang terkuat" karena tak sesuai dengan jalan cerita yang ada. Meski Dafa bisa menjadi petarung tunggal, ia tetap memerlukan bantuan orang untuk menjadi yang terkuat. Maka dari itu, Novel ini diganti menjadi "Sistem : Menjadi yang terkuat".
Tapi untuk judul bab, tetap dicantumkan Solo Fighter sebagai ciri khas Novel ini. Arigatou Gozaimasu.
__ADS_1