
Episode 38 - Yin dan Yang (Bagian 2)
Dafa tersenyum saat menjatuhkan lawan dengan mudah. Ia berdiri dengan posisi siap bertarung dengan kaki kanan di depan dan kedua tangan yang sudah siap menyerang dan bertahan.
Ketika Yusril hendak menyerang Dafa, ia menghentikan gerakannya saat melihat gerombolan kelas 9 yang lainnya, mereka adalah murid yang terpilih menjadi anggota geng Harimau Putih.
Karena Yusril tak ingin berurusan dengan mereka, ia membantu temannya yang tergeletak di lantai untuk segera berdiri. Lalu segera meninggalkan Dafa sebelum gerombolan geng Harimau Putih mendekati mereka.
"Apa yang kalian lakukan?"
Terdengar suara seorang laki-laki yang tak jauh dari mereka berdiri. Saat Dafa menoleh ke arah suara tersebut, seketika gerombolan geng Harimau Putih panik melihat Dafa. Bagaimana tidak, mereka adalah anggota yang kemarin dihajar oleh Dafa seorang diri.
__ADS_1
Hal itu membuat mereka semua salah tingkah, apalagi dengan Yusril yang melihat anggota geng Harimau Putih tunduk ketika melihat tatapan Dafa.
Suasana menjadi sunyi, tak ada satupun yang berani melangkah maupun bergerak sekalipun. Karena Dafa telah menghabiskan banyak waktu berurusan dengan mereka. Ia tak menghiraukan mereka dan pergi ke kantin dengan ekspresi yang biasa saja.
"Apa-apaan dia itu? Siapa dia sebenarnya? Kenapa geng Harimau Putih yang paling ditakuti malah tunduk dengan dia?" gumam Yusril lalu pergi bersama anggotanya ke kelas.
Kelompok Danu yang melihat mereka juga ikut pergi ke kelas, karena jika mereka pergi ke kantin, mungkin mereka akan berurusan dengan Dafa.
Anggota geng Harimau Putih juga tak jadi pergi ke kantin saat melihat Dafa berjalan menuju kantin. Jadinya mereka mengurungkan niat untuk pergi ke sana dan kembali ke tempat tongkrongan mereka yang berada di belakang sekolah.
Dafa yang sedang menikmati roti selai dan susu kotak di kantin menjadi pusat perhatian bagi seluruh murid. Dafa yang belum mengetahui jika ia menjadi pusat perhatian hanya cuek dan mengabaikan mereka semua. Namun sampai ketika ia melihat sebuah video di sosial media pertarungan antara Harimau Putih melawan Yin dan Yang.
Dafa mengabaikan video tersebut dan fokus kepada komentar para netizen di video tersebut. Di video tersebut rata-rata komentar disana adalah membahas identitas geng Yin dan Yang. Namun masih juga ada yang membahas penyebab pertarungan mereka.
__ADS_1
Sampai pada waktunya ketika Dafa melihat namanya menjadi perbincangan di video tersebut. Awalnya Dafa kaget karena namanya selalu disebut berulang kali di kolom komentar. Namun Dafa malah tersenyum karena pekerjaannya akan lebih cepat ia kerjakan.
"Ah … padahal aku ingin sedikit lebih lama mengerjakan pekerjaan ini," gumam Dafa.
"Yaudahlah, karena sudah masuk ke dalam perangkap, kita harus keluar dan menyelesaikan secepatnya kan," ucap Dafa lalu mengigit roti yang berada di genggamannya.
Karena dirinya sudah dikenal menjadi geng Yin dan Yang. Saat berjalan melewati koridor, seluruh murid memberikan jalan untuk Dafa. Bahkan mereka sampai menundukkan kepala jika Dafa menatap mata mereka.
"Perasaan apa ini? Kenapa hatiku serasa ingin meledak?" gumam Dafa yang menjadi orang terhormat di sekolahnya.
"Aku tak pernah dihormati seperti ini lho," gumamnya sembari tertawa kecil karena merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan.
Dafa lalu masuk ke dalam kelas dan melihat seluruh murid duduk rapi tak bersuara sedikitpun. Bahkan bangku yang diduduki Dafa telah dirapikan. Kelas menjadi wangi dan sangat bersih. Tak ada satupun yang berani menatap Dafa, meski mereka harus berbicara dengan Dafa. Mereka menundukkan kepala sebagai rasa penghormatan.
__ADS_1
Dafa yang agak risih hanya diam dan fokus kepada pelajarannya sembari menunggu pengajar masuk.
...#### Solo Fighter ####...