
Episode 26 - Mencari Informasi SMP 32
Sepulang sekolah, Dafa mengajak Dimas ke suatu cafe yang tak jauh dari sekolahnya. Karena Dafa ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai sekolah SMP 32 tersebut. Dafa mengambil tempat paling sudut dan memesan beberapa minuman dan camilan.
Dafa lalu mengeluarkan buku untuk mencatat catatan tentang penjelasan dari Dimas. Dimas yang melihatnya hanya tertawa karena Dafa terlalu serius.
"Kenapa sampai mengeluarkan buku tulis? Kan ada aku yang akan menjelaskan jika lupa," ucap Dimas.
Dafa memutar kedua bola matanya, seperti tak tertarik dengan perkataan Dimas. "Yaudah, coba jelasin lebih jelas tentang SMP 32 itu. Sedetail detailnya, kalo bisa sampai ke akar-akarnya," ucap Dafa lalu menutup bukunya dan mengambil posisi duduk yang nyaman untuk mendengarkan penjelasan dari Dimas.
Dimas lalu menceritakan sejarah, bagaimana SMP 32 itu menjadi tempatnya para berandalan, khususnya tempat berkumpulnya para kumpulan geng. "Jadi dulu itu …." Dimas memulai ceritanya.
...~~...
Dua tahun lalu, tepatnya tahun 2020. Surabaya digemparkan dengan fenomena kerusuhan antar anak muda yang biasa disebut dengan tawuran antar pelajar sekolah. Fenomena tersebut menjadi tradisi anak muda semenjak adanya sebuah komplotan gangster di daerah Surabaya.
Tak hanya di Surabaya saja, hampir di seluruh Indonesia terdapat komunitas gangster yang mulai terbentuk di tahun 2020. Rata-rata yang membuat komunitas tersebut adalah anak-anak muda yang baru lulus dari sekolah menengah atas.
Di Surabaya sendiri terdapat 5 komunitas gangster yang besar dan cukup terkenal dan juga ada beberapa komunitas gangster kecil tapi tak terlalu berdampak pada kota.
5 komunitas gangster tersebut tidak lain adalah Harimau Api, Crocodile, Psycho, Demon dan White Cobra. Masing-masing komunitas gangster tersebut mempunyai wilayah tersendiri.
Untuk Harimau Api menduduki wilayah Surabaya Selatan, Crocodile Surabaya Utara, Psycho Surabaya Timur, Demon Surabaya Barat dan White Cobra Surabaya Pusat.
Dulunya kelima gangster ini pernah bertarung untuk menentukan wilayah masing-masing. Sampai-sampai polisi bahkan pemerintah tak dapat menghentikan pertarungan mereka. Meski begitu, tak ada warga yang pernah menjadi korban disaat pertempuran itu berlangsung. Hanya saja kekacauan di beberapa tempat terjadi akibat pertempuran geng tersebut.
Kelima geng tersebut bukanlah geng abal-abal yang dibuat oleh anak-anak remaja ingusan, melainkan para mafia dan Yakuza yang ingin menguasai wilayah Surabaya.
Polisi pernah menindak masalah tentang kekacauan yang diakibatkan kelima geng tersebut. Dan pada akhirnya tak ada satupun polisi yang dapat mampu menangkap satu orang saja dari anggota geng mereka.
Pernah juga ketika terjadi bentrokan antara geng Psycho dan geng Crocodile di sebuah hotel ternama. Waktu itu ada sebuah acara yang cukup besar, kedua pemimpin geng tersebut diundang ke acara itu dan ternyata acara itu dibuat oleh geng Demon untuk menjatuhkan langsung kedua geng yang diundangnya dengan menyerang langsung pemimpinnya.
Namun kedua geng itu tidaklah bodoh seperti yang geng Demon harapkan. Geng Psycho dan geng Crocodile menyiapkan beberapa pasukan jika sewaktu-waktu ada suatu yang mencurigakan. Dan benar saja, ketika kedua pemimpin geng tersebut sedang dijamu oleh seseorang yang belum mereka lihat. Mereka langsung dikelilingi oleh beberapa orang dengan membawa senjata tajam dan api.
Awalnya geng Psycho mengira jika geng Crocodile yang telah menjebaknya. Begitu juga dengan geng Crocodile yang mengira jika geng Psycho telah menjebaknya. Akhirnya masing-masing dari mereka memanggil anggota mereka dengan ponsel mereka sembari bertarung untuk menyelamatkan diri.
Polisi yang mendengar ada sebuah kekacauan di sebuah hotel ternama langsung mengirimkan beberapa polisi untuk menangani masalah tersebut.
Sesampainya para polisi disana, mereka melihat baku tembak dari ketiga geng tersebut. Awalnya polisi sempat ragu-ragu untuk masuk ke dalam pertempuran mereka. Namun ada seseorang polisi yang dimana ia baru beberapa hari menjadi polisi resmi dan langsung menembaki beberapa anggota geng hingga tak berdaya, namun tak sampai tewas.
Ketiga pemimpin dari geng mereka ditangkap oleh polisi dan dibawa untuk diinterogasi.
Namun ketika diperjalanan, mobil mereka dikejar dengan beberapa anggota geng yang masih tersisa. Anggota ketiga geng tersebut bergabung menjadi satu dan karena hal itu ketiga geng tersebut bersepakat untuk berkerjasama.
__ADS_1
Awalnya polisi sempat menang telak ketika melakukan baku tembak dengan para geng tersebut. Namun ternyata jumlah amunisi mereka serta anggota polisi yang ada hanya sedikit untuk melawan anggota gangster yang sangat banyak.
Dari arah yang berlawanan, ada sebuah mobil yang menghalangi mobil polisi yang membawa pemimpin para geng tersebut dan langsung mengerem dengan mendadak.
Alhasil para polisi terkepung dengan para gangster dan akhirnya hari itu menjadi tragedi Darah Jalanan. Hingga saat ini, polisi tak berani macam-macam dengan kelima gangster tersebut. Dan hanya tutup mata jika terjadi masalah yang melibatkan salah satu dari ketiga gangster tersebut.
...~...
"Bentar bentar, kalo cuma tiga geng. Terus yang duanya kemana?" tanya Dafa yang penasaran dengan geng Harimau Api dan geng White Cobra.
"Argghhh … aku belum selesai cerita, jangan dipotong seenaknya!" ucap Dimas yang kesal.
"Owh … oke oke, lanjut." Dafa merasa bersalah lalu kemudian diam untuk mendengarkan cerita Dimas lagi.
...~...
Ketika terdapat berita tentang ketiga geng yang melakukan pembantaian para polisi dan menyatukan ketiga geng tersebut menjadi satu.
Berbeda dengan Harimau Api dan White Cobra. Pemimpin mereka bisa dibilang sangat sangat dewasa dalam menyikapi suatu permasalahan.
Di catatan kriminal, kedua geng tersebut tak pernah membuat onar selain dari kerusuhan perebutan wilayah. Gara-gara kedua geng tersebut disaat perebutan wilayah, tak ada warga yang menjadi korban pertempuran geng mereka.
Ketika mendapatkan wilayah mereka masing-masing, Harimau Api dan White Cobra tak pernah menampakkan diri mereka lagi semenjak pertempuran akhir tersebut. Namun ada yang mengatakan jika White Cobra hanya bertarung untuk menyelematkan orang-orang dari gangster yang sangat berbahaya. Karena hanya mendapatkan satu wilayah, White Cobra merasa cukup dan menghilangkan diri mereka.
Berbeda dengan Harimau Api, mereka masih terdengar dimana-mana. Bahkan mereka membuat beberapa cabang untuk mengurusi beberapa tempat karena satu wilayah tak cukup untuk diurus dengan satu geng.
Harimau Api adalah tempatnya para mafia dewasa. Harimau Merah adalah tempatnya para geng motor dan Harimau Putih adalah tempatnya anak-anak muda.
Di Surabaya Selatan, mereka yang lulus dari SMK akan diiming-imingi masuk ke dalam geng Harimau Api dengan syarat ia adalah anggota Harimau Putih.
Ketika masuk ke dalam geng Harimau Api, disana mereka akan mendapatkan uang yang berlimpah, wanita seksi yang menggoda dan beberapa kebahagiaan dunia.
Tentu saja hal itu membuat para anak muda khususnya anak-anak sekolah di Wilayah Surabaya Selatan untuk mendaftarkan diri mereka ke geng Harimau Putih.
Namun itu tidak semudah untuk mendaftarkan diri ke sekolah impian. Mereka diharuskan untuk melakukan tindakan kriminal seperti mencuri kendaraan, elektronik, perhiasan, dan lain sebagainya. Dan ada juga yang disuruh untuk merebut beberapa bagian wilayah musuh dari geng-geng kecil yang tak ternama.
Tentu saja hal itu membuat beberapa anak muda tak jadi mendaftarkan diri mereka ke geng tersebut. Namun tak segelintir anak yang mudah menyerah, bahkan mereka tak memiliki rasa takut dan melakukan apa yang ada dalam catatan pendaftaran untuk menjadi geng Harimau Putih.
Namun berbeda dengan geng motor atau Harimau Merah, mereka hanya perlu menjaga jalanan dan memiliki motor serta SIM untuk keamanan mereka masing-masing. Tugas mereka hanya mengawasi musuh jika sewaktu-waktu ada musuh yang memasuki wilayah mereka. Dan tentu saja mereka tak jauh dari kata berkelahi, mereka juga sering merebut wilayah-wilayah kecil dari geng-geng kecil.
...~...
Dafa yang sudah menghabiskan makanan dan minumannya melihat ke arah luar cafe untuk memandangi jalanan. "Sudah ceritanya?" tanya Dafa.
"Mungkin sampai situ aja dulu. Soalnya hari ini aku mau ke tempat les," jawab Dimas.
__ADS_1
"Yaudah, pulang bareng yuk," ajak Dafa lalu berdiri dari duduknya.
"Boleh," sahut Dimas lalu mengikuti Dafa.
Saat keluar dari cafe, tiba-tiba Dafa ditabrak dengan seorang anak berseragam sekolah dan terus melanjutkan larinya. Tiba-tiba ada lima anak yang menyusulnya. Dimas lalu terkejut melihat kelima anak tersebut karena Dimas sangat mengenali mereka.
Dafa yang melihat raut wajah Dimas yang kaget, bertanya kepada Dimas, "Ada apa?"
"Mereka berandalan kelas 8 yang menghajar anak kelas 7 pas di sekolah tadi," ucap Dimas.
"Jadi, yang dikejar itu Rifki?" tanya Dafa.
"Mungkin," jawab Dimas.
Dafa lalu berlari meninggalkan Dimas ke arah kelima anak yang mengejar seorang anak yang diduga Rifki. Dimas yang menyadari akan ada pertarungan, ia lalu membuntuti Dafa dari belakang.
"Anak itu larinya kok cepet banget," gumam Dimas yang ketinggalan jauh dari Dafa.
Disisi lain, Dafa sedang mengutak atik sistemnya dengan memberikan beberapa poin stat kepada masing-masing stat.
...[ STATUS ]...
...Name : Dafa Setyawan...
...Level : 23...
...Age : 15...
...Gender : Male...
...Strength : 179...
...Intelligence : 97...
...Speed : 77...
...Endurance : 89...
...Charismatic : 60...
...Potential : 150...
...[ Max : 200 ]...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
...#### Solo Fighter ####...