
Episode 36 - Duo Maut (Bagian 3)
Mereka bertiga menyerang Dafa dengan bergantian. Gerakan mereka sangat cepat dan membuat Dafa kesusahan menghadapi mereka bertiga. Mereka sangat berbeda dengan anggota geng Harimau Putih yang lainnya. Mereka bertiga sangat kuat dan mungkin mereka masih menahan kekuatan mereka.
Pria dengan gaya rambut mullet selalu menyerang Dafa menggunakan kaki. Bisa dipastikan ia adalah seorang yang menggunakan teknik bela diri 'Taekwondo'. Pria botak tinggi itu selalu menggunakan gerakan aneh, sistem mengatakan bahwa ia adalah 'Kung-Fu'.
Wanita tinggi yang memiliki tubuh sangat bagus itu tak pernah menyerang, namun menunggu Dafa untuk menyerang. Tapi ia juga sesekali menyerang Dafa dan hendak menjatuhkan Dafa. Namun Dafa mampu memutar badannya agar tak jatuh ke tanah. Bisa dipastikan ia adalah seorang atlit bela diri 'Judo'.
Dafa merestorasi staminanya berkali-kali, Dafa mengakui jika lawannya kali ini benar-benar menghabiskan banyak tenaga. Ia harus mencari cara untuk bisa mengalahkan mereka dengan cepat.
Tiba-tiba pundaknya ditepuk dengan seseorang. Seseorang yang menepuk pundaknya adalah Galang yang sudah cukup untuk beristirahat. Ia ingin membantu Dafa untuk mengalahkan mereka bertiga.
"Daf, aku boleh gabung?" tanya Galang yang sudah merasa bahwa staminanya telah pulih.
"Boleh banget, sekarang aku benar-benar kewalahan," jawab Dafa dengan tersenyum lalu mengusap keringat yang membasahi dahi.
Galang mengikat kedua tangannya dengan kain yang ia ambil dari saku celananya. Dafa mempelajari beberapa kesalahan yang ia lakukan tadi. Dan mereka berdua bersiap dengan berdiri tegap dan mata yang sangat tajam menyorot ke tiga orang yang akan mereka lawan.
__ADS_1
"Bertambah satu takkan membuatmu menang," ucap pria dengan rambut bergaya mullet.
Pria itu langsung menyerang Dafa dengan tendangan yang sangat cepat. Dafa menangkis tendangan itu menggunakan kakinya dan mereka berdua saling beradu kaki dan menimbulkan suara yang sangat keras.
Galang yang tak ingin kalah dari Dafa, ia menyerang pria botak. Galang kali ini benar-benar mengeluarkan semua keahlian yang ia miliki, bahkan pertarungan yang sebelumnya ia hanya mengeluarkan sebagian dari kekuatan dan keahliannya. Sangat terlihat perbedaan Galang yang tadi dan sekarang.
Keempat orang yang bertarung itu menjadi perbincangan bagi geng Harimau Putih, karena mereka berdua, Dafa san Galang, dapat mengimbangi ketua divisi dengan mudah. Bahkan Dafa beberapa kali menjatuhkan serangan dan mengenai wajah pria berambut mullet hingga membuatnya terpojok.
Begitu juga dengan Galang, meski lawannya adalah seorang Kung-Fu, ia tak merasa takut. Karena Galang memiliki prinsip untuk menjadi lebih kuat dari orang lain, itulah mengapa ia tak pernah takut ketika menghadapi lawan semenjak kejadian ia melihat Dafa bisa bertarung melawan orang yang merundung nya.
Seorang wanita yang juga ketua divisi hanya duduk diam menikmati pertarungan mereka bersama pria berambut panjang. Bisa dipastikan bahwa ia adalah ketua dari geng Harimau Putih.
Singkat cerita, Dafa dan Galang mampu mengalahkan mereka. Kondisi pria yang menjadi lawan Dafa sangat kacau, wajahnya memar tak karuan. Beberapa giginya patah dan tulang rusuk sisi kiri remuk akibat tendangan dari Dafa.
Dafa dan Galang menjatuhkan mereka berdua di hadapan pria berambut panjang dengan melemparkan mereka berdua ke pangkuan pria berambut panjang tersebut.
"Apa kami perlu menghancurkan kelompok kalian?" tanya Galang lalu mengepalkan tangan dan menjilat darah yang ada ditangannya itu.
Pria berambut panjang itu berdiri dan pergi dari hadapan Dafa dan Galang.
__ADS_1
"Sampai jumpa di lain hari. Aku tahu kalian pasti lelah, persiapkan diri kalian berdua untuk berhadapan langsung denganku," ucap pria tersebut lalu menyuruh anggotanya untuk bubar.
Kedua pria yang dikalahkan oleh Dafa dan Galang dibawa oleh anggota yang menjadi bagian dari anggota medis geng mereka. Seorang wanita yang tadi juga ikut menyerang Dafa mendekati Dafa dan berbisik di telinga Dafa, "Kau cukup menarik juga." Ia langsung meninggalkan Dafa begitu juga.
Dafa hanya bersikap dingin sembari memandangi mereka semua.
"Untung saja mereka mengakhiri pertempuran ini," ucap Dafa.
Galang melirik ke Dafa seperti melihat sesuatu yang aneh. "Eh … kau ingin pertarungan ini cepat berakhir? Bukannya kau bisa mengalahkan mereka semua?" tanya Galang.
"Ck … jangan bertanya hal yang nggak penting. Mending kita pulang ke rumah masing-masing, hari udah gelap banget," ucap Dafa yang mengalihkan pembicaraan lalu berjalan ke arah jalan pulang.
Galang mengikuti Dafa dari belakang lalu berjalan disamping Dafa. "Oh iya, kalau mereka menyerang kita lagi. Kau harus bagaimana? Apa kau akan menyerang mereka?" tanya Galang.
"Entahlah, aku sedang banyak kerjaan. Selagi mereka nggak mengganggu waktu kerjaku, aku takkan bertarung dengan mereka," jawab Dafa.
"Kau sudah dewasa ya Dafa," ucap Galang sembari mengusap rambut Dafa.
Mereka berdua berjalan untuk pulang bersama karena jalan rumah mereka memang searah namun beda blok.
__ADS_1
"Eh iya, aku lupa kalau tadi pengen beli lauk," ucap Dafa lalu berlari ke warteg yang tak jauh dari mereka.
...#### Solo Fighter ####...