
Episode 37 - Yin dan Yang
Keesokan harinya, saat berjalan melewati koridor sekolah, Dafa mendengarkan desas-desus dari para murid laki-laki tentang rumor adanya geng baru yang bernama Yin dan Yang. Geng baru tersebut mengalahkan para ketua divisi dari geng Harimau Putih.
Tentu saja Dafa agak bingung dengan cerita mereka, karena yang mengalahkan ketua divisi dari geng Harimau Putih adalah Dafa dan Galang. Yang lebih membuat bingung lagi adalah geng Yin dan Yang memiliki kekuatan seribu bayangan yang bisa membuat pasukan untuk mengalahkan geng Harimau Putih.
"Aku melihatnya sangat dekat dengan mata kepalaku sendiri! Satu orang yang tubuhnya sangat tinggi dan kekar mengeluarkan jurus seribu bayangan seperti di anime N*ruto." Seorang anak laki-laki berkacamata dengan gaya rambut belah tengah sedang berbicara dengan teman sebangku nya.
"Mana mungkin ada yang seperti itu. Kau mengarang ya …," ucap anak laki-laki gemuk yang menjadi teman sebangku laki-laki berkacamata rambut belah tengah tersebut.
"Ini beneran, buktinya hanya dua orang saja bisa mengalahkan geng Harimau Putih dengan mudah, " ucap laki-laki berambut belah tengah dengan serius.
"Benar juga, kan belum pernah ada geng lain yang mampu mengalahkan geng Harimau Putih. Apalagi hanya dengan dua orang," sahut laki-laki gemuk yang mulai yakin dengan ucapan temannya.
"Aku dengar juga kabarnya, jika kalian berhadapan dengannya segeralah mencari tempat persembunyian. Karena dia bisa menggunakan genjutsu untuk mengelabui mu," jelas laki-laki berambut belah tengah yang mengada-ada
"Makasih sarannya. Kira-kira kau tau ciri-ciri mereka?" tanya laki-laki gemuk.
__ADS_1
"Ah itu … mereka ada dua orang. Satu orang bertubuh tinggi dan sangat kekar. Jika ia meregangkan ototnya, seluruh pakaiannya akan robek. Dan satu orang lagi sama juga, namun ia agak gemuk dan memiliki kumis tipis," jawab laki-laki berambut belah tengah sembari menggaruk kepalanya karena takut salah.
Dafa yang mendengarkan pembicaraan mereka hanya tertawa kecil. Tiba-tiba ia didatangi oleh seorang anak yang ternyata pentolan asli dari kelas 9. Pria itu tubuhnya tak besar dan tak kecil, tubuhnya bisa dibilang sangat padat. Ia memakai kacamata dengan pakaian yang sangat rapi.
Ia berdiri di samping bangku Dafa lalu mengulurkan tangan. "Salam kenal, katanya kau mengganggu anggota ku ketika ia ingin membawa anak itu," ucapnya lalu menunjuk ke arah anak yang akan dijaga oleh Dafa.
Dafa mendongak ke atas karena sebelumnya ia menaruh kepalanya di meja. "Hah?! Apa kau pentolannya?" tanya Dafa tak punya rasa takut.
"Apapun itu masalahmu, jangan pernah mengganggu kegiatanku," ucapnya lalu meninggalkan Dafa.
"Maksudnya?" tanya Dafa dengan nada keras.
Suasana kelas menjadi sunyi ketika orang itu masuk ke dalam kelas Dafa. Tapi ketika keluar, kelas mulai kembali ke keadaan semula, namun dengan suara yang pelan karena ada Dafa.
Keberadaan Dafa sangat membuat ancaman bagi mereka. Namun Dafa hanya masa bodoh karena tugasnya hanya melindungi anak dari CEO, bukan untuk menjadi orang terkuat di sekolah tersebut.
Saat istirahat, Dafa berjalan menuju kantin. Entah kenapa Dimas tak masuk sekolah disaat Dafa ingin menanyakan suatu hal. Dafa berjalan sendiri sembari melewati kerumunan murid laki-laki dan perempuan.
Mereka semua memandangi ke arah Dafa. Karena mereka belum mengenal penuh dengan Dafa. Dafa hanya merasa cuek dan berjalan terus menuju kantin.
__ADS_1
Di koridor sekolah yang mengarah menuju kantin sekolah. Ada segerombolan murid laki-laki sekitar 12 orang sedang berjalan melewati kerumunan. Para murid memberi jalan bagi mereka, tampaknya mereka adalah kumpulan geng kelas 9.
Mereka berjalan melewati Dafa dan sengaja menyenggol Dafa hingga terjatuh. Dafa melirik ke arah mereka dengan tatapan sinis. Anak laki-laki yang menyenggol Dafa berhenti karena dilirik oleh Dafa kemudian diiringi dengan yang lainnya.
"Jangan ngehalangi jalan makanya," ucap anak laki-laki itu. Terlihat dari bet namanya, ia bernama Ramadana Yusril.
"Huft …." Dafa hanya menghela nafas lalu berdiri perlahan-lahan dan membersihkan pakaiannya.
"Maaf, karena menghalangi jalanmu. Tapi bukankah ini jalanku juga?" ucap Dafa dengan pandangan yang terlihat seperti mengejek.
Di sisi lain, ada kelompok Danu yang ingin berjalan menuju kantin. Tapi mereka menghentikan langkahnya karena melihat sosok Dafa yang berhadapan langsung dengan Yusril.
"Ah … mending kita ganti jalan aja daripada harus melewati dua monster itu," ucap Danu yang trauma ketika melihat Dafa.
Anak Laki-laki disamping Yusril tiba-tiba melemparkan sebuah pukulan yang mengarah menuju Dafa. Hal itu sontak langsung ditahan dengan Yusril namun tak sempat. Alhasil serangan itu melesat ke Dafa dan Dafa langsung mengelak.
Tak sampai disitu saja, Dafa menjatuhkan dirinya dengan cara menendang kaki anak yang menyerangnya dengan keras. Setelah itu Dafa menarik kerah belakang anak laki-laki itu hingga kebawah lalu melepaskannya.
Brak!!!
__ADS_1
"Jangan salahkan aku jika aku melawan," ucap Dafa dengan tersenyum.
...#### Solo Fighter ####...