
Episode 55 - Apakah ada sesuatu yang terjadi?
Suara tembakan dari sebuah pistol menggema di sekitaran jalanan yang sepi. Suara itu sampai terdengar hingga ke telinga Edric dan juga Angelina. Edric yang mendengar suara tembakan, langsung mencari asal sumber suara untuk memastikan hal yang terjadi. Sedangkan Angelina meneruskan perjalanannya ke pos polisi.
"Hampir saja. Kalau terlambat satu sekian detik, mungkin nyawaku bakalan hilang," ucap Dafa lalu menangkap pistol yang terjatuh dari langit.
...~...
Kembali ke kejadian saat Dafa hendak ditembak oleh seorang pria yang mengeluarkan pistol dari jaketnya. Saat Dafa sudah berjarak tiga meter dari pria yang ingin menembak. Dafa spontan menghindar dan langsung menendang pistol tersebut hingga melayang.
Dor!!!
Pistol itu menembak ke arah langit, kemudian melayang dan ditangkap oleh Dafa.
"Kalau diperhatikan, cuma dia saja yang membawa pistol. Apa kalian nggak ada yang bawa?" gertak Dafa, ia mengokang pistol yang ia ambil dari lawan. Lalu menodongkan ke arah mereka satu persatu.
"Kok rasanya nggak cocok ya," gumam Dafa, ia lalu menyimpan pistolnya ke dalam inventori sistem.
Semua orang yang melihatnya terkejut, pistol yang dipegang oleh Dafa tiba-tiba menghilang bak seorang pesulap yang menghilangkan seekor kelinci menggunakan topinya.
"Kenapa? Apa kalian baru pertama kali melihatnya? Ini namanya sulap!" ucap Dafa, lalu ia mengeluarkan pistol dari saku celananya.
"Tada!!! Keren nggak?" ucap Dafa sembari tersenyum lalu membungkukkan badan sebagai rasa terima kasih karena mereka ingin melihat pertunjukan sulapnya.
"Baiklah, lanjutkan acara yang tadi!" seru Dafa, ia menyerang mereka dengan cepat tanpa memandang kemampuan lawan sedikitpun.
Pukulan serta tendangan dihantarkan ke tubuh lawan. Satu demi satu musuh tumbang dengan cepat. Entah mengapa kali ini mereka tak dapat bangkit kembali. Entah karena lelah atau mungkin serangan Dafa terlalu sakit.
__ADS_1
Di saat Dafa menarik penutup wajah salah satu lawan. Dafa tiba-tiba langsung menjatuhkan pria tersebut dan mengunci tangannya.
"Bukannya kau dari Harimau Putih," ucap Dafa, ia kemudian mengelak dari serangan lawan yang lain lalu menyerang mereka.
"Sistem, bukan, tapi... Martis. Analisa mereka semua!" pinta Dafa dengan nada yang tegas.
Sistem langsung menganalisa mereka semua tanpa terkecuali. Bahkan Sistem dapat membuka penyamaran mereka hanya dengan melihat saja.
[ Tuan, seperti yang Anda ketahui. Saya tak mampu melihat dari geng mana mereka berasal. Tapi saya ingat dengan orang-orang yang pernah berurusan dengan tuan sebelumnya. ]
"Maksudnya?" Dafa masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Sistem.
[ Orang-orang yang pernah berurusan dengan tuan. Bisa dipastikan mereka dari anggota geng Harimau Putih. ]
[ Arya, Irwan, Jaka, Ilham, Vino, Akbar, Wahyu …, ]
Melihat nama-nama yang ditampilkan oleh Sistem. Dafa tersadar jika nama yang dicantumkan oleh Sistem hanya sembilan belas orang. Dan ada satu orang lagi yang belum disebutkan oleh sistem, bukan berarti sistem tidak mengetahuinya. Melainkan orang itu tak pernah terlihat oleh Dafa dan juga belum pernah berurusan dengan Dafa.
Dafa mulai paham dan mulai berjalan selangkah demi langkah ke pria tersebut.
"Dafa! Tangkap dia!"
Dafa menoleh ke sumber suara, ternyata itu adalah Edric yang menyuruh untuk menangkap pria yang bukan dari geng Harimau Putih.
Seketika pria itu langsung melarikan diri saat melihat Edric datang ke mereka. Dafa pun langsung mengejar dengan sekuat tenaga tanpa memikirkan apa yang terjadi nantinya. Namun tiba-tiba Sistem memberikan notifikasi dan menyuruh untuk tidak mengejar pria tersebut.
[ Jangan kejar pria itu tuan! Sangat berbahaya jika mengejarnya. ]
__ADS_1
Dafa pun berhenti kemudian melihat pria yang ia kejar mengacungkan jari tengah ke arah Dafa.
"Suatu saat nanti, jarimu akan ku cincang," gumam Dafa.
Edric kemudian menghampiri Dafa lalu memberikan air minum untuk menenangkan diri.
"Untung saja kau tidak apa-apa. Lupakan saja tentang pria tadi. Karena aku punya banyak pria yang sama seperti dirinya," ucap Edric, ia lalu memberikan tali kepada Dafa.
"Buat apa ini?" tanya Dafa.
"Kau ikat yang di sana, aku ikat yang di sana," ucap Edric sembari menunjuk ke arah geng Harimau Putih yang masih pingsan.
Tak lama kemudian, terdengar suara sirine mobil polisi datang ke tempat mereka. Semua orang yang diikat oleh Dafa dan Edric dimasukkan ke dalam mobil tahanan. Edric, Dafa dan Angelina lalu diminta untuk ikut ke kantor polisi sebagai korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Mobil Edric yang terbakar, segera dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Dan sebanyak 49 orang menjadi tersangka karena melakukan tindakan yang dilarang oleh hukum, apalagi menggunakan senjata api.
Berita pun tersebar dan terekspos ke seluruh platform media sosial. Dan karena berita itulah, Harimau Putih dihapus dari wilayah Selatan karena bekerjasama dengan geng Crocodile dari wilayah Utara.
...~...
Keesokan harinya, hari Senin. Dafa berangkat ke sekolah dengan semangat dan wajah yang selalu tersenyum. Ia menyapa seluruh murid di sekolah dan juga para guru. Sekolah SMP 32 menjadi sangat tentram dan tak ada satupun anak nakal lagi yang berani beraksi di sekolah itu.
Selama beberapa hari, bahkan minggu. Dafa menjalani kehidupan yang tenang dan menjalani Ujian tanpa hambatan sedikitpun. Ia juga sering melatih Dimas dan juga Galang. Dafa juga menghampiri beberapa kelas bela diri seperti Taekwondo, Judo, Karate, Boxing, Jiu-Jitsu dan Silat.
Tak lupa juga, ia sering berolahraga secara teratur hingga ia kembali memiliki tubuh yang ideal seperti yang diberikan oleh sistem sebelumnya.
Setelah melewati hari-hari yang tenang. Memiliki tubuh yang ideal, teman yang sudah mahir bertarung. Dafa pun memutuskan untuk pergi ke tempat Anton untuk menepati janjinya.
__ADS_1
...Season 1 - End...
...#### Solo Fighter ####...