Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 63 - Solo Fighter


__ADS_3

Episode 63 - Kesepakatan


"Setelah aku dipecat dari pekerjaanku, aku datang ke Indonesia karena di ajak oleh orang itu. Dia juga yang telah menyuruhku untuk membuat dunia geng di kota ini. Singkatnya, aku adalah generasi pertama yang masih bertahan hingga saat ini."


Anton yang telah mengetahui hanya diam dan menyimak ucapan dari Edric. Sedangkan Dafa sangat fokus untuk mengetahui identitas Edric sebenarnya.


"Orang itu? Siapa orang itu? Jelaskan lebih detail lagi!" tanya Dafa yang sedang mewawancarai Edric.


"Apa aku harus menjelaskannya juga?" tanya balik Edric.


"Tentu saja, itu sangat penting!" sahut Dafa.


Edric mengambil nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan perlahan-lahan.


"Baiklah …" Edric melirik ke tatapan Dafa yang sangat serius.


"Orang itu adalah orang yang sangat hebat dalam berkelahi. Sebelum ada ke lima geng besar di kota kita ini. Dialah yang paling disegani dan paling ditakuti oleh mereka, " jelas Edric dengan raut wajah serius.


Dafa dibuat semakin bingung, ia malah mengerutkan dahinya.


"Apa dia masih ada?" tanya Dafa.


Tiba-tiba Edric memalingkan wajahnya.


"Tidak, dia tidak ada. Tapi, dia berpesan kepadaku untuk melindungi anaknya dan menghancurkan dunia geng yang telah kami buat," jawab Edric.


Tiba-tiba setetes air mata menetes dari mata Edric, ia segera mengusapnya dan kembali tersenyum.

__ADS_1


"Jadi … Apa kita akan bekerja sama untuk menghancurkan dunia geng ini?" tanya Anton untuk mengembalikan suasana.


"Kau dari generasi ke berapa? Sepertinya tak jauh berbeda dengan Edric," ujar Dafa.


"Seangkatan dengan Edric, namun aku hanyalah orang tidak penting waktu itu," jawab Anton.


"Aku adalah pemimpin kedua di geng ini. Yang pertama adalah orang itu, yang disebutkan Edric," lanjut Anton.


"Aku semakin penasaran dengan orang itu," ucap Dafa.


"Ah, tapi yang jelas. Bagaimana perjanjian ku denganmu?" tanya Dafa yang mengingat tujuan ia datang ke tempat Anton adalah untuk menepati janjinya.


"Perjanjian ya … lupakan saja," jawab Anton.


"Generasi kedua adalah generasi yang paling buruk, generasi kedua adalah generasi mu Dafa," ungkap Anton lalu melipat kedua tangannya.


Anton menghirup nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.


"Sekarang aku membutuhkanmu untuk menjadi kekuatan dari geng Harimau Api. Karena lusa kita akan menyerang geng Psycho."


"Kenapa harus aku? Apa kalian tidak bisa sendiri?" tanya Dafa.


"Bukan begitu, ini sudah bukan era kami lagi. Jika kami turun tangan, berarti generasi pertama juga akan ikut campur dalam urusan ini," sahut Edric, lalu ia membuka hordeng yang menutupi jendela.


"Jadi, geng Psycho dan yang lainnya bukan dipegang oleh generasi pertama?" tanya Dafa yang masih bingung.


"Yups, generasi pertama mereka sudah tak bermain-main dengan geng. Melainkan lebih tingkat ke atas," jawab Anton.

__ADS_1


"Berarti itu …." Dafa menjeda ucapannya.


"Jadi maksud kalian, aku akan bekerja untuk kalian hanya sebagai alat tempur saja?" tanya Dafa.


"Lebih dari itu," jawab Anton.


"Pemimpin ketiga geng Harimau Api, orang yang dapat mengalahkan geng Harimau Putih dan Merah. Mulai hari ini, kau menjadi pemimpin Harimau Api," ucap Edric dengan wajah yang terlihat serius.


"Tapi tentu tidak gratis untuk aku bekerja dengan kalian," protes Dafa yang ingin imbalan.


"Tenang aja, 40% dari bisnis ku kau boleh ambil," ungkap Anton sembari tersenyum.


"Aku sedang butuh rumah baru, sebuah kendaraan pribadi, seorang supir dan beberapa bodyguard," ucap Dafa yang sedang bernegosiasi dengan Anton.


"Aku akan siapkan secepat mungkin!" sahut Anton dengan tegas.


"Terima kasih … kamu baik banget deh," ucap Dafa lalu memeluk Anton.


Edric dan Anton segera bangun dari kursinya.


"Aku pulang dulu, bos sedang menunggu ku di kantor," ucap Edric lalu meninggalkan mereka.


"Oke!" sahut Anton dan Dafa.


Dafa dan Anton saling bertatapan.


"Jadi, apa aku boleh bertarung di bawah tanah?"

__ADS_1


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2