Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 68


__ADS_3

Episode 68 - Dafa vs Anton


...[ STATUS ]...


...Name : Antonius Benjamin...


...Gender : Male...


...Strength : 2.150...


...Intelligence : 1.610...


...Speed : 2.080...


...Endurance : 1.730...


...Charismatic : 1.860...


...[ Max : 200 ]...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


"Aku kira stat ku udah paling tinggi, ternyata masih ada yang lebih tinggi," batin Dafa, ia merasa ragu untuk bertarung dengan Anton.


Bagaimana tidak! Stat yang dimiliki oleh Dafa hanya berkisaran ratusan, sedangkan Anton sudah mencapai ribuan.


"Jika Anton segini, berarti Edric tak jauh berbeda dengan Anton," batin Dafa.


"Kalo sedang bertarung, jangan melamun!" protes Anton, ia menendang Dada sisi kanan Dafa.


Lagi-lagi Dafa menangkis dan langsung menghindar. Walau ia merasakan sakit, ia bisa memulihkan keadaannya seperti sedia kala.


"Sudah kuduga, instingnya tak jauh berbeda dari ayahnya," gumam Edric yang menonton pertarungan mereka.


Pertarungan kecepatan dan ketangkasan pun dimulai. Anton dan Dafa saling beradu pukulan dan tendangan, kecepatan mereka bisa dibilang diatas rata-rata manusia normal. Saking cepatnya, penonton tak dapat menghitung serangan yang diluncurkan oleh mereka berdua.


...[ ALERT! ]...


...[ MISI BARU ]...


...[ GUNAKAN TEKNIK YANG TELAH DICOPY OLEH SISTEM ]...


Dafa pun melompat setinggi satu meter dan melancarkan tendangan putar.


Anton seketika kaget karena ia tak berpikir jika Dafa akan menggunakan tendangan putar, tapi ia langsung menghindari tendangan tersebut, namun tetap saja wajahnya terkena sedikit gesekan dari sepatu milik Dafa.


"Gerakannya sangat tidak normal," batin Edric dari kejauhan.


Anton yang tak ingin menyerah, ia pun menganggap bahwa pertarungan tersebut adalah pertarungan serius. Ia akhirnya menggunakan teknik-teknik terlarangnya untuk menghadapi Dafa.

__ADS_1


...[ ALERT! ]...


...[ SISTEM MENDETEKSI ADANYA AURA MEMBUNUH ]...


Dafa menghilangkan layar sistemnya lalu menatap wajah Anton yang menghadap ke arahnya. Matanya sangat tajam menatap ke arah Dafa. Tubuhnya sudah bersiap untuk melakukan serangan kepada Dafa.


Anton merasakan detak jantung yang sangat berdebar. Jantungnya memompa darah dengan sangat cepat. Tubuh Anton seketika panas, ia merasakan adrenalin pada tubuhnya.


[ Tuan, apa anda ingin mengaktifkan mode Blue Eyes? ]


"Apa aku sudah bisa mengaktifkannya sendiri?"


[ Tidak, tapi sepertinya insting tuan mendeteksi adanya bahaya. ]


"Aku akan bertarung dengan kemampuanku. Aku harus tau, sampai mana batas kemampuan ku."


[ Baiklah. ]


Karena Dafa kehilangan fokus akibat berbicara dengan sistem, ia pun kehilangan Anton dari pandangannya.


Dugh!!!


Sebuah pukulan yang sangat cepat dan kuat, melesat mengenai ulu hati yang dimiliki Dafa.


"Arrrggghhh!!!"


Dafa kehilangan kesadaran dan ia langsung berlutut untuk menahan kesakitan.


Anton hanya berdiri tegap di depan Dafa. Ia melihat Dafa seperti melihat sosok dirinya dahulu.


"Dafa, apa kau sudah mengalah?" tanya Anton, ia menempelkan telapak tangannya pada pipi Dafa.


Tak ada jawaban dari Dafa. Anton mulai panik karena takut pukulannya mengakibatkan luka fatal untuk Dafa. Anton lalu mendongakkan kepala Dafa untuk menghadap ke wajahnya.


"Sejak kapan matanya berwarna biru?" batin Anton yang terkejut melihat mata Dafa.


Anton melepaskan tangannya dari wajah Dafa, kemudian mundur beberapa langkah.


Belum sempat mundur, Dafa menendang dagu Anton menggunakan back flip. Kali ini Anton tak dapat menangkis akibat serangan dadakan dari Dafa.


Anton terjatuh sembari menahan kepalanya agar tak terbentur ke lantai.


"Kenapa dari tadi gerakannya sangat tidak realistis?" gumam Edric, ia sedikit demi sedikit mulai menyadari gerakan Dafa yang sangat tidak realistis.


Anton langsung berdiri untuk bersiap menerima serangan Dafa selanjutnya. Namun ternyata Dafa hanya berdiri tegap dengan wajah yang terkesan datar.


"Apa-apaan ekspresi itu," ucap Anton.


"Tunggu! Jangan-jangan …."

__ADS_1


Bugh!!! Bugh!!! Bugh!!!


Anton terkena serangan dari Dafa berkali-kali, sampai-sampai Anton tak dapat menahan serangan Dafa.


"Sejak kapan ia menguasai teknik CQC? Dan juga, aku tak pernah melihat teknik itu dengan jarak jangkauan yang sangat luas," batin Edric. Ia semakin tak percaya dengan semua teknik dan gerakan yang digunakan oleh Dafa.


Anton sama sekali tak berkutik, ia hanya menerima serangan dari Dafa yang tak pernah berhenti sedikitpun.


[ Fatigue : 80 ]


Serangan Dafa mulai melambat, namun daya serangannya masih sangat kuat.


Anton pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghindar dari serangan Dafa dan memulai untuk serangan balasan.


...----------------...


Javier Sotomayor, dia adalah seorang atlit lompat tinggi yang memegang rekor dunia saat ini. Rekor lompatannya tersebut mencapai 2.45 Meter. Jika kalian berpikir, apa ada lagi orang yang bisa melompat setinggi itu?


Jawabannya mungkin ada, tapi itu sangat tidak mungkin dan akan dipandang sangat tidak realistis.


...----------------...


[ Fatigue : 87 ]


Anton mendekati Dafa dengan berjalan perlahan-lahan. Dafa hanya berdiri tegap dengan tatapan kosong dan wajah yang datar.


Saat Anton masuk ke dalam jarak jangkauan teknik CQC milik Dafa. Anton memanfaatkan itu untuk menyerang Dafa. Keduanya saling melancarkan tendangan.


Semua penonton dibuat sangat kaget, begitu juga dengan Edric dan Anton.


Saat Dafa melakukan tendangan samping, ternyata tendangan itu hanyalah tipuan semata. Karena yang sebenarnya adalah, Dafa melompat setinggi 4 Meter dan melakukan tendangan putar.


Saat Anton hendak menangkis tendangan tersebut, Dafa malah merubah tendangannya menjadi Dragon Kick. Tentu saja Anton dibuat kaget dan panik.


Bugh!!!


Anton terpental hingga ke sisi ring kawat dan tak sanggup untuk berdiri. Ia melihat Dafa memiliki aura yang sangat menakutkan, namun sedikit demi sedikit aura tersebut padam dan Dafa pun ikut terjatuh akibat pingsan.


"Aku baru pertama kali melihat gerakan itu!" batin Edric dan Anton.


Dafa dan Anton dibawa keluar dari ruang bawah tanah. Mereka dibawa menuju ke ruangan Anton untuk beristirahat sekaligus menunggu Dafa siuman.


Edric yang menggendong Dafa terus mengingat gerakan yang dibuat oleh Dafa. Ia bahkan melakukan simulasi pada otaknya untuk mengikuti gerakan yang sama persis seperti Dafa.


Tapi ia tak bisa melakukan itu dan menganggapnya bahwa gerakan itu benar-benar tidak realistis.


Edric meletakkan Dafa di atas Sofa lalu duduk di kursi kayu yang menghadap ke jendela.


"Kau dan ayahmu memiliki bakat bertarung yang sangat baik. Namun kau itu sangat unik," ucap Edric.

__ADS_1


...#### Episode 68 ####...


__ADS_2