Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 56 - Solo Fighter


__ADS_3

Season 2


Episode 56 - Nicolas


"Dafa, aku mulai bosan. Hidup cuma gini-gini mulu. Kaga ada seru-serunya."


Seorang pria remaja berbaring di kasur sang pemilik rumah. Ia menikmati kacang yang dibelinya di minimarket sembari memandangi pria yang fokus belajar di meja belajar. Pria yang berbaring di atas kasur itu adalah Galang Wijaya Kusuma.


"Terus, apa masalahnya buat ku?"


Pria yang sedang belajar itu, seketika memutar kursinya untuk menghadap ke Galang. Dia adalah Dafa Setyawan.


Galang kemudian duduk dengan wajah yang terlihat bosan. "Nggak ada perkelahian, nggak ada gangster, nggak ada tawuran, nggak ada–"


"Berisik! Gara-gara perkelahian, nilai ujian ku kacau semua!"


Dafa membalikkan badannya ke posisi semula dan kembali belajar. "Siapa bilang nggak ada gangster? Harimau Merah masih berkeliaran di jalan," kata Dafa.


Galang hanya terdiam sembari memakan cemilannya. Belum ada satu menit, Dafa menoleh kembali ke arah Galang.


"Oh iya, hampir lupa. Mending kamu temenin Dimas ke tempat gym." Lalu Dafa kembali fokus ke buku pelajarannya.


"Terus kamu ngapain?" tanya Galang yang merasa kesal.


Dafa melirik Galang dengan tatapan ingin membunuh. "Nggak liat nih lagi ngapain?"


Galang berjalan menuju ke pintu keluar sembari berkata, "Lagi makan."


Setelah mengatakan itu, Galang langsung berlari keluar dari rumah Dafa untuk menuju ke gym.


"Cih … Tapi emang bener sih. Sangat membosankan!"


...~...


Bzzzzttt … Ding!!!


[ Tuan! Apakah anda sudah siap? ]


"Ya, aku siap!"


Seketika seluruh tubuh Dafa dilahap oleh cahaya putih dan menghilang begitu saja. Terdengar langkah kaki yang berjalan menuju kamar Dafa.


"Kak! Paket mu udah datang nih. Berapa harganya?"


Tiba-tiba Angelina membuka pintu kamar Dafa sembari membawa sebuah paket yang belum Dafa bayar.


Kreekkk


"Kak …."


...~...


Brukkkk!!!


"Arrrggghhh! Kenapa harus pake jatuh segala sih?"


Dafa berusaha bangun dan berdiri dengan tegap di sebuah tempat yang dipenuhi oleh angka biner.


"Martis!"

__ADS_1


Dafa memanggil sistem agar muncul untuk menemaninya di tempat tersebut. Layar panel yang berisi pilihan menu bar pun muncul di hadapan Dafa layaknya hologram.


"Berapa lama lagi sampai dia datang kesini?"


[ Dia sudah datang ]


Sebuah pintu tiba-tiba muncul persis di depan Dafa dan terbuka sendiri. Lalu keluar entah manusia atau makhluk lain, tidak jelas bagi Dafa untuk menjelaskannya. Ia terlihat seperti alien, tidak, tapi lebih cenderung seperti robot.


"Siapa kau sebenarnya? Apa yang kau inginkan padaku, sampai-sampai kau memberikan sistem kepadaku."


Makhluk aneh itu menghilang dari pandangan Dafa. Dafa langsung mencarinya menggunakan kedua matanya ke seluruh arah. Namun tak ada tanda-tanda jika ia berada di tempat itu.


Tiba-tiba, aura dingin meraba di punggung Dafa. Dafa yang merinding langsung menoleh ke belakang namun tak ada siapapun di sana.


Dafa mengembalikan pandangannya ke depan dan tiba-tiba. "Boo!!!"


Makhluk aneh itu berdiri persis di hadapan Dafa dengan tubuh melayang. Tatapannya seperti memindai Dafa dari atas hingga ke bawah.


Dafa mengernyitkan dahinya dan menatap makhluk itu dengan tatapan heran.


"Apa kau bisa berbicara menggunakan bahasa manusia?"


Setelah Dafa mengatakan itu. Makhluk aneh itu dengan cepat menatap wajah Dafa dan berkata, "Kau sudah layak."


Dafa dibuat semakin bingung lantaran ia sedang berada di tempat yang tak pernah manusia kunjungi dan berhadapan dengan makhluk yang aneh.


"Perkenalkan namaku Nicolas."


Seketika angka biner yang nampak berjatuhan malah berganti menjadi pemandangan yang sangat indah.


Tak hanya itu saja, ternyata makhluk aneh tersebut bukanlah alien ataupun robot. Melainkan ia juga manusia yang memakai sebuah kostum aneh. Untuk keberadaannya, yang pasti belum diketahui.


Mereka berdua saling berjabat tangan dengan wajah yang saling tersenyum.


"Eee … Bagaimana kau bisa disini?"


Dafa bertanya kepada Nicolas karena penasaran dengan tempat yang ia pijak saat ini.


"Aku adalah penemu. Bisa dibilang, aku semacam Profesor."


"Berarti kau sudah sangat tua dong."


Nicolas memasang wajah kaget saat mendengar perkataan Dafa.


"Benarkah?"


Tiba-tiba muncul sebuah cermin di tangan Nicolas. Nicolas lalu bercermin untuk memastikan apa dirinya sudah tua.


"Aku tidak kelihatan tua. Kau membohongi ku ya!"


Dafa mengangkat tangannya setinggi dada dan berkata, "Eh … Tidak!"


"Aku tak bermaksud mengatakan itu kepadamu."


Nicolas menganggukkan kepala karena paham dengan apa yang diucapkan Dafa.


"Kau pasti penasaran kan. Siapa diriku dan bagaimana aku bisa membuat tempat ini. Dan juga, kenapa aku bisa memberikan dirimu sebuah sistem."


Dafa yang penasaran langsung mendekat ke Nicolas.

__ADS_1


"Tentu saja aku penasaran. Bisa kau ceritakan semuanya?"


"Tapi ada syaratnya."


Dafa mulai ragu untuk menanyakan syarat tersebut. Namun karena dirinya ingin mengetahui identitas Nicolas dan juga ingin mengetahui lebih dalam tentang sistem. Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Nicolas.


"Apa itu?"


Nicolas hanya tersenyum kemudian menjentikkan jarinya.


"Aku memberikan sistem kepadamu bukan karena tidak ada alasan tertentu atau bisa dibilang uji coba. Melainkan aku memberikan sistem kepadamu karena kau memiliki tekad dan tujuan untuk menjadi seorang penguasa."


"Penguasa? Sejak kapan aku memiliki tekad tersebut?"


"Sejak kau lahir di dunia ini."


Perlahan-lahan Nicolas nampak memudar dari pandangan Dafa.


"Oh iya, Dafa. Mungkin ini menjadi pengalaman pertama dan terakhirku untuk bertemu denganmu. Aku harap kau bisa mewujudkan tekadmu tersebut."


"Hei! Kau tak berniat untuk pergi kan? Bukankah kau sudah berjanji untuk menceritakan dirimu dan bagaimana aku mendapatkan sistem!"


"Sudah ku katakan sebelumnya, jika kau adalah orang yang layak."


"Aku juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu, bahwa ayahmu masih ada kemungkinan jika ia masih hidup."


Nicolas pun menghilang dari hadapan Dafa. Meski masih ada rasa penasaran dan rasa kekecewaan. Dafa memahami itu semua. Dafa juga berpikir jika Nicolas sebenarnya memang tidak ingin memberitahu dari mana ia berasal.


Namun semangat Dafa tak patah begitu saja. Ia lalu memanggil sistemnya.


"Martis, kembalikan aku ke dimensi nyata!"


Seketika cahaya terang melahap tubuh Dafa dan mengembalikannya ke tempat semula.


Ding!!!


[ Tuan, ada pesan dari Nicolas ]


"Apa yang ia katakan?"


[ Katanya, "Aku hanya bercanda, kau bisa datang kapan saja. Tapi jangan di jam kerjaku." ]


"Eh … Berarti aku masih bisa menemuinya lagi?"


[ Yups ]


[ Satu hal lagi, karena tuan sudah mencapai level 50. Sistem akan membawa tuan menuju pengalaman yang lebih menantang. Dan juga akan ada peraturan dan tujuan pada sistem ini. ]


"Ahhh … Jadi, apa aku bakal mati jika aku tak mengerjakan misi?"


[ Bisa dibilang begitu. ]


"Ya ya ya, sepertinya menarik."


"Meski aku takut mati," batinnya.


"Sekarang jam 3 sore. Nanti aja kau menjelaskannya, aku mau pergi olahraga dulu."


[ Baiklah, Sistem tidak bisa apa-apa tanpa perintah tuan. ]

__ADS_1


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2