
Episode 57 - Geng Syndrome
Sore yang cerah, udara yang hangat. Terlihat banyak sekali para penduduk yang sedang berolahraga di taman. Begitu pula dengan Dafa yang tengah fokus berlari mengelilingi taman sebanyak lima puluh kali putaran.
Selang beberapa menit. Tiba-tiba Galang berlari dan mencari Dafa di taman. Wajahnya nampak pucat dan kebingungan, seperti ada sesuatu yang terjadi.
Galang pun bertemu Dafa dan langsung menariknya ke pinggir trotoar.
"Daf, Dimas nggak ada di tempat gym!"
Dafa mengeluarkan handuk wajah dari saku celananya, kemudian mengusap keringat yang membasahi wajahnya.
"Yaa … Terus kenapa?"
Dafa mengernyitkan dahinya karena heran melihat Galang datang dengan wajah yang pucat.
"Kata orang-orang di sana. Geng Syndrome datang ke sana, terus langsung bawa Dimas pake kekerasan."
"Kekerasan yang bagaimana?"
"Pisau!"
...~...
[ Tuan, apakah aku boleh memberitahukan peraturan sistem sekarang? ]
Dafa yang sedang berlari menuju ke tempat geng Syndrome mengabaikan apa yang dikatakan Sistem.
[ Tuan … :') ]
Di tengah perjalanan, Dafa berhenti sejenak seperti ada sesuatu yang dipikirkan olehnya.
"Galang, Siapa yang mengatakan jika Dimas dibawa oleh geng Syndrome?"
Galang yang masih berlari menyusul Dafa langsung berhenti ketika Dafa menanyakan sesuatu kepadanya.
"Entahlah … Aku juga nggak pernah liat dia."
Dafa yang mendengarnya seketika menendang kaleng minuman yang ada di jalanan.
__ADS_1
"Apa kau yakin jika Dimas benar-benar dibawa oleh geng Syndrome? Padahal tak semua orang tau tentang geng Syndrome."
"Kau yakin?" Galang tak percaya dengan ucapan Dafa.
"Ah … persetan dengan Syndrome. Kau cari orang yang mengatakan Dimas dibawa oleh geng Syndrome," ucap Dafa.
"Terus kau kemana?"
"Kemana lagi kalau bukan ke markas geng Syndrome," jawab Dafa lalu berjalan meninggalkan Galang.
Belum ada jarak tiga meter, Dafa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Galang.
"Kalau selama tiga puluh menit kau tak menemukannya. Langsung aja nyusul ke sana."
Galang pun mengangguk dan kembali ke tempat gym untuk mencari orang yang mengatakan jika Dimas dibawa oleh Geng Syndrome.
...~...
[ Tuan, apakah saya bisa menjelaskannya sekarang? ]
Dafa yang sudah berdiri di depan gerbang tempat pembuangan akhir. Ia langsung masuk ke dalam tanpa berpikir panjang.
Terlihat banyak sekali tumpukan sampah dan juga barang-barang yang bisa didaur ulang. Namun tempat itu terlihat sangat sepi dan sunyi. Tak ada satupun tanda-tanda kehidupan di sana.
Dafa mengikuti arah jalan hingga menuju ke sebuah gudang yang lumayan besar, mungkin sebesar garasi 4 mobil.
Dafa mengintip sedikit ke arah dalam dan berapa terkejutnya ketika melihat anggota geng Syndrome tergeletak di bawah.
"Apa yang barusan terjadi disini?"
Dafa melangkah lebih dalam dan masuk perlahan-lahan ke dalam gudang tersebut. Tak disangka, ada kepala yang menggantung di sebuah kail pengait. Dafa seketika mual dan memalingkan matanya ke arah lain.
"Apa itu barusan? Tempat ini terlalu berbahaya bagiku."
Dafa pun meninggalkan tempat itu karena terlihat bahaya jika terlalu lama di sana. Mungkin saja ada seseorang yang sedang menunggu kehadiran seseorang dan langsung membunuhnya kapan saja.
"Polisi, hal seperti ini harus polisi yang mengurus. Bukan urusanku jika berkaitan dengan pembunuhan."
Dafa segera keluar dari tempat pembuangan dan berdiri di depan gerbang. Ia membuka ponselnya untuk menelpon polisi. Tapi ia mengurungkan niatnya, jika ia melapor. Bisa dipastikan ia akan menjadi tersangka utama. Karena tak ada orang lain di tempat itu, selain Dafa.
Tak lama kemudian, terdengar dentuman besi yang sangat kuat dari arah gudang tadi. Awalnya Dafa ragu untuk mengecek tempat itu. Namun karena rasa penasaran, akhirnya Dafa pun memberanikan diri untuk mengecek tempat itu.
__ADS_1
[ Tuan, saya merasakan ada tanda-tanda kehidupan disini. ]
"Kau yakin?"
[ Sangat yakin. ]
Dafa pun ragu mendengar apa yang dikatakan Sistem.
"Jika ada sesuatu yang terjadi padaku. Apa yang akan kau lakukan?"
[ Memberikan pertolongan pertama. ]
"Baiklah!"
Karena rasa penasaran Dafa begitu besar. Dia pun langsung masuk ke dalam gudang dan melihat Dimas memegang sebuah pemukul baseball yang terbuat dari besi.
"Dimas! Apa yang kau–"
Dafa tak melanjutkan ucapannya karena melihat ada seseorang yang sedang menodongkan pistol di kepala Dimas.
"Kau benar, lebih baik aku tak kembali." Dafa merasa kecewa karena terlalu egois dengan dirinya sendiri.
"Bolehkah aku pergi dari sini? Aku tak punya urusan dengan kalian."
Dimas dan orang yang menodongkan pistol tak menjawab sepatah katapun.
"Oh, baiklah kalau begitu."
Dafa memutar badannya dan seketika seseorang yang menodongkan pistol ke kepala Dimas langsung mengarahkan arah tembakan ke Dafa lalu menarik pelatuknya.
Dor!!!
"Yups, aku sudah menduganya."
[ Apa tuan masih ingin kembali ke sana? ]
"Tidak! Aku tak ingin mati. Aku hanya ingin menetap di sini hingga Galang datang."
Ternyata sedari tadi adalah halusinasi dari Dafa. Dafa memperhitungkan apa yang akan ia lakukan sebelum mendapatkan konsekuensinya.
"Ah iya. Sembari menunggu, jelaskan aku peraturan dari Sistem."
__ADS_1
...#### Solo Fighter ####...