Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 9 - Solo Fighter


__ADS_3


Episode 9 - Dojang Taekwondo (Part 2)


Ketika aba-aba mulai telah berbunyi. Irfan melakukan serangan fatal ke arah Dafa dengan tendangan Bal Chagi. Hampir mengenai kepala Dafa, Dafa segera menghindari serangan itu dan langsung memutar badannya dan melakukan tendangan Dwi Chagi dan tepat mengenai dada Irfan.


Sanim tercengang melihat tendangan Dafa sangat sempurna, bahkan membuat Irfan sampai terpental sejauh 2 meter. Irfan yang terkena serangan dari Dafa tak merasakan efek rasa sakit dari tendangan tersebut. Bisa dibilang meski Dafa memberikan serangan yang fatal, tapi jika kondisi fisik yang dimilikinya tidak sesuai maka serangan itu sia-sia.


Irfan langsung mengangkat tangan untuk menyerah. Bukan karena kalah, tapi karena melihat Dafa memiliki potensi untuk melampaui dirinya.


"Kenapa berhenti?" tanya Sanim yang heran dengan sikap Irfan, tak biasanya ia menyerah begitu saja.


Irfan mendekati ayahnya lalu membisikkan suatu hal. "Ah … begitu ya," ucap Sanim dengan tersenyum.


Akhirnya Dafa dan Melisa mulai diberikan pelatihan khusus untuk mereka berdua, tapi yang paling diutamakan adalah Dafa.


Dalam sehari penuh, Dafa hanya melakukan squat dan jalan jongkok untuk latihannya. Seluruh kaki Dafa mengalami keram saat berjalan pulang.


Melisa yang mengayuh sepeda sambil mengikuti Dafa pulang juga merasa pegal. Berbeda dengan Dafa, ia hanya berlatih melenturkan anggota badan. Ia menghela nafas berkali-kali karena tak tahan dengan latihan yang diberikan Sanim.


"Huft … seharusnya dari awal bilang aja nggak usah ikut latihan," gumam Melisa yang kesal terhadap dirinya sendiri.


Saat diperjalanan pulang, Dafa berpapasan dengan Angelina yang sedang berbelanja sayuran di toko sayur. Dafa menghentikan langkahnya lalu melirik ke Melisa. "Kamu duluan aja, aku nungguin pulang bareng dengan adik," ucap Dafa lalu berjalan mendekati Angelina.


"Ah iya, t-tapi …." Belum sempat bicara, Dafa sudah terlebih dahulu meninggalkan Melisa. "Huft … susah ya buat dekatin dia," gumam Melisa lalu mengayuh sepeda untuk pulang.


Diperjalanan pulang, Dafa membantu Angelina membawakan beberapa barang belanjanya. Karena iseng, Dafa membuka menu status pada sistem untuk melihat statusnya saat ini.


...[ STATUS ]...


...Name : Dafa Setyawan...


...Level : 2...


...Age : 15...


...Gender : Male...


...Strength : 16...


...Intelligence : 9...


...Speed : 6...


...Endurance : 19...


...Charismatic : 9...


...Potential : 100...


...Poin Stats : 10...


...[ Max : 200 ]...

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


"Hah, kapan ada karismatik? Perasaan kemarin nggak ada," gumam Dafa yang mengingat bagaimana cara ia mendapatkan 'Charismatic' pada menu statusnya.


"Ah … aku baru ingat, ternyata kejadian tadi pas di sekolah," gumam Dafa yang mengingat misi [ Mencium Melisa ].


Angelina yang sedari tadi menyadari Dafa bergumam sendirian merasa aneh dengan kakaknya sendiri. "Kak, ngomong sama siapa?" tanya Angelina yang khawatir dengan kakaknya yang akhir-akhir ini mempunyai sifat aneh.


"Eh … hanya bicara sendiri kok," sahut Dafa sembari tersenyum ke Angelina.


"Kirain lagi kerasukan," ledek Angelina.


"Enak aja kalo ngomong," protes Dafa.


Angelina hanya tertawa kecil ketika melihat wajah Dafa yang sedang kesal.


...~~...


Selama enam hari penuh, Dafa selalu pergi ke Dojang untuk melakukan latihan. Ia juga telah diajari beberapa teknik dan juga dilatih untuk melenturkan anggota tubuh. Tak hanya itu saja, Dafa juga sering berolahraga di pagi hari saat akan berangkat ke sekolah dan di sore hari ketika pulang dari Dojang.


Namun Melisa tak hadir di hari berikutnya, sejak awal dia memang tak ingin berlatih bela diri. Namun ketika hari ketujuh, Melisa datang ke Dojang untuk melihat Dafa dan Irfan melakukan tanding ulang.


Dafa sekarang sedang mengganti pakaiannya di ruang ganti. Sepuluh poin stat yang ia dapatkan ketika bertarung melawan Rozak ia pakai untuk menambah stat, ia memberikan empat point ke 'Strength' dan sisanya ke 'Speed'.


...[ STATUS ]...


...Name : Dafa Setyawan...


...Level : 5...


...Age : 15...


...Gender : Male...


...Intelligence : 9...


...Speed : 12...


...Endurance : 19...


...Charismatic : 9...


...Potential : 100...


...Point Stat : 0...


...[ Max : 200 ]...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Sekarang Dafa terus memikirkan sesuatu tentang kegunaan level pada menu statusnya. Setiap ia menaiki level, tak ada satupun yang berubah. Namun ketika tak sengaja menekan teks 'Level', seketika terbuka menu rahasia lagi yang berisi hadiah kenaikan level, dari level 0 hingga level 5.


[ Level 0»1 : Mendapatkan point stat 20 ]

__ADS_1


[ Level 1»2 : Mendapatkan point stat 20 ]


[ Level 2»3 : Mendapatkan point stat 20 ]


[ Level 3»4 : Membuka menu toko ]


[ Level 4»5 : Menambahkan semua stat masing-masing 5 point ]


[ Claim ]


Dafa langsung menekan tombol [ Claim ] dan seketika semua menu stat ditambahkan 5 point dan juga pada menu [ Point Stats ] ia memiliki 60 point. Ia segera membuka menu statusnya kembali dan membagikan semuanya agar rata.


...[ STATUS ]...


...Name : Dafa Setyawan...


...Level : 5...


...Age : 15...


...Gender : Male...


...Strength : 40...


...Intelligence : 24...


...Speed : 32...


...Endurance : 34...


...Charismatic : 24...


...Potential : 105...


...Point Stat : 0...


...[ Max : 200 ]...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


"Wah, perubahan ku ternyata lebih cepat ya," gumam Dafa yang kagum ketika melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.


Kini Dafa tak lagi seperti anak yang kurang gizi, melainkan seperti petarung sejati. Tubuhnya berubah total hanya dalam enam hari, entah karena ia sering melakukan olahraga yang ekstrim atau karena ia menambahkan point stat pada menu 'Strength'. Yang jelas semua otot pada tubuhnya mulai terbentuk dan tinggi Dafa juga sekarang sudah 167cm yang sebelumnya 149cm.


"Dafa!" panggil Irfan yang sudah bersiap untuk latih tanding sekali lagi.


"Iya, sebentar!" teriak Dafa yang bergegas memakai dobok nya. Ia juga mengganti dobok nya yang awalnya ukuran M sekarang harus mengganti ukuran L.


Dafa keluar dari ruang ganti dan betapa terkejutnya ketika melihat Angelina dan Melisa datang ke Dojang. Tak hanya itu saja, ada beberapa juri dan Sabeum Nim dari Dojang lain yang datang untuk melihat pertandingan tersebut.


Merasa gugup atau canggung atau apalah itu. Dafa tak merasakan apapun. Ia sudah berbeda dengan beberapa hari sebelumnya. Bahkan aura yang dimilikinya sekarang lebih terasa berada daripada sebelumnya.


"Baiklah, aku siap!" gumam Dafa yang bersemangat.

__ADS_1


...### Solo Fighter ###...


__ADS_2