
Episode 69 - Geng Demon
Terlihat sebuah club malam yang memiliki banyak pengunjung. Lampu diskotik memancarkan cahaya berkedip kedip. Suara musik menggema membuat para pengunjung berdansa.
Di satu ruangan yang dijaga ketat oleh dua orang penjaga, di dalamnya ternyata ada geng Crocodile yang sedang minum-minum.
Tak hanya minum, mereka juga melakukan transaksi jual-beli barang-barang ilegal.
Genta Saputra, pemimpin geng Crocodile hanya melihat anak buahnya melakukan transaksi. Entah kenapa ia tak ikut minum-minum. Yang jelas, ia terlihat masih muda. Mungkin berusia 19 tahun.
"Apa kalian sudah dengar gosip kalau Harimau Api mengganti pemimpin?" tanya Arya, dia adalah nomor 4 di geng Crocodile.
"Ah … ganti atau nggak ganti pun, mereka sangat kuat," sahut Dirga, dia adalah nomor 3 di geng Crocodile.
"Menurutku, geng Harimau Api saat ini melemah," ucap Agan, dia adalah nomor 5 di geng Crocodile.
"Yups, bener banget! Aku denger-denger, mereka dipimpin oleh bocah SMP kelas 3," lanjut Jaka, dia adalah nomor 6 di geng Crocodile.
"Apa geng Harimau Api serendah itu sekarang? Sampai-sampai memilih pemimpin dari bocah yang belum puber!" kata Ilman, dia adalah nomor 2 dari geng Crocodile.
"Kekeke … mungkin saja Anton tak memperdulikan gengnya lagi. Dia kan sudah memiliki banyak bisnis," sahut pengedar nar**ba.
"Bener juga yang kau bilang," ucap Agan.
Genta hanya duduk diam termenung sembari memerhatikan pembicaraan mereka sebelumnya.
Bagh!!! Bugh!!! Duagh!!! Brakkk!!!
Tiba-tiba pintu ruangan mereka terbuka dan kedua penjaga yang menjaga ruangan mereka terlempar ke dalam ruangan.
Lalu masuk tiga orang yang wajahnya sangat familiar di mata Genta. Mereka berdandan layaknya remaja nakal di Amerika. Ternyata mereka adalah nomor 4 dan 5 dari geng Demon dan satu lagi adalah ketua geng Demon, yaitu Danu Purwantoro.
__ADS_1
"Woi cok, apa kabar?" tanya Danu sembari berjalan ke arah geng Crocodile.
"Lu gila ya?" sentak Jaka lalu menyerang Danu.
Nomor 4 dan 5 langsung menangkis serangan dari Jaka. Jaka mundur beberapa langkah untuk mengambil posisi kembali.
"Apa harus dua orang untuk melawanku?" sindir Jaka, ia melakukan footwork sembari mengatur nafasnya.
"Apa maumu datang kemari?"
Genta yang tadinya duduk, langsung berdiri dan berjalan ke arah Danu.
"Apa mauku? Apa kau lupa dengan perjanjian kita?"
Danu dan Genta berdiri berhadapan sambil memasang tatapan yang tajam.
"Perjanjian mereka ya perjanjian mereka! Kenapa harus aku juga yang kena imbasnya?"
Dugh!!!
"Sialan! Ternyata pukulanmu kuat juga."
Danu menahan pukulan Genta menggunakan lengannya.
Genta menarik tangannya, lalu menendang Danu dengan tendangan ke atas.
Danu yang kaget, ia reflek menangkis menggunakan kedua tangannya. Ia terpaksa mundur beberapa langkah karena merasakan sakit dari tendangan Genta.
"Apa memang sekuat ini pemimpin Crocodile?" batin Danu, ia meredakan sakit di tangannya dengan cara mengibaskan kedua tangannya.
Genta maju ke arah Danu sambil menyerang. Genta melayangkan pukulan jab, straight, hook dan uppercut secara terus menerus. Ia juga tak memberi celah perlawanan kepada Danu.
__ADS_1
Nomor 4 dan 5 Demon berusaha melindungi Danu. Namun yang terjadi mereka malah dihadang oleh anggota Crocodile yang lainnya.
Danu tersudut dengan membelakangi dinding. Ia tak dapat mengelak dari serangan Genta lagi. Bukannya cemas ataupun khawatir, Danu malah tersenyum seperti memiliki trik untuk mengalahkan Genta.
Saat Genta melayangkan pukulan straight ke arah Danu. Danu malah mendekatkan diri ke arah Genta, kemudian ia memeluk dan membanting Genta ke lantai.
"Kau pikir aku tak memiliki cara untuk mengalahkanmu!"
"Entahlah, tapi bukankah kau sudah kalah?"
Ternyata ketika Danu menjatuhkan Genta. Genta juga berusaha memeluk Danu agar tak kesakitan saat jatuh. Setelah itu ia mengunci Danu dengan kedua kakinya.
"Apa dengan kekuatan mu begini, kau mau mengalahkan kami?" tanya Genta dengan mimik wajah menyindir.
"Mungkin aku tak bisa bergerak. Tapi apa kau tau sesuatu, sebenarnya nomor 4 dan 5 itu kuat banget lho," ucap Danu dengan percaya diri.
"Apanya yang kuat banget? Meski begitu–" Genta menghentikan ucapannya setelah melihat nomor 4 dan 5 Demon berhasil mengalahkan anggotanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi barusan?" batin Genta dengan perasaan cemas bercampur kebingungan.
Genta melepaskan Danu dan berdiri untuk menjaga diri.
"Jangan lupa perjanjian geng kita," ucap Danu sembari menepuk pundak Genta.
Danu dan anggotanya pergi meninggalkan ruangan tersebut sembari menunjukkan jari tengah ke arah Genta.
Setelah tak terlihat dari pandangannya. Genta memukul tembok berkali-kali karena kekesalannya.
Ia mendekati Ilman dan meneriakinya. "APA KALIAN SEGITU LEMAHNYA?"
Genta keluar dari ruangan lalu membanting pintu.
__ADS_1
...#### Episode 69 ####...