
Episode 48 - Menguasai SMP 32
Dafa berjalan menuju sekolah sembari memandangi layar sistem yang menunjukkan misi untuk menguasai SMP 32. Ia selalu berpikir jika ia menguasai sekolah tersebut, maka ia sama saja seperti anak nakal lainnya.
Tapi ia juga memikirkan suatu hal.
"Hmmmm … dipikir-pikir sih, nggak ada salahnya menguasai sekolah itu. Kalo aku bisa ngebikin semua murid tunduk, misi dari CEO juga pasti bakalan selesai," gumam Dafa lalu masuk ke dalam pekarangan sekolah.
"Tapi aku mulai darimana dulu ya," gumam Dafa lalu menghentikan langkahnya sembari menatap ke seluruh gedung sekolah itu.
"Kalau di dalam komik sih. Aku harus mencari pemimpinnya lalu menjatuhkannya dari jabatannya," ucap Dafa lalu melanjutkan langkahnya menuju ke kelas.
Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang menepuk pundak Dafa.
"Hai Dafa!" sapa Dimas.
Dafa langsung menoleh ke arah seseorang yang menepuk pundaknya. Ketika melihat orang itu, ia langsung tersenyum.
"Darimana aja?" tanya Dafa. Mereka pun berjalan bersama menuju ke kelas.
"Aku sakit demam akibat keseringan belajar," jawab Dimas. "Oh iya! Aku dengar, kamu membentuk geng. Itu benar atau tidak?" tanya Dimas dengan ekspresi senang.
"Eeee … bisa dibilang iya, bisa dibilang nggak," ucap Dafa.
"Apa aku boleh ikut bergabung?" tanya Dimas.
__ADS_1
"Bu–bukannya aku tidak membolehkan. Tapi geng itu hanya untuk dua orang saja," jelas Dafa agar Dimas tak merasa kecewa.
"Begitu ya." Dimas menatap ke arah kelas yang berisi anak-anak geng Harimau Putih. "Aku dengar kalian menghabisi Harimau Putih dan Harimau Merah," kata Dimas lalu kembali menatap Dafa.
"Ya begitulah, kadang kita di atas kadang juga di bawah. Begitulah kehidupan ini terjadi," ucap Dafa lalu masuk ke dalam kelas.
Dafa dan Dimas duduk di bangku mereka masing-masing dan mengeluarkan buku dan peralatan belajar mereka.
"Kira-kira, apa kau tau cara menguasai sekolah ini?" tanya Dafa ke Dimas.
Dimas langsung menoleh ke arah Dafa, kemudian menarik kerah seragam Dafa. "Apa kau yakin ingin menguasainya?" tanya balik Dimas.
"I–iya! Emangnya ada apa?" ucap Dafa lalu melepaskan tangan Dimas dari seragamnya.
"Aku akan membantumu, dengan syarat ajari aku bertarung!" ucap Dimas dengan semangat.
"Kenapa kau ingin bertarung? Bukannya belajar dan menjadi anak baik itu lebih mudah. Jika kau bisa bertarung dan hidup di dunia seperti ku, kau akan menghadapi masalah yang sangat banyak," kata Dafa untuk membuat Dimas mengurungkan niatnya untuk belajar bertarung.
"Tidak, aku tetap akan belajar bertarung," bantah Dimas.
"Maaf aku membohongimu tentang aku sakit demam. Sebenarnya aku dirundung dengan anak-anak geng Syndrome sewaktu pulang dari ," lanjut Dimas dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Syndrome? Geng apa itu?" tanya Dafa yang baru pertama kali mendengar nama geng itu.
"Mereka geng yang masih kecil. Tapi mereka juga punya niatan untuk memperlebar wilayah mereka. Anggotanya campuran, ada anak SMP, SMA dan juga pengangguran," ucap Dimas.
__ADS_1
"Jika dibandingkan dengan Harimau Putih, siapa yang lebih kuat?" tanya Dafa.
"Syndrome, aku yakin Syndrome lebih kuat," jawab Dimas dengan sangat yakin.
"Kenapa bisa Syndrome? Bukannya Harimau Putih itu berada diperingkat ketiga, sebelum aku merebutnya," ucap Dafa dengan wajah yang ingin tahu.
"Itu karena Harimau Putih berhubungan langsung dengan Harimau Api. Siapa juga yang mau melawan geng Harimau Api. Harimau Api itu bukan kelompok geng anak-anak, bukannya aku udah menceritakan semua itu," jawab Dimas lalu melepaskan kacamatanya.
"Berarti aku adalah orang yang cukup diperhatikan dengan beberapa geng di wilayah selatan. Sepulang sekolah kita ke tempat geng Syndrome itu berada setelah itu–"
"Tidak, aku tak ingin merepotkan orang lain. Ajari saja aku cara bertarung. Aku juga sudah membuat janji dengan mereka untuk bertarung minggu depan. Jadi tolong bantu aku," ucap Dimas yang memotong ucapan Dafa sembari meraih tangan Dafa.
"Akan ku beri tau cara menguasai sekolah ini. Setelah bel istirahat, pergilah ke belakang sekolah. Di sana akan ada anak-anak nakal yang berkumpul, bukan geng Harimau Putih. Jika kamu berkata ingin menjadi penguasa di sekolah ini, mereka akan langsung menyerangmu.
Kalau kamu berhasil mengalahkan mereka semua. Kamu nanti diarahkan ke beberapa petarung lainnya, jika kamu mengalahkan mereka juga. Mereka akan membawa ke orang kedua yang menguasai sekolah ini, dan kalau tetap mampu mengalahkannya juga. Kamu akan dibawa ke nomor satu," ucap Dimas yang menjelaskan secara singkat namun jelas dan mudah dipahami.
Dafa mencatat itu semua di selembar kertas agak tak lupa. "Sepulang sekolah, apa kau ada kelas les?" tanya Dafa lalu memasukkan selembar kertas tersebut ke saku seragamnya.
"Tidak! Aku izin libur selama beberapa hari," sahut Dimas.
"Sepulang sekolah, ganti baju olahraga dan temui aku di taman kota," ucap Dafa lalu berdiri meninggalkan Dimas.
"Eh, kau mau kemana?" tanya Dimas.
"Mau buang air besar," jawab Dafa dengan lirih.
__ADS_1
...#### Solo Fighter ####...