
Episode 65 - Pertarungan Bawah Tanah
Jonathan, dia adalah seorang agen mata-mata militer Amerika yang ditugaskan untuk mengintai negara Rusia. Namun identitasnya terbongkar dan akhirnya tertangkap.
Di saat akan dibawa menuju ke pangkalan militer, tiba-tiba mobil yang membawanya mengalami kecelakaan. Jonathan lalu mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
Setelah keadaan mulai aman, ia lalu pergi ke dermaga untuk menumpang di kapal nelayan yang akan berlayar. Ternyata kapal tersebut adalah kapal penyelundup barang. Itulah mengapa ia sangat mudah untuk menumpang di kapal tersebut.
Malamnya, di saat Jonathan hendak tidur. Tiba-tiba ia kepalanya ditutupi menggunakan kain hingga ia pingsan. Saat bangun, ia sudah berada di ruangan yang sangat gelap. Kaki dan tangannya diikat menggunakan rantai.
Tak lama kemudian, terdengar suara orang yang sedang membuka pintu ruangan itu. Pintu itu terbuat dari besi, sehingga membuat seisi ruangan itu menjadi bising.
Saat dibuka, cahaya dari luar ruangan itu menyinari Jonathan. Seorang pria berkacamata dengan stelan jas putih masuk ke dalam ruangan itu.
Ia lalu masuk ke dalam, saat melangkah ke dalam, ia menyalakan rokok yang berada di tangannya.
Pria itu berdiri di hadapan Jonathan lalu berkata, "Kau akan ku kirim ke Indonesia. Kau akan ku beri 50% pendapatan dari penjualan mu." (Bahasa Inggris)
Jonathan tiba-tiba kaget mendengar itu lalu memberontak.
"Tak usah khawatir, kontrakmu hanya satu tahun." (Bahasa Inggris)
Pria itu menjambak rambut Jonathan untuk membuat mereka berdua saling bertatapan.
"Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk menghilangkan jejak, bukan." (Bahasa Inggris)
Jonathan hanya diam, ia tak memberontak lagi dan kembali duduk seperti semula.
"Itupun kalau kau bisa keluar dari sana hidup-hidup," (Bahasa Inggris) ucap pria itu sembari jalan meninggalkan Jonathan.
__ADS_1
Brak!!!
Pintu itu kembali menutup dan ruangan itu menjadi gelap. Jonathan hanya merenungkan dirinya sendiri dan merasa kesal kepada dirinya sendiri. Ia pun pasrah dengan kehidupannya dan mengikuti apa yang akan dikatakan pria itu selanjutnya.
...~...
Anton dikelilingi oleh para petarung bawah tanah yang hendak menyerangnya.
Peraturan dari pertarungan itu sederhana. Siapa yang mampu bertahan hingga 10 menit, ia akan lolos ke babak selanjutnya.
Namun yang menjadi masalah, orang yang ada di dalam arena tak hanya satu lawan satu. Melainkan semua akan menjadi lawan, sepuluh orang akan dimasukkan ke dalam arena pertarungan dan harus menyerang antara satu dan lainnya. Siapa yang bertahan hingga akhir, ia akan lolos ke babak selanjutnya atau menang.
Untuk mengurangi masa kontrak menjadi petarung bawah tanah, ia harus menjadi pemenang berkali-kali selama satu bulan. Jika ia berhasil, maka ia akan dibebaskan.
Dan yang menjadi masalahnya lagi, tak ada aturan di pertarungan itu selain peraturan bertahan. Jadi peserta boleh membunuh lawan, namun dengan syarat, masa kontrak mereka akan bertahan dan tak ada bayaran.
Meski begitu, banyak dari mereka yang telah membunuh lawan mereka. Karena saking banyaknya membunuh lawan, mereka menjadi terobsesi dan malah tak peduli dengan tujuan awalnya.
...~...
Sebuah papan layar raksasa menampilkan waktu untuk mereka bertarung. Wanita dengan topeng kelinci memberikan aba-aba untuk bersiap, lalu pertarungan pun dimulai.
"Kau jangan sekali-kali bertarung dengan Anton," ucap Edric kepada Dafa.
"Kenapa?" tanya Dafa yang penasaran.
"Karena …."
Para petarung ternyata menargetkan Anton untuk menjadi lawan mereka. Mereka semua bekerja sama untuk mengalahkan Anton. Tentu saja Anton tak hanya diam dan melakukan gerakan yang hampir sama seperti Bruce Lee.
__ADS_1
"… dia hampir menguasai seluruh teknik Jeet Kune Do. Dia adalah orang pertama yang mampu mengalahkan ku," jawab Edric.
Seorang pria dengan tubuh yang tinggi menyerang Anton menggunakan tendangan berkali-kali. Bahkan ia juga menggunakan tendangan putar untuk menyerang Anton.
Tentu saja Anton tak hanya diam dan menghindari serangan tersebut.
"Taekwondo ternyata. Tapi apa segitu saja kemampuan mu?" ucap remeh Anton lalu menggerakkan jarinya untuk maju.
Tiba-tiba dari sisi kanan Anton datang sebuah serangan pukulan yang sangat cepat. Pukulan itu membuat Anton terkejut, pukulan itu mengenai pipi Anton hingga Anton sedikit terpental ke kiri.
"Apa kau seorang petinju? Pukulan mu tak memiliki tenaga sama sekali," sindir Anton.
Dari belakang Anton, ada seorang pria dengan tubuh kekar yang hendak memukul Anton. Dengan cepat, Anton sedikit menghindar dan memukul dagu pria kekar itu dengan sangat kuat.
Pria kekar itu ternyata adalah seorang tentara yang berasal dari Korea Utara. Ia tumbang hanya dengan sekali pukulan dari Anton.
"Apa petarung yang kalian bawa adalah orang-orang lemah?" tanya Anton kepada wanita bertopeng kelinci dengan sangat keras.
"Awas dibelakang mu!" sahut wanita bertopeng kelinci yang panik.
Sebuah tendangan mengarah ke kepala Anton. Tendangan itu tepat sasaran dan membuat wajah Anton mencium tanah.
"Kau terlalu sombong," ujar pria Taekwondo.
Dafa yang melihatnya merasa perkataan Edric terlalu dilebih-lebihkan. Ia melirik ke Edric yang duduk di sampingnya, ia terlihat tenang, seperti tak terjadi sesuatu pada Anton.
Terdengar teriakan dari penonton yang terkejut. Saat Dafa mengembalikan pandangannya ke arena pertarungan. Ia melihat pria Taekwondo sudah tergeletak di pojokan dinding arena dengan wajah yang berlumuran darah.
"Jangan pernah memalingkan pandanganmu ketika bertarung dengan Anton," ucap lirih Edric kepada Dafa.
__ADS_1
Sebelas petarung yang melihat kejadian tersebut, mereka pun memiliki alasan untuk membunuh Anton. Akhirnya mereka semua langsung menyerang Anton secara bersamaan.
...#### Episode 65 ####...