
Episode 64 - Bisnis Pertarungan Bawah Tanah
Saat melangkah ke dalam pintu yang menuju ke ruangan bawah tanah. Terdengar suara sorakan yang tak asing lagi bagi Dafa. Sorakan itu adalah teriakan penonton yang menonton pertandingan bawah tanah.
Dafa dan Anton melangkahi anak tangga satu persatu menuju ke bawah.
Sesampainya mereka di sana. Mereka langsung mengambil kursi yang masih kosong di dekat para eksekutif Harimau Api dan tamu VVIP.
Semua orang menatap ke arah mereka berdua, karena hanya mereka berdua lah yang tidak memakai penutup wajah sama sekali.
"Ah, aku hampir lupa. Seharusnya kita kesini memakai topeng agar tak menjadi sorotan mereka semua," ucap Anton, ia menghiraukan mereka semua karena sudah terbiasa dengan hal seperti itu.
Tak lama kemudian, seorang wanita dengan stelan jas putih dan memakai topeng kelinci mendatangi mereka berdua.
"Tuan Anton, apa anda memanggil saya?"
Anton hanya tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Kau tunggu saja di sini dan lihat dengan baik," ucap Anton ke Dafa.
Anton dan wanita yang memakai topeng pergi meninggalkan Dafa menuju ke sebuah ruangan yang berada di belakang host.
Beberapa menit kemudian, Anton keluar dari ruangan tersebut dan turun ke bawah menuju arena pertandingan. Di tangannya terdapat sebuah mic yang ia genggam semenjak keluar dari ruangan tersebut.
"Cek, cek … Apa kalian sudah tak sabar dengan acara yang kalian tunggu-tunggu?"
Teriakan Anton menggema di seluruh arena.
"Tak perlu perkenalan diri, kalian pasti tau aku. Tapi hari ini, aku mengundurkan diri sebagai ketua Harimau Api dan jabatan itu akan dilanjutkan oleh anak yang di sana," ujar Anton, ia menunjuk ke arah Dafa.
Bisikan-bisikan pun terdengar dari mulut mereka.
__ADS_1
"Wah, beneran nih? Aku baru liat anak itu di sini."
"Apa yang dipikirkan Anton, sampai-sampai bocah ingusan seperti dia diberi jabatan sebagai ketua. Bukannya nomor dua takkan mengizinkan hal tersebut."
"Sepertinya aku pernah lihat anak itu. Tapi dimana ya?"
Perasaan Dafa menjadi bimbang untuk menjadi ketua Harimau Api. Apalagi ia belum pernah hidup di dunia gangster. Apalagi masuk ke dalam organisasi seperti Harimau Api.
"Apa kau merasa cemas? Tak usah khawatir, awalnya Anton juga seperti itu."
Dafa seketika menoleh ke samping kanannya karena mendengar suara Edric.
"Sejak kapan kau disini? Katanya tadi pulang," sahut Dafa.
"Bicaramu itu selalu tidak formal kepada orang yang lebih tua," tegur Edric.
"Tapi bagaimanapun itu, jagalah sopan santun mu ketika berbicara dengan orang dewasa," pesan Edric.
Dafa menundukkan kepalanya. "Maaf, saya akan berusaha untuk berbicara formal," jawab Dafa.
Dafa menaikkan wajahnya seperti semula dan tersenyum menatap Edric.
Kembali ke Anton yang berada di arena pertandingan.
"Tapi tentu saja aku tak memberikan jabatan ku sebagai bos bisnis ini," ucap Anton yang memakai mic.
"Ah sudahlah, tak ada gunanya memberitahu kalian. Yang penting aku tak memegang hak kuasa Harimau Api, tapi tetap saja aku adalah pemimpin Harimau Api."
Dafa dan Edric mengangkat alisnya lalu mengerutkan nya. Mereka bingung dengan apa yang dikatakan Anton.
"Apa dia gila?" tanya Dafa.
__ADS_1
"Mungkin iya," jawab Edric dengan singkat.
Anton lalu memberikan mic kepada topeng kelinci. Ia lalu membuka kemejanya dan terlihat tubuhnya yang kekar dipenuhi dengan luka sayatan.
"Dafa, akan ku tunjukkan siapa diriku sebenarnya. Aku memberikan geng Harimau Api bukan karena aku takut denganmu, melainkan ini perintah dari orang itu," gumam Anton lalu berdiri di tengah-tengah arena.
"Pasang taruhan kalian semua!" teriak Anton.
Jeruji besi yang digunakan untuk mengurung para petarung dibuka secara bersamaan.
Ada dua belas petarung yang mengelilingi Anton. Mereka semua adalah tahanan yang diculik oleh perusahaan Anton.
Beberapa dari mereka adalah mantan pasukan militer dari negara luar dan juga dari lokal.
Ada juga seorang ahli bela diri yang terobsesi dengan kekuatannya dan membunuh orang.
Ada juga pecandu n*rkoba yang sudah dikatakan tidak bisa ditolong lagi. Ia seperti zombie yang meski dipukul berkali-kali takkan tumbang.
Para penonton menjadi bingung ingin memasang taruhan kepada siapa. Karena di arena tersebut adalah petarung yang telah memenangkan pertandingan berkali-kali.
"Aku tak yakin Anton akan menang," gumam Dafa sembari mengusap dagunya.
"Apa kau Anton tak pernah menceritakan kepadamu?" tanya Edric setelah ia mendengar gumaman Dafa.
"Aku baru kenal Anton beberapa hari, tentu saja dia belum pernah cerita apa-apa," jawab Dafa.
"Aku pasang taruhan kepada Anton, ia pasti akan menghabisi mereka semua. Kau akan pasang taruhan kepada siapa?"
Pikiran Dafa dibuat penasaran, ia memikirkan seberapa kuat Anton sebenarnya. Saat ia mencoba menggunakan skill [Analisa] ternyata jarak antara Dafa dan Anton terlalu jauh.
Dafa menggenggam tangannya dengan sangat kuat lalu mengusap keringat yang menetes dari keningnya.
__ADS_1
"Aku tak memilih siapapun!"
...#### Episode 64 ####...