Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 43 - Solo Fighter


__ADS_3


Episode 43 - Yin dan Yang (Bagian 7)


Dafa melakukan tendangan putar 360 derajat ke arah anak laki-laki yang memakai brass knuckle. Tendangan itu tepat sasaran mengenai leher anak laki-laki yang memakai brass knuckle hingga tersungkur ke tanah.


Galang yang melihat Dafa menyerang lawan tanpa ragu. Ia lalu menyerang Harimau Merah yang akan datang menyerangnya juga. Galang yang telah mempelajari olahraga tinju selama tiga tahun, ia memukul lawan dengan pukulan jab dan straight. Bahkan ia juga melakukan combo pukulan dengan Dempsey roll.


Meski lawan sangatlah banyak. Ternyata tak banyak yang mahir dalam hal bertarung. Mereka hanyalah anak-anak yang terobsesi dengan geng motor dan masuk geng Harimau Merah dengan mengandalkan motor mereka.


Terlihat sangat jauh kekuatan mereka semua dibandingkan dengan Dafa dan Galang. Bahkan Dafa sudah menjatuhkan lima orang dalam waktu dua menit. Sedangkan Galang tujuh orang dengan waktu tiga menit.


Karena melihat dirinya tersaingi dengan Galang, Dafa tak ingin kalah dan menjadi sangat agresif dengan melakukan tendangan dan pukulan yang sangat kuat. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mengalami retak pada bagian rusuk dan beberapa bagian tulang lainnya.


Disaat Dada sedang terobsesi dengan kekuatan yang dimilikinya. Dafa tak menghiraukan lawan yang akan menyerangnya dari arah belakang. Karena Dafa sangat meremehkan mereka semua.


"Dafa! Awas di belakangmu!" teriak Galang yang melihat seseorang hendak memukul Dafa menggunakan tongkat baseball dari arah belakang Dafa.


Dafa sontak langsung menoleh dan hendak langsung menghindari serangan tersebut namun tak sempat. Dafa terkena pukulan di bagian kepalanya dan mengakibatkan Dafa pingsan seketika.


"Dafa!" teriak Galang.


Galang yang melihat Dafa pingsan langsung berlari ke arah Dafa namun dihadang dengan Danil.


"Mau kemana?" tanya Danil.


Galang menghiraukan nya sembari mendorong tubuh Danil. Danil yang kesal, ia menendang kaki Galang dan membuat Galang tersungkur.


Brukkkk


"Sialan!" bentak Galang.

__ADS_1


Danil terkekeh melihat Galang yang terjatuh. "Lawanmu itu disini. Ngapain juga lari ke sana," ucap Danil yang berusaha untuk membuat Galang agar tak lari ke arah Dafa.


"Ah Sial!" teriak Galang dan langsung menyerang Danil begitu saja tanpa pikir panjang.


Berbeda dengan yang lain, Danil lebih kuat dari yang lainnya. Bahkan bisa dibilang ia lebih kuat dari Galang. Tak hanya tinju, ia juga menguasai bela diri Muay Thai.


Galang melakukan combo pukulan dan Danil dengan mudah menghindarinya dan juga membalikkan serangan.


"Wah! Anak baru itu ternyata jago juga," ucap anggota geng Harimau Merah yang melihat Galang dan Danil bertarung.


"Inilah mengapa aku takut jika berhadapan dengan geng Harimau Merah. Karena di geng mereka ada Danil yang sangat kuat," batin Galang yang menerima pukulan dari Danil secara beruntun.


Namun karena kegigihannya dan juga memiliki rasa cemas terhadap Dafa. Galang tak ingin kalah dari Danil dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Danil.


Di sisi lain, disaat Dafa hendak habisi dengan geng Harimau Merah. Tiba-tiba Dafa terbangun dengan mata yang berwarna biru cerah. Tatapannya juga berubah menjadi sangat datar, seperti tatapan yang tak bisa dijelaskan.


Tanpa banyak pikir, geng Harimau Merah langsung melancarkan serangan ke arah tubuh Dafa dan dengan sekejap Dafa menghindari serangan tersebut dengan berguling ke samping tanpa tersentuh sama sekali.


"Siapa dia sebenarnya? Berapa bela diri yang ia pelajari?" tanya seorang yang terjatuh akibat serangan dari Dafa.


Dafa menghabisi satu per satu lawan dengan sangat mudah. Bahkan hanya dengan satu pukulan dan tendangan, mereka langsung terjatuh dan tak mampu untuk bangkit lagi.


"Apa dia seorang master bela diri? Semua bela diri ia kuasai dengan sempurna!" ucap anggota Harimau Merah yang mengamati cara bertarung Dafa.


Dafa melompat dan melakukan tendangan melingkar dan tendangan tersebut mengenai lima orang sekaligus. Mereka semua yang sudah merasakan serangan dari Dafa tak berani untuk bangkit kembali. Karena hanya dengan satu serangan mampu membuat tulang mana pun retak.


Kembali ke Galang dan Danil yang masih bertarung. Tiba-tiba seorang anggota geng Harimau Merah menyuruh anggota yang tersisi untuk segera berlari karena melihat Dafa sedang mengamuk.


"Lari semuanya! Sekarang jangan hiraukan peringkat geng kita! Yin dan Yang bukanlah geng yang mudah dikalahkan! Ketua mereka adalah monster!" teriaknya dan berlari terbirit-birit tanpa memikirkan anggota yang lainnya.


"Hah, Dafa mengamuk?!" batin Galang yang tak percaya.

__ADS_1


Dari kejauhan, terlihat Dafa yang berlari ke arah Galang. Dafa langsung menyerang Danil secara tiba-tiba dan membuat Danil terpental. Dafa menoleh ke arah Galang dengan tatapan kosong.


"Dafa, sejak kapan kau bisa mengamuk?" tanya Galang.


Dafa lalu menendang Galang dengan tendangan ke depan yang sangat kuat. Galang secara spontan menangkis serangan tersebut dan menjaga jarak dari Dafa.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Galang dan merubah tatapannya menjadi serius.


Galang melihat mata Dafa berwarna biru. Ia jadi teringat masa lalu ketika Dafa mengamuk saat masih SD. Galang meneteskan air mata dan berkata, "Semuanya sudah selesai."


Mata Dafa yang berwarna biru menjadi pudar dan kembali ke warna hitam kecoklatan. Dafa tersadar disaat ia masih berdiri dan hendak jatuh. Untung saja Galang sempat menahan tubuh Dafa.


Dafa melihat sekelilingnya yang dipenuhi anggota geng Harimau Merah yang tergeletak di tanah. Ia juga melihat bajunya yang dipenuhi bercak darah.


"Apa yang barusan terjadi?" tanya Dafa.


Galang tersenyum dan berkata, "Kau mengamuk dan menghabisi semuanya."


Dafa memasang wajah bingung. "Aku yang menghabisi mereka?" Dafa menunjuk dirinya. "Perasaan tadi aku pingsan," ucapnya dengan polos.


"Pokoknya begitu lah," sahut Galang. "Badanku capek semua. Pulang yuk," ajak Galang.


Dafa tersenyum dan menganggukkan kepala. Mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu tanpa memikirkan anggota geng Harimau Merah yang masih tergeletak di tanah.


...~...


"Arrrggghhh! Kenapa badanku sakit semua?" gumam Danil yang terbangun dari pingsannya.


Ia lalu teringat disaat Dafa menendang dadanya.


"Sejak kapan anak itu bisa menjadi kuat," ucapnya sembari mengelus dadanya karena masih merasa sakit.

__ADS_1


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2