
Episode 58 - Dafa dan Martis
"Jelaskan padaku, apa saja peraturan dari sistem!"
[ Baik tuan! ]
...[ Rules and Regulations ]...
Player harus menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem, tanpa terkecuali.
Player harus menyelesaikan misi sebelum masa tenggang berakhir.
Player tidak boleh bernegosiasi dengan sistem untuk meringankan misi.
...[ ... ]...
Dafa membaca tiga peraturan yang diberikan sistem sembari menggaruk kepala. Dafa membayangkan jika aturan dan peraturan yang dibuat oleh sistem tak begitu berat.
"Lalu apa hukumannya jika aku melanggar?"
...[ Penalty ]...
Jika player melanggar peraturan, maka akan dikenakan hukuman berupa pengurangan 100 point stat, untuk setiap satu stat.
Jika player tidak berhasil menyelesaikan misi. Maka player akan dikirim ke dimensi yang dimana, player harus melawan petarung sebanyak 60 orang dan bertambah setiap menitnya.
Jika player melanggar sebanyak tiga kali. Maka sistem berhak mencabut hak kepemilikan dan membiarkan player mati.
__ADS_1
...[ ... ]...
Dafa seketika panik saat membaca hukuman yang ketiga. Awalnya ia menyepelekan peraturan yang dibuat oleh sistem. Namun saat melihat hukumannya, ternyata ia tak boleh memandang rendah.
"Huft … ternyata hukuman dari sistem lebih menakutkan. Daripada mati ditembak oleh seorang pembunuh," ucap Dafa lalu menghilangkan seluruh panel sistem.
"Tiga peraturan, tiga hukuman. Lalu, apa tujuanku?"
...[ Goal ]...
Player harus menjadi master bela diri yang tak terkalahkan.
...[ ... ]...
Disaat Dafa memahami semua yang diberikan oleh sistem. Tiba-tiba panel misi muncul di hadapan Dafa dan memberikan misi baru untuk Dafa.
...[ Misi ]...
...[ Masuk ke dalam gudang dan temukan dalang pembunuh mereka semua ]...
...[ Reward yang akan didapatkan ]...
...[ 10.000 gold & 100 point stat ]...
...[ Waktu terakhir sebelum matahari terbenam ]...
"Dari awal niatku kesini adalah mencari Dimas dan melawan geng Syndrome. Bukan lari meninggalkan Dimas dan takut kepada geng Syndrome," gumam Dafa lalu melangkahkan kakinya ke dalam gudang.
Tiba-tiba ada seseorang yang menendang Dafa dari samping pintu masuk dan membuat Dafa terdorong beberapa meter.
Dafa melihat orang itu dengan pakaian serba hitam. Bahkan memakai penutup wajah agar tak diketahui oleh orang.
Dafa pun berdiri dengan cepat dan mengambil langkah-langkah untuk menyerangnya.
Pria dengan pakaian serba hitam itu mengambil sebilah pisau dari sakunya lalu menodongkan ke arah Dafa.
"Hei bro! Tenang sedikit bisa nggak."
Dafa sedikit ragu jika berhadapan dengan lawan yang memakai senjata tajam. Meski sebenarnya ia bisa melawannya, tapi tetap saja rasa takut masih ada pada dirinya.
Pria hitam itu diam saja dan memberikan isyarat kepada Dafa untuk membalikkan badan.
Dafa mengernyitkan dahinya dan mau tak mau ia melakukan Dwi Chagi ke pria yang memakai pakaian serba hitam.
Bugh!!!
Pria itu mendadak melepaskan pisau yang berada di genggamannya dan terpental ke tembok dengan sangat kuat.
"Fiuhhh!!! Aneh banget. Masa pria sekelas kamu bisa mengalahkan semua anggota geng Syndrome."
"Kau merendahkan aku!"
__ADS_1
Dafa sangat mengenali suara pria berpakaian serba hitam. Meski ia tak percaya, ia melangkah ke pria itu dengan sangat cepat.
"Jangan mendekat!"
Dafa pun menghentikan langkahnya.
"Apa alasanmu melarang aku mendekati dirimu?"
Dafa melanjutkan langkahnya ke pria itu.
"Dafa! Aku bisa jelaskan semua ini."
Pria itu melepaskan penutup wajahnya dan terlihat wajah Dimas yang dulunya polos kini menjadi seorang pembunuh.
Dafa mendekati Dimas dan langsung memeluknya.
"Apa yang sudah kau lakukan?" ucap lirih Dafa.
Seketika Dimas menangis tersedu-sedu saat Dafa menanyakan itu sambil memeluk.
"A–aku tak kuat lagi … M–mereka membunuh kakakku, membakarnya. Apa aku harus diam saja saat melihatnya?"
"Dimas …."
Dafa tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia memeluk Dimas dengan sangat erat dan berusaha menenangkan Dimas. Belum ada tiga menit, tiba-tiba Galang datang sendirian dan terkejut ketika melihat ada sebuah kepala yang menggantung di besi pengait.
"Dafa, apa kau yang melakukannya?" tanya Galang lalu mendekati Dafa.
"Dimas, apa yang terjadi sebenarnya?" Dafa bertanya kepada Dimas karena ingin mengetahui lebih jelas.
Dimas melepaskan pelukan Dafa lalu mengusap air matanya.
"Bukan aku pelakunya. Aku juga punya niat untuk membunuh orang itu. Tapi ternyata tak ada di sini," ucap Dimas.
"Kau bilang tak ada di sini. Berarti mereka ini hanya sebagian saja?" tanya Galang, ia mengamati keadaan sekitar yang dipenuhi dengan orang yang terbujur di bawah.
"Iya, aku tau persis anggota geng Syndrome," jawab Dimas.
"Sebentar … Kalian tunggu disini sebentar!"
Dafa meninggalkan mereka berdua keluar. Ia lalu menampilkan misi yang diberikan sistem dan berhasil. Tiba-tiba muncul misi baru yang cukup membuat Dafa tercengang saat melihatnya.
...[ Misi ]...
...[ Akan terjadi pertempuran yang sangat hebat antara geng Syndrome dan geng Psycho. Misi anda adalah mengalahkan kedua geng itu hingga mereka tunduk kepada Anda. ]...
...[ Reward yang diberikan ]...
...[ Golden Key ]...
...[ Waktu terakhir hingga esok hari ]...
Dafa yang tertekan dengan misi yang diberikan oleh Martis pun mencoba berteriak dan membuat kaget Galang dan Dimas.
"SISTEM GILAAAAAAAAA!!!!!"
__ADS_1
...#### Solo Fighter ####...