Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 70


__ADS_3

Episode 70 - Geng Demon (Bagian 2)


Terlihat Danu dan anggotanya berjalan di pinggiran jalan. Mereka menabraki orang-orang yang menghalangi jalan mereka.


Sampai pada suatu saat, mereka menabrak pria berbadan besar dengan tato yang menyelimuti badannya.


"Hei, apa kau tak punya mata?" tanya pria itu dengan kesal. Wajahnya tak terlihat karena ia memakai topi.


Danu hanya terkekeh dan langsung melayangkan pukulan ke wajah pria tersebut.


"Mulai saat ini, jalan ini sudah kami kuasai!" bentak Danu lalu meninggalkan pria tersebut.


Belum meninggalkan beberapa langkah, pria yang dipukul oleh Danu melayangkan pukulan kepada Danu.


Pukulan yang dilayangkan sangat berbobot, bahkan suara anginnya sampai terdengar.


"Siapa kau? Berani-beraninya masuk ke wilayah Crocodile!" bentak pria tersebut.


Danu dan kedua anggotanya menunjukkan tato di punggung tangannya.


"Demon!" ucap pria itu yang terkejut.


"Sialan, jika bukan kalian. Sudah aku habisi sampai mati," lanjutnya lalu meninggalkan Danu.


"Oyyy … Oyyy … Oyyy!!!"


Danu memanggilnya dan menatap pria itu dengan tatapan tajam. Pria itu menghadap ke arah Danu.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya Danu lalu berjalan mendekati pria tersebut.


Pria itu tak menjawab dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Danu.


Danu terpental dan tergeletak di tanah. Lalu kedua anggota Danu menyerang pria itu bersamaan.


Entah siapa pria tersebut, dia sangatlah kuat. Bahkan dia bisa mengimbangi kecepatan kedua anggota Danu.


Tak lama kemudian, Danu bangkit kembali dan kembali menyerang pria tersebut.


Lagi-lagi Danu terpental, namun kali ini dia tidak pingsan. Dia mencoba menyerang kembali, namun lagi-lagi hasilnya sama.


Hingga akhirnya, geng Demon terkapar di tanah dan pria tersebut meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Pasti perang antar geng akan terjadi lagi," ucap pria tersebut.


...----------------...


Selang beberapa menit. Danu siuman sambil melihat cahaya bulan yang redup.


"Sial, sial, sial, sial!!!" Danu memukuli kepalanya berkali-kali.


"Kenapa aku bisa kalah? Apa aku bertambah lemah? Atau lawanku yang terlalu kuat!"


Kedua anggota Danu terbangun mendengar ocehan Danu. Tak banyak omong, mereka berdua berdiri dan menyalakan rokok.


"Sepertinya kita harus mencari kekuatan lagi atau kita harus meningkatkan kekuatan kita. Anggota kita hanya 20 orang, namun yang bisa diandalkan hanya 7 orang saja," ucap nomor 5.


"Benar yang dikatakan dia. Kita harus memperkuat geng kita dan membuang anggota yang lemah," sahut nomor 4.


Danu menatap kedua anggotanya dan berkata, "lakukan apa yang kalian katakan tadi. Aku ingin pergi sendirian."


Danu lalu berdiri dan meninggalkan mereka.


"Apa kita harus mencari anggota baru?" ucap nomor 5.


...----------------...


Tiba-tiba, terdengar ke gaduhan yang tak jauh dari tempatnya. Danu mengintip kegaduhan tersebut dan ternyata Danu melihat gerombolan orang dengan pakaian kemeja putih dan celana hitam.


Mereka tidak lain adalah Geng Psycho. Di arah berlawanan, terlihat dua remaja yang memakai jaket Geng Harimau Api.


Geng Psycho yang berjumlah tujuh orang langsung menyerang Geng Harimau Api. Awalnya Danu tak ingin ikut campur, karena hanya dia sendiri yang tak membawa anggota satupun.


Namun entah kenapa, ia malah berlari ke Geng Psycho dan menghajar mereka semua.


Tapi ternyata, itu hanya sebentar. Danu malah diserang oleh tiga orang dan merasa kewalahan. Sedangkan di sisi Harimau Api, mereka hampir tak dapat menyerang Geng Psycho.


Tiba-tiba Geng Psycho mendadak berhenti dan kaget setelah melihat seseorang dari kejauhan datang mendekati mereka.


Danu yang tak tahu apa-apa, ia malah mengambil kesempatan itu untuk menyerang Geng Psycho. Namun tetap saja, Danu dihajar habis-habisan dengan Geng Psycho.


Seseorang yang membuat mereka berhenti bertarung adalah Dafa. Kini ia tampak lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan aura mengerikan mampu membuat lawan terintimidasi.


"Kenapa kalian tak ada habisnya datang ke wilayah kami?" tanya Dafa, ia lalu melakukan footwork dan langsung menyerang geng Psycho.

__ADS_1


Tak ingin mendapat serangan dari Dafa, Geng Psycho kabur meninggalkan mereka. Tersisa Danu seorang diri yang menatap Dafa dengan tatapan penasaran.


"Apa kau Dafa?" tanya Danu sembari menjaga jarak dengan Dafa.


"Danu dari Geng Demon ya," jawab Dafa.


Dafa dapat mengetahui Danu dari sistem miliknya. Ia dapat menganalisa orang dari jarak yang telah ditentukan oleh sistem.


"Kau itu adalah yang terlemah dari kelima geng besar di kota ini," ucap Dafa lalu mendekati Danu.


"Jangan mendekat! Anggotaku sebentar lagi akan datang!" bentak Danu. Sebenarnya ia hanya berbual tentang anggotanya yang akan datang.


"Pffftt … bukannya dari kelima geng besar di kota ini. Geng kalian yang mempunyai anggota paling sedikit," ejek Dafa.


"Mana mungkin geng mu datang kemari. Lagian, aku dengar-dengar. Di geng kalian, yang diandalkan hanya 7 orang."


"Tapi dari 7 orang itu, yang aktif hanya kau, nomor 4 dan 5. Sisanya ada yang menghilang dan masuk lapas."


Mendengar ucapan Dafa, Danu tak berpikir panjang dan menyerang Dafa dengan kemampuannya.


Dafa hanya mengelak dan tak memberikan perlawanan kepada Danu.


"Dipikir-pikir, kalian sama seperti anjing yang menuruti perkataan tuannya," ucap Dafa.


"Kau sebenarnya menjadi ketua geng Demon bukan karena keinginan mu kan?" tanya Dafa, ia lalu mencekik Danu dan mengangkatnya ke atas.


"Siapa yang memberitahu itu?" tanya Danu dengan nada yang hampir kehilangan suara.


Dafa melepaskan cekikan nya dengan melemparkan Danu ke tanah.


"Jika kau ingin menjadi kuat, lampaui lah semua yang menghalangi mu." Dafa mengambil air minum dari tasnya dan memberikannya kepada Danu.


"Aku ingin beraliansi denganmu, bayarannya akan ku buat kau menjadi kuat," ucap Dafa sambil tersenyum.


"Jika kau mau, datanglah ke sini." Dafa memberikan kartu nama milik Anton.


Dafa lalu meninggalkan Danu dan berteriak, "aku tunggu kedatanganmu!!!"


Danu mengambil kartu nama yang diberikannya Dafa, lalu meremas dan membuangnya.


"Siapa juga yang butuh bantuanmu!" gumam Danu lalu pergi meninggalkan taman.

__ADS_1


...#### Episode 70 ####...


__ADS_2