
Episode 40 - Yin dan Yang (Bagian 4)
"Tidak! Aku tidak menolak tawaran mu. Hanya saja, itu terlalu menakutkan jika berurusan dengan gangster," jawab Dafa.
Edric tersenyum lalu memalingkan pandangannya. "Ternyata hanya orang bod*h yang memberi tawaran kepada bocah," ucap lirih Edric.
Meskipun lirih, ucapan itu terdengar ke telinga Dafa. "Apa maksudmu barusan?" tanya Dafa dengan raut wajah kesal
"Lupakan saja. Lanjutkan tugasmu dari CEO, lupakan saja jika aku memberi tawaran ini kepadamu," ucap Edric.
"Oh iya satu lagi. Kau dan temanmu takkan bisa keluar dari dunia gangster selama kau masih hidup," lanjut Edric lalu berdiri dan keluar meninggalkan Dafa.
Dafa memasang wajah dan tatapan bingung. "Maksudnya apa?" ucap Dafa sembari mengangkat kedua pundaknya.
...~~~~...
Di perjalanan pulang, Dafa mampir ke minimarket untuk membeli mie instant untuk persediaan makan malam. Disaat sedang memilih mie yang disukainya, tiba-tiba ada segerombolan orang memakai jaket jubah berwarna putih.
Mereka adalah geng Harimau Putih yang sedang menagih biaya keamanan ke seluruh toko yang ada di wilayahnya. Karena tak ingin berurusan dengan mereka, Dafa berdiri diam sesaat sembari menunggu mereka keluar.
Namun tak seperti yang dipikirkan. Ada seorang anggota Harimau Putih berjalan mondar-mandir hingga ke tempat Dafa berdiri. Saat orang itu melihat Dafa, Dafa memberikan senyuman dan berpura-pura tidak mengenal mereka.
Dafa mengambil keranjang belanjaannya dan segera pergi ke kasir untuk membayar. Awalnya geng Harimau Putih tak menghiraukan Dafa dan menganggap jika Dafa hanyalah anak SMP biasa.
Namun disaat Dafa menoleh ke arah mereka. Mereka seketika memasang posisi untuk siap bertarung. Dafa yang melihatnya juga ikut terkejut dan tak sengaja melepaskan keranjang belanjaannya.
"Kenapa kalian kesini?" tanya Dafa.
"Heh! Kau yang kenapa bisa ada disini?" tanya balik seorang anggota yang berambut keriting.
"Aku sedang belanja. Kalo kalian sedang apa?" balas Dafa.
"Ooo … kami sedang menagih uang keamanan," jawabnya.
__ADS_1
Dafa mengambil keranjang belanjaannya dan meletakkan di meja kasir. Dafa lalu mengambil uang dari inventori yang membuat seakan-akan Dafa sedang melakukan sulap.
"Bagaimana kau melakukan itu?" tanya kasir yang bingung dengan tangan Dafa yang tiba-tiba mengeluarkan uang kertas.
"Eh …." Dafa sadar jika ia terang-terangan memakai sistem.
"Ini hanya trik, sebenarnya aku sudah mengambil uang dari saku," ucap Dafa.
"Boleh ajarkan aku cara melakukanya," ucap anggota berambut keriting.
Dafa mengelus dagunya. "Hmm … trik ini sebenarnya warisan dari nenek moyang ku. Jadi aku tak bisa mengajarkan kepada siapapun," ucap Dafa.
"Totalnya dua puluh ribu, uang yang diterima lima puluh ribu, kembaliannya tiga puluh ribu. Mau pakai kantong ramah lingkungan atau tas belanjaan," ucap kasir.
"Ah … saya bawa pakai tas saja," jawab Dafa lalu mengambil semua mie instant dan memasukkan ke dalam tasnya.
Dafa mengambil uang kembalian beserta struk nya lalu keluar dari minimarket sembari menghela nafas lega.
"Untung saja mereka nggak nyari masalah," gumam Dafa.
...~~~~...
Angelina keluar dari kamarnya dengan memakai AirPods. Ia juga melakukan tarian saat keluar dari kamar. "Kenapa kak?" tanya Angelina.
Dafa berjalan menuju kamarnya sembari berkata, "Di sekolah, Galang membuat onar atau tidak," ucap Dafa.
"Eee … dia hanya diam aja sih. Kayak gak seperti biasanya. Tapi katanya dia pengen main ke rumah," jawab Angelina.
"Oh, ya udahlah," ucap Dafa lalu masuk ke kamar kemudian menutup pintu.
...~~~~...
Singkat waktu, ketika Dafa sedang membaca komik. Ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Dafa beranjak dari kasur dan segera melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya.
Saat membuka sedikit tirai untuk mengintip, ternyata yang ingin berkunjung ke rumah Dafa adalah Galang. Dafa segera membuka pintu dan menyuruh Galang untuk masuk.
__ADS_1
"Tumben kesini, masuklah," ucap Dafa mempersilahkan Galang untuk masuk ke rumahnya.
"Makasih," ucap Galang lalu melepaskan sandalnya dan masuk ke dalam rumah.
Galang duduk di ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Dafa lalu datang sambil membawa dua gelas dan teko yang berisi es sirup kemudian meletakkan di atas meja.
"Ada apa gerangan anda datang kesini wahai wakil ku?" tanya Dafa lalu duduk di sofa yang sudah tua namun masih empuk.
"Siapa yang menyebarkan rumor jika kita adalah geng Yin dan Yang? Sekolah kita, maksudku sekolahku didatangi geng Harimau Merah," kata Galang dengan wajah yang memaksa untuk serius.
"Harimau Merah itu siapa saja anggotanya?" tanya Dafa.
"Masa kamu nggak tau. Yang pernah kamu lawan sendirian itu Harimau Merah. Tapi dia cuma divisi anak SMA, makanya gak ada apa-apanya," jawab Galang.
"Hah!? Siapa? Si Jaya dan geng?" tanya Dafa yang penasaran.
"Bener, mereka itu Harimau Merah. Makanya mereka memiliki tato harimau," ucap Galang lalu menuangkan es ke dalam gelasnya.
"Terus, apa urusannya denganku?" tanya Dafa, sebenarnya ia ingin memancing amarah Galang.
"Ah … masa gak paham sih. Meski aku sering ikut olahraga tinju, aku gak mungkin bisa ngelawan mereka semua. Katanya kalo suatu geng yang pengen ngundurin diri, harus dieksekusi oleh geng kecil dulu baru boleh ngehapus geng," jelas Galang.
"Masa iya, kalau gitu kita lawan aja mereka. Berdua juga udah cukup kan," ucap Dafa dengan wajah yang dibuat polos.
"Pokoknya aku gak mau berurusan dengan mereka. Apalagi dengan gangster, menakutkan tau nggak," ucap Galang.
"Gak mau berurusan, sendirinya nyelam ke dalam dunia anak nakal," sindir Dafa.
"Itu mah beda. Pokoknya aku kesini buat mikirin cara supaya bisa keluar dengan aman dari dunia gangster," tukas Galang.
"Keluar ya tinggal keluar. Apa susahnya coba," ucap Dafa lalu berdiri dan pergi ke kamarnya.
"Mau kemana?" tanya Galang.
"Ganti baju olahraga. Setiap hari harus olahraga biar sehat," jawab Dafa lalu masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
...#### Solo Fighter ####...