Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 31 - Solo Fighter


__ADS_3

Episode 31 - Dafa Setyawan (Bagian 3)


Sehari setelah kejadian yang dialami Dafa dan Ayahnya. Dafa diantar sekolah dengan ayahnya bersama dengan Angelina yang memang satu sekolah dengan Dafa.


Sesampainya di sekolah, Dafa dan Angelina mencium tangan ayahnya lalu melambaikan tangan dan masuk ke dalam sekolah. Dafa disambut hangat dengan teman baiknya yaitu Galang.


Saat mereka berdua berpapasan, mereka melakukan salam sahabat yang cukup merumitkan jika dicoba dengan orang lain. Dafa dan Galang lalu berjalan melewati koridor sekolah dan masuk kelas dengan tenang.


Pelajaran pun dimulai, seluruh siswa mengeluarkan buku pelajarannya masing-masing dan mulai mendengarkan apa yang dijelaskan guru materi.


Selang beberapa waktu, bel istirahat pun berbunyi. Para siswa mulai keluar dari kelas untuk menuju ke kantin. Begitu juga dengan Dafa dan Galang. Mereka akan menuju ke kantin dan hari ini adalah hari dimana Galang yang akan mentraktir Dafa. Karena setiap hari mereka berdua selalu bergantian untuk membeli makanan.


Dafa dan Galang mengambil bangku yang berada di dekat tiang. Dafa dan Galang membeli dua porsi bakso dan dua gelas es jeruk peras. Mereka pun memakan makanan mereka hingga habis.


"Eh Lang, aku ke WC dulu ya. Mau buang air kecil," ucap Dafa lalu meninggalkan Galang sendirian di kantin.


Selang beberapa waktu setelah Dafa meninggalkan Galang, ada beberapa anak kelas 6 yang menghampiri Galang. Mereka adalah para berandalan yang suka memeras uang jajan murid lain. Mereka sering disebut dengan kelompok Bayu, karena orang yang memimpin mereka adalah anak yang bernama Bayu. Bayu sendiri adalah anak kelas 6 yang sering mendapat teguran dari guru perihal pelanggarannya di sekolah.


"Wah … ada Galang nih, temannya si anak kaya itu," ucap anak yang bernama Bayu.


Galang merinding karena takut dengan mereka. Karena Galang menjadi salah satu korban yang diperas dengan mereka. Jika ia tak memberikan uang, ia akan dipukuli oleh mereka hingga mereka puas.


"Emm … maaf, aku adanya segini." Galang mengeluarkan uang senilai sepuluh ribu yang tadinya ingin ia gunakan untuk membeli buku tulis.


Bayu segera merampas uang itu dari Galang lalu meninggalkannya dengan tertawa dan mengibaskan uang ke wajah Galang.

__ADS_1


Di lain sisi, Dafa melihat kejadian yang dialami oleh Galang. Dafa sudah mengetahui hal itu sejak lama, itulah mengapa Dafa memilih untuk berteman dengan Galang. Karena jika berteman dengan yang lain, Galang akan dikucilkan dan juga akan merasa terasingkan di sekolahnya.


Dafa perlahan berjalan menuju Galang sembari mengeluarkan uang sepuluh ribu di sakunya.


"Nih," ucap Dafa yang memberikan uang itu ke Galang.


Galang melihat uang itu kemudian menatap ke wajah Dafa. "Tidak usah repot-repot," tukas Galang.


"Uang tadi mau kamu belikan buku, kan. Ini buat beli buku," ucap Dafa lalu memberikan uang itu ke Galang dengan paksaan.


Mau tak mau Galang menerima uang itu dan berterima kasih kepada Dafa.


...~~...


Hari demi hari telah mereka lewati. Galang selalu mengalami hal yang sama, tetapi itu tidak berlaku dengan Dafa. Karena dari awal Dafa disegani dengan anak-anak sekolahnya. Bukan karena kekayaannya, melainkan ayah Dafa yang tampak seram di mata mereka.


Dafa yang selalu melihat Galang yang sering dipalak dengan anak-anak nakal tersebut. Ia memutuskan untuk ikut campur ke dalam urusan Galang. Sebelumnya ia pernah ikut campur di dalam urusan Galang, namun karena mereka tak ingin membuat ayah Dafa marah. Mereka membiarkan Dafa untuk tidak mengganggu mereka lagi dan memberi peringatan, jika tetap ikut campur maka mereka juga akan memperlibatkan Dafa.


Hingga akhirnya tiba di saat waktu yang Dafa tunggu. Sepulang sekolah, Dafa dan Galang pulang bersama melewati sebuah gang. Namun di setiap pertengahan jalan, Galang selalu beralasan jika ada sesuatu yang ketinggalan dan menyuruh Dafa untuk pulang terlebih dahulu.


Tapi karena Dafa memiliki rasa penasaran, ia pernah mengikuti Galang hingga ke tempat dimana para anak-anak nakal berkumpul. Tak hanya anak SD, ada juga anak SMP yang berkumpul disana. Bahkan mereka sampai merokok, padahal belum memasuki umur yang cukup. Dafa segera pergi dari sana karena memang ia hanya berniat untuk mengetahui alasan Galang.


Kembali lagi ke sisi dimana Dafa berjalan di gang yang mengarah menuju rumah mereka. Galang lalu beralasan untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan di sekolah. Dafa hanya mengiyakan lalu berpura-pura untuk jalan pulang.


Saat Galang tak terlihat lagi dari pandangannya. Dafa segera pergi ke tempat itu sembari membawa tongkat baseball yang akan ia pergunakan untuk melawan mereka.

__ADS_1


Saat sampai disana, ternyata Galang dijadikan tempat sebagai asbak sekaligus tempat duduk bagi seorang anak SMP yang mungkin dia adalah pemimpinnya.


Dafa segera masuk kesana sambil menenteng tongkat baseball lalu mengarahkan ke mereka semua.


"Hei para anak nakal. Lepaskan temanku yang malang itu," ucap Dafa yang memang ia masih polos.


Anak yang menduduki Galang melirik ke arah Dafa. "Hah?! Siapa yang memanggil an**ng kesini?" ucapnya lalu berdiri.


"Aku bukan hewan, tapi aku manusia. Maju kalian, akan ku hadapi sendiri!" seru Dafa dengan semangat.


Galang yang melihat Dafa tak ada keraguan bahkan ketakutan, ia jadi iri dengan Dafa. Namun ia bisa apa dihadapan mereka, dan juga ia mempunyai rasa khawatir terhadap Dafa jika terjadi apa-apa dengannya.


Namun tiba-tiba Dafa tergeletak di samping Galang dengan pakaiannya yang telah kotor dan tubuh tak berdaya. Nampaknya Dafa tak bisa memenangkan pertandingan, jangankan memenangkan pertandingan, memukul lawan saja masih gemetaran.


"Katanya mau menghadapi kami seorang diri dan menyelamatkan temannya. Tapi kok udah pingsan aja," ucap Bayu lalu menertawakan Dafa.


"Gapapa nih kita mukulin anak om itu?" tanya anak bawahan Bayu.


"Ngapain juga takut. Orang dia sendiri yang pengen ngelawan kita dengan sendiri," jawab Bayu lalu duduk di kursi yang sudah rusak.


Anak-anak SMP yang awalnya ingin ikut memukul Dafa jadi tak kebagian, karena hanya anak SD yang memukuli Dafa. Dan anak yang menjadi pemimpin kelompok mereka kembali duduk di punggung Galang kemudian menyalakan rokoknya kembali.


"Huft … kenapa ada para pecundang yang ingin sok jadi pahlawan sih. Apa mereka habis baca komik tentang anak culun yang mengalahkan para berandalan lalu terinspirasi dan ingin mengalahkan anak-anak nakal di sekolahnya?" ucap anak itu sembari memandangi Dafa.


Tiba-tiba tangan Dafa bergerak dan ia bangkit dari tanah dengan kornea mata yang terlihat biru cerah dan bersinar. Seorang anak mencoba mendekati Dafa dan tiba-tiba Dafa memukul anak itu hingga terpental.

__ADS_1


"Apa yang ingin dia lakukan?" gumam Bayu lalu menyuruh bawahannya menyerang Dafa.


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2