Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat
Episode 42 - Solo Fighter


__ADS_3


Episode 42 - Yin dan Yang (Bagian 6)


Apa yang kalian pikirkan, ketika seorang lelaki pecundang tiba-tiba menjadi sangat kuat, bahkan tak terkalahkan. Bahkan ketika berhadapan dengan orang yang belum ia kenal, ia mampu mengalahkannya dengan mudah.


Sejatinya pada diri kita masing-masing memiliki sebuah insting untuk bertahan hidup. Bahkan sejak zaman dahulu, manusia sudah terlatih untuk memiliki insting bertahan hidup dalam menghadapi ancaman dan bahaya.


Mekanisme melindungi diri saat adanya ancaman dan bahaya dikenal dengan mekanisme 'Fight or Flight' dan memicu terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh.


Lalu bagaimana kah cara mekanisme tersebut bekerja?


Fight or flight dimulai di amigdala, bagian otak yang berperan dalam mengenali rasa takut. Saat adanya bahaya, amigdala akan meresponsnya dengan mengirim sinyal ke hipotalamus. Hipotalamus kemudian akan merangsang sistem saraf otonom. 


Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf simpatis bertugas dalam respons fight or flight. Sementara itu, sistem saraf parasimpatis bertugas dalam pengendalian respons freeze. Hasil reaksi yang keluar nantinya akan bergantung pada sistem mana yang mendominasi saat adanya bahaya.


Begitulah cara bekerja mekanisme Fight or Flight. Jika kalian berpikir bahwa Dafa tiba-tiba menjadi hebat, itu dikarenakan ia memiliki respon yang sangat kuat terhadap ancaman dan bahaya. Bahkan insting bertahan hidupnya juga sangat kuat. Ditambah lagi, saat ini ia memiliki sistem yang dapat membantunya di mana pun dan kapan pun Dafa membutuhkan.


Itulah mengapa Dafa dapat menjadi kuat secara tiba-tiba, bahkan lebih kuat dari orang yang belum tentu ia dapat kalahkan. Ayah Dafa juga memiliki insting yang sangat kuat. Jadi tak heran jika Dafa juga memilikinya.


...~...


Dafa dan Galang sedang dikepung oleh geng Harimau Merah yang berjumlah lima puluh orang. Dafa dan Galang saling membelakangi agar jika diserang dari arah yang berlawanan bisa saling mempertahankan pertahanan mereka.

__ADS_1


Dafa merasakan rasa takut yang dipancarkan dari Galang. Tubuhnya gemetaran, keringat bercucuran, bahkan ia juga menundukkan pandangannya.


Dafa yang mengkhawatirkan keadaan Galang, ia menurunkan posisi bertarung dan mencoba bernegosiasi dengan geng Harimau Merah.


"Bisakah kita bicarakan baik-baik. Dua lawan sebanyak ini sangat mustahil bagi kami," ucap Dafa dengan sedikit tersenyum agar dapat meyakinkan mereka.


"Mustahil katamu! Bukannya Harimau Putih kalah hanya dengan kalian berdua!" seru anggota Harimau Merah yang berada di hadapan Dafa.


"Ti–tidak! Itu hanya kebetulan saja," sahut Dafa dengan kedua tangan yang mengatakan tidak.


"Terus kenapa kau bisa menghindari serangan ku barusan? Apa itu juga disebut mustahil?" tanya anggota Harimau Merah tadi.


"Ah! Itu hanya naluri saja," jawab Dafa sembari menggaruk kepalanya.


"Mana bisa kami bubar begitu saja ketika salah satu dari geng kami dikalahkan begitu saja dengan cecunguk seperti kalian," sahut seorang anggota lain dengan mengarahkan tongkat baseball ke arah Dafa.


"Ta–tapi kan itu tidak sengaja!" jawab Galang dengan lantang meski agak takut.


"Wah! Ada si Galang ternyata. Sejak kapan kau berteman dengan si cupu itu," ucap seseorang yang pernah Dafa dengar suaranya.


"Hah! Ada Danil!" gumam Galang. "Danil yang waktu di gang sempit itu!" sahut Dafa. Galang merespon dengan menganggukkan kepala.


"Baiklah, aku takkan pakai cara halus. Tapi aku hanya akan berkelahi dengan ketua kalian! Jika tidak begitu, kalian adalah geng paling lemah karena berani melawan dua orang dengan membawa pasukan berjumlah yang sangat banyak," gertak Dafa karena juga memikirkan Galang.

__ADS_1


Galang menepuk pundak Dafa. "Dia bukan temanku lagi. Temanku hanyalah kau satu-satunya. Katamu, jadilah diri sendiri bukan mengikuti gaya orang lain," ucap Galang dengan tenang.


Dafa tersenyum sembari berkata, "Meski begitu, apakah kita mampu mengalahkan mereka berdua."


"Ngomong-ngomong soal ketua. Geng Harimau Merah terbagi menjadi tujuh divisi dan divisi yang mengepung kalian saat ini adalah divisi tujuh, divisi yang paling rendah di gang Harimau Merah," ucap anggota Harimau Merah yang berhadapan dengan Dafa tadi.


"Terus kenapa? Apa terlalu penting untuk mengetahui hal itu?" tanya Dafa dengan nada remeh.


"Jika maksudmu ingin melawan ketua kami. Kau ingin melawan ketua divisi yang ke berapa? Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima, Enam atau Tujuh?" tanya anggota tadi.


"Yang ada saat ini!" ucap Dafa yang kesal.


"Kalau begitu, ketua divisi di divisi tujuh tidak ada. Karena divisi tujuh dipimpin langsung dengan divisi Satu. Dan divisi tujuh ini bertugas untuk melenyapkan geng SMP karena anggota kami juga rata-rata masih anak SMP," ucapnya dengan jelas.


"Ah! Kalau begitu sama aja dong aku mengajak kalian untuk bertarung," ucap Dafa lalu mengepalkan kedua tangannya.


"Tentu," ucap anggota tadi lalu memasang brass knuckle di tangan kanannya.


"Gila sih, udah pake senjata, lima puluh orang lagi," ucap Dafa.


"Hah! Bagaimana kau tau kalo anggota kami berjumlah lima puluh orang?" tanya anggota tadi.


"Itu karena aku adalah yang terkuat," jawab Dafa sembari melakukan tendangan putaran ke arah anggota yang memakai brass knuckle.

__ADS_1


...#### Solo Fighter ####...


__ADS_2