
Etan benar - benar tidak tahu jika ada ranah yang lebih tinggi lagi di atas Ranah Abadi, pasalnya saat dia diperadaban Atas tingkat 7, dia hanya tahu ranah Abadilah yang tertinggi.
" Ternyata kekuatan yang sesungguhnya masih belum aku ketahui ?, apakah manusia peradaban atas tingkat 1 memang lebih Kuat lagi ?" Gumam Etan Lirih.
Etan kemudian menoleh ke arah Vivi, karena jika System telah di upgrade, Vivi juga dapat di Upgrade juga.
Terlihat layar transparan yang menunjukan apa yang bisa Etan upgrade untuk Vivi.
[ Penambahan Rahim / pencernaan ]
Etan bingung ingin memilih yang mana, sebenarnya Etan ingin Vivi bisa mengandung anaknya, tapi Vivi pernah berkata ingin merasakan bagaimana perasaan saat dia kenyang saat makan.
Karena selama ini Vivi langsung menjadikan makanan yang dia makan langsung menjadi Energi Spiritual tanpa di cerna oleh tubuhnya sendiri.
Akibat Etan memberikan Tubuh manusia juga pada Vivi, membuatnya sulit untuk meregenerasi tubuhnya.
Akibatnya saat Vivi mendapatkan Luka, maka dia akan sulit untuk cepat pulih, karena Pil penyembuhan yang harusnya bisa langsung meresap dalam tubuh ketika dicerna, tapi malah menjadi Energi spiritual langsung.
Itulah kenapa Vivi lama pulih walaupun dia sudah menelan Pil penyembuhan, karena dia di pulihkan menggunakan energi spiritual bukan dengan meregenerasi tubuh secara langsung.
Jika Itu Etan sebenarnya tidak masalah, pasalnya Etan memiliki Tubuh Absolut yang bisa meregenarasi tubuh dengan Cepat.
Sementara Vivi hanya memiliki Tubuh Robot dan Manusia biasa, Tubuh Robot hanya menguatkan tubuh manusianya dan tidak bisa meregenerasi tubuhnya.
Etan akhirnya lebih memilih pencernaan, karena dia yakin Vivi memerlukan hal tersebut " Aku juga ingin kamu hamil anakku Vivi, tapi aku ingin kamu bisa mencerna setiap Nutrisi terlebih dahulu, agar kamu tidak kesulitan merawat tubuhmu !"
Saat Etan menekan pencernaan, Layar Virtual langsung memproses permintaan Etan.
Setelah 10 Menit, Vivi berhasil mendapat pencernaan, Luka yang melepuh tadi masih sebesar kepalan tangan dengan cepat beregenerasi setelah Vivi mendapat pencernaan.
Tentu saja Etan terkejut, dia tidak tahu jika pencernaan sangat penting untuk pemulihan tubuh.
Tak berselang lama Vivi terbangun, dia melihat Etan dan tersenyum " Sayang "
Etan yang tadi tertegun, dia tersadar dan langsung menoleh ke arah Vivi dan duduk di sampingnya " Kamu sudah bangun " ucap Etan lembut.
Vivi mencoba untuk bangun, Etan bergegas memapahnya " pelan - pelan saja "
Vivi masih mengulas sebuah senyum " Aku tertidur berapa lama Sayang ?"
__ADS_1
" Tiga hari kamu pingsan, aku sampai khawatir " jawab Etan lembut.
" Tiga hari ?" Beo Vivi terkejut.
Etan mengangguk " Iya, lukamu sangat parah, Pil penyembuhan saja tidak bisa memulihkanmu "
Vivi merasa bersalah " jadi kamu belum berangkat ke peradaba atas karena aku ?, maafkan aku sayang " ucap Vivi lembut.
Etan mnggelengkan kepalanya " Berangkat kesana bisa kapan saja, yang lebih penting kamu sembuh terlebih dahulu " Etan mengusap pipi Vivi.
" Terimakasih sayang, ngomong - ngomong Saudari - saudariku kemana ?" tanya Vivi mencari Wina dan Anita.
" Mereka di luar sedang mempersiapkan bekal yang akan kita bawa, dan orang yang akan ikut dengan kita " Etan menjawab dengan lembut.
" Eh sayang perutku rasanya Aneh, Eh...eh...eh... ini apa ..." Mata Vivi mengerling seperti sesudah melakukan kenikmatan.
Etan terkejut " Kamu kenapa Vivi ?" tanya Etan khawatir.
Vivi menghela napas lega " Aku juga gak tahu sayang, tiba - tiba goaku keluar air dan sesudahnya rasanya enak " ucap Vivi sembari tersenyum.
Etan tercengang, dia langsung menoleh ke arah Goa Vivi, benar saja Selimut Vivi basah kuyup, Etan melebarkan rahangnya, dia tidak menyangka jika Vivi akan mengompol di ranjang.
" Sayang, kamu kenapa dan aku kenapa ?" tanya Vivi Polos.
Sebuah hal yang wajar jika Vivi tidak tahu jika dia sedang kencing, karena semenjak dia di ciptakan Vivi tidak pernah melakukan hal tersebut.
Adapun kecerdasan Vivi tidak mencakup hal yang mendasar bagi tubuh manusia, dia di program untuk mengetahui hal dasar tubuh manusia secara alami, jadi terjadilah kejadian seperti itu.
Kebetulan Wina dan Anita masuk, mereka semua sangat senang ketika melihat Vivi sudah terbangun, mereka berdua langsung memeluk Vivi.
Sementara Etan sedikit menjauh memberikan ruang untuk mereka berdua.
" Syukurlah kamu sudah bangun Vivi " Ucap Wina lega.
Anita menimpali " Iya, kamu bikin kami khawatir saja "
" Maaf saudariku " ucap Vivi lembut.
Tapi tiba - tiba Anita dan Wina mencium aroma aneh, dia menatap Etan dengan curiga, mereka berdua mengira jika Etan langsung menggarap Vivi saat baru bangun.
__ADS_1
Etan menghela napas " jangan berpikiran negatif, lihat itu !" Etan menunjuk selimut yang basah.
Mereka berdua mengikuti jari telunjuk Etan, Wina dan Anita terkejut, mereka menatap Vivi dengan aneh.
" Astaga Vivi !, kenapa kamu sampai kencing di ranjang !" Omel Anita.
" Kencing ?" Beo Vivi bingung.
" Iya kamu kencing di ranjangkan ?" Tanya Anita lagi.
Vivi menggelengkan kepalanya " Aku tidak kencing, hanya saja Goaku tadi menge...."
Etan langsung membekap mulut Vivi, pasalnya kedua istrinya belum tahu jika Vivi adalah robot sebelumnya.
" Sebelum bangun tadi dia mengompol, sudahlah jangan di bahas lagi, mungkin Vivi sudah tidak tahan karena sudah tiga hari dia pingsan !" Etan mencoba menutupi hal tersebut.
Anita dan Wina terlihat menghela napas, mereka menerima bualan Etan, dan lebih memilih untuk mengabaikan hal tersebut.
Keduanya membersihkan kamar, Etan menggunakan telepatinya pada Vivi untuk menerangkan semua dasar kebutuhan tubuh manusia, dia juga menceritakan jika Vivi sudah bisa menikmati makanan layaknya manusia pada umumnya.
Dengan pemikiran Vivi yang sangat cerdas, dia langsung mencaritahu tentang semua kebutuhan manusia, hanya hitungan menit saja dia sudah tahu jika apa saja yang biasa dilakukan manusia saat memiliki pencernaan.
Vivi langsung tersipu malu saat mengetahui jika dia ngompol di ranjang, pasalnya menurut artikel yang dia baca di otaknya, Kebanyakan hanya Anak bayi yang mengompol di ranjang saat tidur.
Untuk itu Vivi sangat malu dengan dirinya sendiri, dia juga merasa canggung pada kedua saudarinya karena hal tersebut.
***
Ke Esokan harinya setelah semua persiapan sudah Selesai, Etan berpamitan ke semua keluarga kuat di Bumi, Etan juga memberitahu mereka jika mereka harus menjadi pertahanan terakhir Bumi bagaimanapun caranya setelah dia pergi.
Etan tidak lupa memberikan Pil kultivasi pada orang - orang yang memiliki bakat alami dalam meningkatkan kekuatan.
Tujuan Etan jelas ingin membuat mereka sangat kuat, agar tidak ada yang berani menyentuh Bumi.
Pesawat Luar angkasa Etan terbang beberapa puluhan meter.
Etan mnggunakan Warp untuk mengirim pesawat tersebut ke tempat dia bertarung, tujuannya agar tidak terlalu memakan waktu.
Karena jika mereka terbang dari Bumi, otomatis mereka memperlukan waktu Satu hari untuk sampai ketempat tersebut.
__ADS_1
Oleh karena Itu Etan melakukan hal tersebut, Jika bisa singkat kenapa memilih yang lama.
Semua orang di desa Don dan para Budak yang diselamatkan melambaikan tangannya mengantar kepergian Etan dan ketiga istrinya, mereka semua terlihat sangat sedih karena yakin jika tidak akan bertemu Etan lagi dengan waktu yang dekat.