Sistem Over Power

Sistem Over Power
Colin White


__ADS_3

Ke esokan harinya...


" Sayang..., bangun gih, kita ada janji dengan Nona White " Vivi menggoyang lembut tubuh Etan yang masih tertidur.


" Hoaaammmm ! " Etan bangun dari tidurnya sambil menguap.


" Sudah jam berapa sekarang ?" tanya Etan yang masih sedikit linglung.


Vivi menjawab dengan tersenyum " Jam tujuh, Mandi dulu gih "


Etan mengangguk, dia beranjak dari ranjangnya dan langsung ke kamar mandi dengan langkah yang masih gontai, akibat belum sadar sepenuhnya.


Vivi sudah layaknya istri Etan jika berada dalam kamar, dia tidak berbicara formal, seperti saat ada di luar kamar.


Karena Vivi menghargai Etan yang menurutnya dia butuh Wanita lain disampingnya, dia tidak keberatan jika Etan memiliki satu atau dua Wanita lain yang akan menemaninya.


Vivi menyiapkan pakaian ganti Etan, dia juga memesan makanan untuk Etan, walaupun sebenarnya jika Etan tidak makan beberapa hari juga tidak masalah, karena ranah kekuatannya yang sudah tinggi, tapi Vivi ingin Etan tetap seperti manusia biasa pada umumnya.


Etan tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia malah senang karena Vivi melayaninya dengan sangat perhatian.


Karena perhatian Vivi lah, Etan tidak terus - menerus mengingat kejadian di peradaban tingkat atas yang sangat Miris.


Etan keluar dari kamar mandi, dia langsung mengenakan pakaian yang sudah Vivi siapkan, dan sarapan pagi bersama Vivi.


" Jadi.., kita akan menemui Nona White di mana Vivi ?" tanya Etan sambil mengunyah makanan.


" Kota Lotar, kita akan melihat kapal pesiar dulu, setelah itu kita akan di antar ke tempat senjata - senjata yang kita minta " jawab Vivi lembut.


Etan mengangguk, dia tidak banyak bertanya lagi, karena dia percaya 100% dengan Vivi, jadi semua ucapan Vivi tanpa ragu dia dengarkan.


Setelah selesai sarapan, Etan dan Vivi langsung keluar dari kamar.


Saat baru keluar kamar, Vivi tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang di rangkul oleh seorang pria.


" Aduhhh !" Wanita yang di tabrak Vivi jatuh terduduk.


" Ah.. Maaf, aku tidak sengaja " Vivi mengulurkan tangannya.


Tapi Wanita yang di tabrak Vivi malah marah - marah " Kamu buta yah !!, mata kamu taruh dimana heh !!"

__ADS_1


Vivi mengerutkan keningnya, dia menarik kembali uluran tangannya dan menjawab " Maaf Nona...."


" Sudah, sudah... , tidak usah di perpanjang, lagi pula Nona ini tidak sengaja, Ayo bangun .." pria yang bersama Wanita tersebut mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


" Tapi sayang...." Wanita belum selesai bicara, si Pria memelototinya hingga dia langsung diam.


Setelah Wanita tersebut sudah bangun, Si pria menatap Vivi dan mengulurkan tangannya untyk berkenalan " Colin White, kalau boleh tahu siapa nama Nona ?" tanya Colin ramah.


Vivi tidak menjabat tangan Colin, tapi Etan yang menjabatnya " Etan Clark !, Senang bertemu dengan anda Tuan Colin !" ucap Etan sinis, sambil meremas tangan Colin sedikit kuat.


Colin sedikit kesakitan, tapi dia mencoba untuk tetap tenang dan meremas balik tangan Etan " Hooh... Senang bertemu dengan anda juga Tuan Clark !, anda beruntung sekali memiliki Nona Manis ini !" Colin mengedipkan matanya pada Vivi.


Wajah Etan menggelap, dia semakin kencang meremas tangan Colin, hingga tangannya remuk " Kretaakk !!"


" Argggghhh !"


" Lepaskan sialan !, berani sekali kamu bajingan !!!" Colin yang tadi tenang langsung meraung, keringat dingin bercucuran di dahinya.


Dua Wanita yang bersama Colin ketakutan, pasalnya mereka tahu jika Colin marah, semua orang yang ada ditempat tersebut akan terkena masalah.


" Lain kali jaga matamu !, jangan melirik Wanita orang lain !" Etan melepaskan jabat tangannya dan membawa Vivi meninggalkan Colin.


" Tuan White " Dua Wanita di sebelahnya khawatir.


" Diam kalian !!" Colin malah meraung marah.


Kedua Wanita tersebut hanya bisa diam dengan patuh, mereka tidak berani berbicara sedikitpun, pasalnya mereka tidak mau semakin membuat Colin marah.


Colin mencari - cari ponselnya, tapi dia tidak menemukannya " Berikan ponselmu !" Ucap Colin pada salah satu Wanita dengan ketus.


Wanita tersebut langsung memberikan ponselnya, Colin langsung menghubungi seseorang, tak berselang lama orang yang di hubungi Colin menjawab.


" Halo... Siapa ini !" tanya orang diseberang telepon datar.


" Lin !, ini aku !, kamu ke Sun Hotel sekarang !" Colin berkata dengan Arogan.


" Tuan Muda, baik Tuan Muda, saya segera kesana !"


Colin mematikan Ponsel Wanita dan mengembalikannya, dia langsung merawat lukanya sambil menunggu orang yang di panggilnya.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian Lin Dong, tangan kanan Colin sampai, dia bergegas menghampiri Colin yang berada di Lobi Hotel.


" Tuan Muda !" Lin Dong memberikan salam.


Lin Dong menatap tangan Colin yang diperban " Tuan Muda, apa yang terjadi ?"


" Untuk itulah aku menyuruh kamu kesini !, aku ingin kamu menyingkirkan seseorang !, tapi jangan sampai kamu melukai Wanitanya !, aku ingin memiliki Wanita tersebut untuk menebus perbuatannya padaku !" Colin berkata dengan dingin.


Lin Dong mengangguk " dimengerti Tuan Muda !"


Colin langsung memberikan ciri - ciri Etan dan Vivi, Lin Dong merasa ciri - ciri yang di sebutkan Colin tudak asing, Karena dia sudah menerima pemberitahuan dari Pemimpinnya.


Tapi Lin Dong merasa itu hanya kebetulan, jadi dia langsung mencari Etan bersama dengan anak buahnya.


Setelah Lin Dong pergi, Colin mengepalkan tangan kirinya " Lihat saja bajingan !, kamu akan merasakan akibatnya karena berani menentangku !" ucap Colin penuh dengan amarah.


Sementara itu, Etan dan Vivi dengan santai pergi ke Kota Lotar untuk menemui Catherin, mereka tidak peduli jika Colin mengincarnya.


Kota Lotar merupakan Kota di pinggiran Provinsi Varmos, di kota tersebut terkenal dengan penjualan berbagai kapal, karena letaknya yang berdekatan dengan Laut Varmos.


Berbagai macam kapal di jual di tempat tersebut, dari kapal perang, Kapal pesiar, hingga kapal - kapal kecil yang di gunakan Nelayan.


Mayoritas penduduk di tempat tersbut memang bekerja untuk membuat kapal sepanjang hidupnya, mereka tidak melakukan pekerjaan lainnya.


Adapun para Nelayan berasal dari kota Nila, yang tempatnya bersebelahan dengan kota Lotar, berbagai hasil Laut di jual disana.


Hanya butuh setengah jam perjalanan dengan Mobil dari Hotel Sun yang berada di Kota Lite, Etan dan Vivi sampai di tempat pertemuan.


Etan dan Vivi langsung ke pelabuhan Lotar, tempat pertemuan mereka, saat Etan dan Vivi turun dari Mobil, mereka melihat Catherin yang sudah menunggunya.


Kali ini Catherin tidak sendirian, dia terlihat dengan seorang pria sepuh dan seorang Pria yang wajahnya mirip dengan Catherin.


" Apakah kami terlambat " tanya Etan basa - basi.


Catherin tersenyum " sama sekali tidak Tuan Clark, aku memang sengaja datang lebih dulu "


Catherin diam sebentar kemudian melanjutkan " Tuan Clark, perkenalkan dia kakakku, Curtis White dan ini pengawalku paman Neil " Catherin memperkenalkan mereka dengan sopan.


" Salam kenal Tuan Clark, saya sudah mendengar tentang anda dari adik saya, maaf baru menyapa hari ini !" ucap Curtis sopan.

__ADS_1


__ADS_2