
Etan keluar dari mobil , dia sengaja tidak membawa Mobilnya masuk terlebih dahulu , karena dia ingin menghormati orang yang sudah menyambutnya.
Vivi mendahului menyapa " Tuan Clark " Ucap Vivi Sopan.
" Tuan Clark !" Semua orang mengikuti Vivi dengan membungkuk hormat.
Etan mengangkat tangannya membalas sapaan mereka " Kalian kembalilah bekerja , aku ada perlu dengan asistenku !" Ucap Etan tegas.
" Dimengerti Tuan Clark !" Ceo Clark Capital mewakili untuk menjawab, mereka kemudian langsung membubarkan diri.
Etan menghela napas " Seharusnya kamu tidak perlu repot - repot mengajak mereka menyambutku, karena aku kesini cuma mau bertemu kamu "
" Baru juga di tinggal beberapa jam , anda sudah kangen yah dengan goyanganku " ucap Vivi menggoda Etan dengan genit.
" Hais.. kamu ini !, Ayo masuk mobil " ycap Etan tegas.
" Tuan Clark tapi ini masih siang " goda Vivi lagi.
" Vivi !!" Etan menegur.
Vivi tersenyum " Saya cuma bercanda Tuan Clark hihihi..."
Etan dan Vivi memasuki mobil , Etan membawa Vivi ke sebuah kafe dekat Clark Capital.
" Jadi.. apa yang anda inginkan bicarakan Tuan Clark ?" tanya Vivi setelah mereka sampai di kafe.
" Aku ingin membeli Pesawat pribadi , Jet pribadi dan Helikopter pribadi " jawab Etan tanpa basa - basi.
Vivi tersenyum " Tuan Clark , Clark Industries sudah punya bandara dan pesawat pribadi yang dulunya milik keluarga Long , untuk Jet Pribadi dan Helikopter saya akan membelikannya untuk anda "
Etan mengangguk puas , Vivi memang Asisten yang dapat di andalkan " Beli masing - masing lima buah ,kira - kira berpa biayanya Vivi ?"
Vivi mengkalkulasi dengan cepat " Semuanya 2 Milyar dolar juga cukup Tuan Clark " ucap Vivi lembut.
Etan terkejut " Semurah itukah harga Jet Pribadi dan Helikopter , padahal aku minta masing - masing lima buah " gumam Etan dalam hati.
Jika orang kalangan atas mendengar gumaman Etan ,mungkin mereka akan jatuh pingsan , pasalnya harga Helikopter perbuah mencapai 150 juta dolar, yang termahal 200 juta dolar , Jet pribadi juga kurang lebih sama , tapi Etan mengatakan jika 200 Juta sangat murah .
Padahal pendapatan Glais Bank saja yang notabenya sudah masuk kalangan Atas hanya mendapat keuntungan 1 Milyar dolar pertahun , jika di hitung - hitung pendapatan mereka kurang dari 100 juta dolar perbulan.
Tapi Etan menganggap 200 Juta dolar itu sangat murah , sementara bagi orang lain 200 juta dolar itu bisa untuk hidup santai merrka selama beberapa tahun tanpa bekerja , Etan ingin membuangnya begitu saja.
Di Provinsi Longtown karyawan yang kedudukannya paling tinggi saja hanya mendapat Gaji 15 ribu dolar perbulan , bayangkan saja mereka harus bekerja satu tahun untuk mengumpulkan uang ratusan juta , itupun mungkin mereka harus menabung dengan ketat agar bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.
Vivi yang melihat Etan terdiam dia menegur " Tuan Clark , anda kenapa ?"
Etan tersadar dari lamunannya " Eh.. tidak, aku tidak apa - apa , aku hanya sedang memikirkan sesuatu " Ucap Etan sambil tersenyum kecut.
Saat Vivi akan bertanya lagi , dia merasakan ada sesuatu yang mendekat.
Vivi dengan sigap menahan benda yang terbang kearah mereka dengan kevepatan tinggi.
" Wuuuzzzzz !"
__ADS_1
" Duaaarrrr !!!
Seketika pelanggan Kafe langsung histeris saat mendengar dan melihat ledakannitu.
" Argghhh
" Tolongggg !!
" Beb..tunggu aku !! "
Semua orang yang berada dekat tempat tersebut berhamburan berlari kesana kemari.
Etan mengerutkan keningnya saat melihat sebuah mobil yang di tangkap Vivi.
" Vivi , ada berapa orang yang menyerang ?" Tanya Etan santai.
" Bruuggg !!" Vivi menurunkan mobil tersebut dengan perlahan.
" Ada tiga orang Tuan.., satu di ranah Dewa akhir ,dua di ranah Dewa awal " ucap Vivi yakin.
Etan mengangguk mengerti , dia mengeluarkan Pasukan Robot , tapi dia hanya mengeluarkan nomor satu dan Nomor dua saja " Bawa mereka Vivi dan selesaikan dengan cepat !"
" Dimengerti Tuan !" Mereka bertiga menganggu sopan dan pergi menghampiri orang yang menyerang mereka.
Dorti tersenyum saat melihat Mobil yang dia lempar ditangkap dengan mudah " Tidak buruk , ternyata Patriak memang tifak berbohong , mari kita lihat sebesar apa kekuatan me...."
" Wuzzz
" Bang
" Bang
" Bang
Dorti menatap Vivi dengan tidak percaya , pasalnya dia tidak merasakan hawa keberadaan Vivi dan dua pasukan robot.
" Kalian tidak apa - apa ?" tanya Dorti pada kedua anak buahnya.
" Kami baik - baik saja Tuan !"
Dorti menghela napas lega , dia kembali memandang Vivi dengan tatapan menyelidik, pasalnya pukulan Wanita tersebut kuat sekali.
" Aku tidak ingin menyakiti Wanita ,sebaiknya kamu suruh Tuanmu menghadapiku !" Ucap Dorti sombong.
" Keroco sepertimu tidak layak menghadapi Tuanku !!" Ucap Vivi tegas.
Tanpa banyak berbicara Vivi langsung menerjang , nomor satu dan dua juga ikut menerjang.
" Bang !
" Bang !
" Bang !
__ADS_1
Dorti benar - benar di buat kewalahan oleh Vivi , dia yang tadinya meremehkan Vivi mulai menggunakan seluruh kekuatannya.
" Bang !
" Duarrr !!"
Dorti terlempar pulahan meter dan menabrak dinding hingga hancur.
" Hoek !" Dorti memuntahkan seteguk darah.
Anak Buah Dorti juga terlihat mulai kalah oleh Nomor satu dan dua , walaupun mereka memliki ranah yang sama ,tapi Vitalitas nomor satu dan dua tidak jomplang dengan kekuatannya, berbeda dengan anak buah Dorti yang Vitalaitasnya masih di ranah Setegah Dewa akhir.
" Buggg !"
" Buggg !"
Dua anak buah Dorti tersungkur ditanah.
Dorti meraung marah " Wanita ****** !!, akan kubunuh kau !!" Dorti mengeluarkan Vitalitas penuhnya.
Dorti termasuk orang terkuat setelah patriak keluarga Muse , karena Vitalitas dia sudah menembus ranah Dewa akhir seperti Patriaknya.
Tapi sayangnya lawan dia bukanlah kaleng - kaleng , Vivi yang Notabenya sudah berada di ranah Bintang Awal ,dia sebenarnya sangat mudah untuk mengalahkan Dorti.
Vivi Menyeringai saat Dorti menggunakan kekuatan penuhnya " Teknik Khayalan !" Mata Dorti bersinar emas , tiba - tiba sebuah perisai tidak terlihat mengelilingi jarak pertempuran Dorti dan Vivi.
Jika manusia biasa terkena teknik tersebut , dia akan masuk kedunia khayalan , mereka akan tertegun di tempat karena pikiran mereka di alihkan ke alam bawah sadar mereka.
Dorti menyunggingkan senyum karena dia mengira jika Vivi sudah terkena tekniknya.
Dia akan menyerang Vivi dengan berjalan santai " Cukup sampai disini wanita jal..."
" Wuzzzzz
" Bang !!
" Duarrrrrrr !" Vivi tanpa ampun menerjang ke arah Dorti dan menendangnya dari atas.
" Hoeeekk !" Dorti menyemburkan seteguk darah lagi sambil terkapar di tanah.
" Ba..Ba...gaimana mungkin ka..mu bisa lepas dari teknikku ?" ucap Dorti tidak percaya.
" Teknik kamu hanya mainan buat kami , itulah kenapa kamu tidak layak melawan Tuanku !!" jawab Vivi ketus.
Dorti sekarang percaya pada ucapan Bralen , pasalnya Pengawal wanitanya saja sudah sangat hebat , bagaimana dengan Tuannya.
Tapi Dorti sudah tidak bisa menarik kembali dirinya dari pertarungan , karena sudah terlambat baginya untuk mengakui kebodohannya " Tuan Bralen ... Maaf telah meragukanmu " gumam Dorti lirih.
.
.
.
__ADS_1
.