
Etan tidak tahu harus tertawa atau menangis saat para istrinya merajuk, pasalnya dia tidak bermaksud keterlaluan seperti itu.
Sementara Kaisar merasa iri dengan Etan, walaupun dia memiliki beberapa Selir, tapi hanya istrinyalah yang paling mengerti dia.
Kaisar kemudian membawa mereka ke Istana, Dabolt dan pejuang yang di suruh untuk menyiapkan perjamuan sudah sampai di istana dan memberitahu para pelayan dan permaisuri.
Dalot bertanya pada Dabolt yang Notabenya adalah kakaknya " Kakak, kenapa kamu bisa kalah dengan seorang Wanita ?"
Dabolt mengerutkan keningnya " Jika itu kaisar Juga mungkin akan kalah !, kekuatan wanita tersebut selertinya sama dengan Pria yang bersamanya !, aku tidak merasakan keberadaannya sama sekali saat dia menyerangku !"
" Kakak benar juga sih, aku juga tidak melihat dia bergerak menyerang kakak, apakah menurut kakak tindakan kaisar benar untuk berteman dengannya ?" tanya Dalot penasaran.
" Kaisar orang tercerdas di peradaban ini, dia pasti melakukan hal tersebut utuk kebaikan kekaisaran !" jawab Dabolt yakin.
Dalot mengangguk mengerti " Aku juga sependapat dengan kakak, apa lagi waktu dia membunuh Zaren dengan menggunakan teknik anehnya, aku sangat yakin jika pria tersebut bukan dari peradaban tingkat 7 ini !"
Saat mereka sedang mengobrol, anak sulung kaisar Edward yang terkenal dengan kebejatannya pada wanita menegur " kalian berdua !, siapa sebenarnya yang akan datang ke istana hingga Ayah melakukan perjamuan besar seperti ini ?"
" Yang Mulia Raja !" Dabolt dan Dalot berlutut dengan satu kaki sembari menangkupkan tinju untuk memberi Hormat.
" Yang Mulia Kaisar menyambut orang yang penting, yang Mulia raja " ucap Dabolt sopan.
Raja George anak dari salah satu Selir Kaisar Edward, dia menguasai wilayah selatan kekaisaran.
Walaupun dia hanya anak seorang Selir, tapi Kaisar Edward memberikannya sebuah Wilayah berkat kemahirannya memimpin suatu Wilayah.
Tapi sayangnya banyak yang tidak suka dengan George Karena dia selalu menangkap wanita Cantik di wilayahnya untu dijadikan selirnya, mungkin sekarang Selir George sudah 40 orang.
George ada di istana kekaisaran karena sedang melaporkan keuangan wilayahnya pada kekaisaran, hal tersebut dilakukan semua penguasa wilayah di kekaisar.
Wilayah kekaisaran di bagi menjadi empat, Selatan, Barat, timur dan Utara.
Wilayah - wilayah tersebut di kuasai anak - anak Kaisar Edward dari selir - selirnya.
Kaisar Edward hanya memiliki empat Selir dan seorang permaisuri, kebetulan anak Selir Kaisar Edward semuanya pria, hanya permaisuri saja yang memiliki dua anak Wanita.
Permaisuri merasa tertekan, pasalnya jika dia tidak memiliki seorang anak lelaki, Posisinya sebagai selir hanya semntara saja.
Jika nanti salah satu anak Selir menjadi Putra mahkota, tentu saja seorang selir bisa menggeser posisinya sebagai permaisuri.
__ADS_1
Umtuk itu Permaisuri selalu menekankan pada Anak - anaknya agar bisa bersaing dengan yang lainnya walau mereka hanya wanita.
" Kaisar tiba !!" Seorang penjaga gerbang berteriak.
Seketika semua orang berlutut, hanya Etan dan rombongannya yang dengan santai berjalan bersama kaisar.
George melihat ke arah Ayahnya, dia menyeringai ketika melihat Ke empat istri Etan.
Dabolt yang melihat itu ketakutan, pasalnya dia tahu jika Etan tidak takut pada kaisar, jika sampai George bertindak bodoh, bisa - bisa George di bunuh Etan.
Dabolt baru saja mau mengingatkan George, tapi George sudah langsung menghampiri kaisar Edward.
George yang merupakan anak kesayangan Kaisar, dia tanpa ragu bertanya pada Kaisar untuk meminta salah satu wanita Etan.
George berani melakukan hal tersebut karena selama ini kaisar Edward memberikan apapun yang dia minta, Kaisar Edward juga tidak mempermasalahkan jika anaknya tersebut memiliki banyak selir, yang penting wilayah yang dia jaga makmur.
Faktanya Georhe memang berhasil membuat wilayahnya makmur, kebanyakan warga yang tinggal di wilayah George tidak kemurangan makanan, kota - kota di wilayah George juga terlihat bersih, walau sebenarnya banyak orang yang membencinya.
" George memberi salam pada Ayah " George berlutut dengan satu kaki sembari menangkupkan tinju.
Kaisar Edward tersenyum " Bangunlah nak !" Kaisar memapah George berdiri.
Kaisar Edward langsung berkeringat dingin, saat mendengar hal tersebut " Sial !, kenapa kamu harus mengatakn itu sekarang bodoh !" gumam Kaisar dalam hati.
Kaisar menoleh ke arah Etan, benar saja wajah Etan menggelap, Kaisar buru - buru mau menegur George, tapi George dengan bodohnya mendekati Vivi.
" Cantik, kamu akan jadi selirku, ayo ikut denganku !" George tersenyum sembari mengulurkan tangannya pada Vivi.
Tapi saat tangannya hampir menggapai tangan Vivi, tiba - tiba...
" Praattt !"
" Bug !" tangan George jatuh ke lantai.
George belum sadar beberapa detik saat tangannya terpotong, dia mulai terkejut ketika rasa nyeri dan darah menyembur keluar dari tangannya.
" Arggggggghhhh !!" Raungan George membuat seluruh Istana terkejut.
Kaisar Edward juga terkejut, dia bergegas menghamliri George.
__ADS_1
Etan dengan dingin menatap George sembari memegang Durandal " Berani kamu menyentuh wanitaku akan kubunuh !!" ucap Etan tegas.
Kaisar Edward tahu jika Etan sangat marah, tapi saat dia akan meminta maaf atas tindakan putranya.
George meraung " Lancang !!!, berani sekali kamu melawan kekaisaran !, bunuh dia !!"
Tapi di tempat tersebut kebanyakan pejuang yang sudah melihat kemuatan Etan, jadi mereka hanya terpaku di tempat sembari menundukkan kepalanya tanpa menyerang Etan seorangpun.
Adapun penjaga lainnya yang tidak melihat kekuatan Etan, mereka tidak berani menyerang, karena pejuang tingkat satu saja tidak berani menyerang, apalagi mereka yang hanya penjaga biasa.
" Apa yang kalian lakukan !, cepat bunuh dia !" George berkata lagi karena tidak ada yang mau menyerang Etan.
" George Diam.!!!" Kaisar meraung.
George terkejut " Tapi Ayah.... !"
" Aku bilang diam !!! " bentak kaisar Edward.
Kaisar Edward mendekati Etan dan membungkuk hormat " Tuan Clark, mohon maafkan ketidaktahuan putra saya, saya berjanji akan mendidiknya lebih keras lagi !"
Etan menghela napas, dia memasukan pedangnya ke dalam penyimpanan Dimensi " Katakan kepada semua orangmu Edward !, aku tidak peduli dia anakkumu atau siapa, jika ada yang berani menyentuh Wanitaku akan ku bunuh !!!" Vitalitas Abadi Etan merembes keluar, membuat semua orang yang ada ditempat tersebut merasa tertekan.
George yang tadinya berdiri langsung jatuh ke tanah, dia tidak bisa menahan tekanan Vitalitas Etan.
" Ka..mi me..ngerti Tu..an Clark, To..long ta..rik ke..kuatan a..nda !" ucap Kaisar Edward terbata.
Etan langsung menarik Vitallitasnya, seketika semua orang bernapas lega, begitu juga George.
Sekarang George tahu kenapa Ayahnya sangat menghormati Etan, ternyata kekuatan Etan sangat menakutkan.
' glek ' George menelan ludah saat Etan menatapnya dengan tajam, dia langsung menundukan kepalanya tidak berani menatap Etan lagi.
Etan kemudian mendekat ke empat istrinya, dia berjalan di tengah mereka, agar tidak ada yang berani mengganggu mereka lagi.
.
.
.
__ADS_1