Sistem Over Power

Sistem Over Power
Planet Muras


__ADS_3

Semua istri Etan juga ikut terkejut, ketika Gama Long mengatakan Hal tersebut, pasalnya mereka tidak pernah tahu asal - usul Etan yang sebenarnya.


Vibi mungkin cerdas, tapi kecerdasannya hanya untuk menuntun Etan saja, dia tidak tahu juga Etan dari mana.


Anita buka suara " Suamiku, apakah kamu benar - benar bagian dari Chen long ?" tanya Anita penasaran.


Etan menghela napas " Entahlah, aku tidak mengingat semua yang diceritakan Tuan Gama, ingatanku yang sekarang hanya berawal ketika aku bangun dari tubuh ini " ucap Etan lesu.


Gama Long buka suara " Etan, jika kamu ingin mengetahui semuanya, lebih baik kita percepat proses penyatuan tubuh kalian, Karena sebentar lagi kejadian dulu yang menimpa kalian akan berlangsung beberapa bulan lagi, Sementar kita perlu menuju keperadaban tingkat selanjutnya butuh Waktu minimal 2 bulan, tapi jika kamu mencapai ranah God Emperor, kamu dapat menggunakan Teknik Dimensimu tanpa terbatas, apakah kamu mau Etan ?"


" Tapu bagaimana caranya ?" tanya Etan penasaran.


Lagi pula Etan ingin menemui keluarga Anita, jadi dia tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan menerobos keranah selanjutnya jika ada cara yang praktis tanpa menggunakan Systemnya.


" Penyatuan Jiwa dengan Chen Long, aku yakin dengan melakukan Hal tersebut kamu bisa menerobos ke ranah God Emperor !" jawab Gama yakin.


Chen Long kebingungan ketika namanya terus menerus di sebutkan, dia ingin bertanya tapi dia tidak tahu harus bertanya apa pada mereka.


" Menyatukan Jiwa ?, terus apa yang akan terjadi dengan Chen Long ?" tanya Anita khawatir.


Gama Long tahu apa yang ada dipikiran Anita " Nona Yuan tenang saja, mungkin Chen Long akan Mati, tapi semua ingatan dan tubuh Chen Long akan menjadi satu juga dengan tubuh Etan, dengan kata lain Etan dan Chen Long bertukar tubuh, Etan yang sebenarnya sudah Mati akan masuk kedalam tubuh Chen long, begitu juga sebaliknya " jawab Gama Long menjelaskan.


Anita menghela napas lega " syukurlah kalau seperti itu "


Etan kemudian buka suara " Kalau begitu kita jangan buang - buang waktu Tuan Gama " Etan juga sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa kemampuan barunya nanti.


Gama Long mengangguk " Etan, sebaiknya kamu mendaratkan pesawat kamu di Planet terdekat, karena bukan tidak mungkin jika kamu akan menghadapi malapetaka yang sangat besar saat menerobos ke ranah selanjutnya, saat jiwa kamu dan Chen Long bersatu "


Etan menganggukkan kepalanya, dia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan tersebut untuk bicara apda Crown, agar menyuruh pengendali pesawat mendaratkan pesawat di Planet terdekat.


Crown langsung menjalankan perintah tersebut, tanpa menunggu lagi.

__ADS_1


Ketika Crown melihat Planet kecil terdekat, mereka langsung menuju ke Planet tersebut.


Pesawat Etan mendarat dengan mulus di Planet kecil yang terlihat gersang.


Etan mengedarkan energi Spiritualnya untuk mendeteksi ada kehidupan disana atau tidak.


Etan terkejut ketiak mendeteksi sebuah kehidupan di planet tersebut, tapi anehnya Energi spiritual yang di rasakan Etan sanagat lemah, padahal jika ada Mahluk hidup di Planet tersebut seharusnya tidak selemah itu, karena mau bagaimanapun Planet tersebut ada di peradaban Atas.


Etan mengernyitkan dahi " Tuan Gama aku pergi sebentar, aku mau melihat sumber kehidupan yang aku rasakan disekitar sini "


Gama Long mengangguk mengerti " Pergilah, lebih baik jika tidak ada yang mengganggu proses penyatuan jiwa kalian nantinya "


" Suamiku, aku ikut " ucap Vivi.


Etan mengangguk, Etan kemudian membawa Vivi terbang ke tempat Etan merasakan Energi Spiritual tersebut.


Hanya dalam hitungan menit saja, Etan da Vivi sampai di sumber Energi spiritual tersebut, betapa terkejutnya Etan ketika melihat Sepuluh anak kecil yang terbaring tak berdaya di tanah, terlihat anak yang paling besar di antara mereka, sedang menyeret anak yang lain dengan sisa - sisa tenaganya, kesebuah batu besar agar mereka bisa berteduh.


" Vivi, kita kesana !" Etan langsung membawa Vivi kesana.


Ketika Etan muncul dihadapan anak yang sedang menarik anak yang lainnya, Anak kecil tersebut meletakkan tubuh anak yang diseret dan menghadang Etan.


" Jangan sakiti adik - adikku lagi Tuan, tolong bebaskan kami, biarkan kami mati dengan tenang " Anak tersebut menitihkan air matanya sembari berlutut memohon.


Karena Anak - anak tersebut tidak memakai baju dan hanya memakai ****** ***** saja, Etan bisa melihat kondisi tubuh anak - anak tersebut.


Betapa tersayatnya hati Etan ketika melihat tubuh mereka semua penuh dengan Luka, di tambah mereka terlihat sangat kurus kering, sampai tulang - tulang mereka terlihat di balik daging dan Kulitnya.


Etan mengira jika anak - anak tersebut sengaja di buang dengan sengaja ke Planet tersebut karena telah melakukan sesuatu.


Vivi mendekati anak tersebut sembari menitihkan air matanya " kami bukanlah orang jahat, apakah kamu mau ikut dengan kami ?" tanya Vivi sembari memegang kedua pipi anak tersebut dengan tangannya.

__ADS_1


Anak tersebut sedikit ketakutan, dia seperti trauma jika dekat dengan seseorang.


Anak tersebut melepaskan diri dari Vivi dan jatuh terduduk " Aku mohon lepaskan kami, biarkan kami mati dengan tenang "


Melihat Vivi yang sangat perhatian seperti itu, Etan kemudian mendekat juga " Percayalah padanya, kami bukan orang yang jahat, kami akan menolong kalian " ucap Etan lembut.


Anak tersebut sedikit ragu, pasalnya dia takut jika mereka membohonginya, Etan mengeluarkan teknik Elemen Air " Naga Air !"


Etan mengeluarkan Elemen tersebut ke Atas, Air berbentuk Naga keluar, ketika sampai di langit Naga Air menghilang dan berubah menjadi hujan.


Anak tersebut sangat senang ketika melihat Air hujan, dia melepaskan ****** ***** yang dia pakai agar basah dan bisa menampung air sembari menengadah ke langit dan membuka mulutnya.


Anak tersebut tidak peduli dengan Etan dan Vivi, yang dia pedulikan sekarang bisa meminum.air setelah sekian lama tidak minum.


Ketika hujan Air berhenti, anak tersebut langsung memeras ****** ******** dan memasukkan air perasan ****** ***** oada anak yang tadi dia seret.


" Ayo Minum Lot, dan bantu kakak merawat adik - adik yang lain " ucap anak tersebut terlihat sangat bersemangat.


Etan sudah tidak tahan lagi dengan pemandangan tersebut, dia memukul tengkuk anak tersebut agar pingsan.


Vivi marah " Apa yang kamu lakukan Etan !!" pertama kalinya Vivi memanggil Etan dengan nama langsung membuat Etan terkejut.


Etan melihat Vivi yang begitu marah padanya, padahal selama ini Vivi tidak pernah menunjukkan tatapan itu padanya kecuali pada musuh - musuhnya.


Etan tidak tahu harus tertawa atau menangis, padahal dia bermaksud untuk menyelamatkan mereka agar tidak lama - lama membuang waktu karena anak tersebut menolaknya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2