
Energi spiritual Es yang meluap membuat Etan menggigil kedinginan, tapi dia tudak hilang akal, dia juga menggunakan Energi spiritual Elemen Apinya.
Anita merasa tubuhnya hangat, dengan tubuh ringkihnya dia mulai bisa bergerak untuk memegang Pipi Etan.
" Terimakasih Chen...." Anita langsung mengecup lembut bibir Etan.
Etan membalas perlakuan Anita, dia merasakan jika Energi spiritual Apinya tersedot masuk oleh Anita.
Perlahan tapi pasti, tubuh Anita yang tadinya kaku dan pucat terlihat bersinar, Kulitnya yang keriput mulai terlihat segar.
Etan yang menyaksikan itu sambil mencumbu Anita terkejut, semakin banyak energi spiritualnya yang diserap Oleh Anita.
Tubuh Anita semakin berisi, hingga dia menjadi sosok yang sangat sempurna di Mata Etan, tentu saja Etan yang tadinya tidak bernapsu, pusakanya langsung berdiri tegap.
Anita yang sudah pasrah dengan perlakuan Etan, dia tidak keberatan Etan akan melakukan apapun padanya.
Etan seperti harimau yang kelaparan, dia sangat buas menjamah Anita.
Dia luoa jika baru kenal dengan Anita, pikirannya sudah kalah dengan Birahinya yang sedang memuncak.
Sementara itu di luar rumah terjadi Badai Es, Api unggun yang dinyalakan langsung padam seketika.
Semua orang panik, Lu Yuan dan Vivi melihat rumah yang sedang digunakan Etan dan Anita untuk menikah, mereka berdua sama - sama khawatir.
" Patriak !, Cuacanya semakin memburuk, anak - anak banyak yang hampir sampai pada batasnya !" ucap salah satu penjaga Desa Don.
Vivi buka Suara " Kumpulkan mereka disebuah rumah, aku akan berusaha membuat mereka tetap hangat !"
Penjaga Desa menatap Lu Yuan, Lu Yuan menganggukan kepalanya, menandakan jika dia setuju.
Penjaga Desa Don langsung mengumpukan Anak - Anak di sebuah Rumah, terlihat 23 anak menggigil kedinginan karena Cuaca Ekstrim tersebut, Walaupun mereka sudah menggunakan Jaket dan Mantel yang tebal.
Orang Tua Mereka terlihat khawatir, Walaupun mereka merasakan kedinginan, tapi rata - rata orang Tua di desa Don semuanya memiliki ranah kultivasi, walaupun masih rendah tapi setidaknya bisa untuk sedikit menjaga setabilitas tubuh mereka.
__ADS_1
" Yang merasa kedinginan berkumpul kemari !" Ucap Vivi tegas.
Kebanyakan Wanita yang mendekat, mereka memeluk anak - anak, sementara Vivi duduk ditengah - teangah mereka.
Vivi langsung menggunakan energi spiritual Apinya, Walaupun tidak sekuat milik Etan, tapi setidaknya bisa menghangatkan Rumah tersebut.
Tubuh Vivi terbungkus oleh energi spiritual Api yang membuatnya terlihat bercahaya.
Sedikit demi sedikit rumah tersebut menjadi hangat, anak - anak mulai tersenyum senang karena sudah tidak menggigil lagi.
Lu Yuan dan para penjaga Desa yang menyaksikan hal tersebut dari luar rumah terkejut.
Salah satu penjaga Desa bertanya " Patriak, anda menemui mereka dimana, kekuatan mereka...." ucap penjaga Desa kagum.
Lu Yuan tersenyum " Mereka memang orang - orang pilihan Dewa, aku mengira jika hanya Tuan Clark yang memiliki Elemen Api, ternyata Asistennya juga " ucap Lu Yuan Senang karena dia tidak salah membawa orang.
Sementara itu Etan dan anita sedang bergelut dengan panasnya.
Mereka tidak menghiraukan apa yang sedang terjadi di luar, padahal semakin Anita menggebu - gebu maka badai akan semakin besar, karena energi spiritual Es yang dia keluarkan bertabrakan dengan Energi spirtual Es milik Etan.
Keduanya bergelut hingga sampai pagi menjelang, hingga akhirnya Etan ambruk di samping Anita dengan lemas, karena Energi spiritualnya hampir terkuras semuanya oleh Anita.
Sementara Anita terlihat sangat energik, dia yang tadinya keriput, sudah terlihat sangat cantik, tubuhnya proposional, benar kata Rong Yuan jika Anita lebih cantik dari Vivi, gunung kembar mereka juga tidak berbeda jauh, Mungkin hanya selisih satu Mili meter saja.
Anita tersenyum melihat Etan yang pingsan disampingnya, di beranjak dari ranjangnya dan membenarkan posisi tidur Etan.
Anita juga mengelap peluh Etan dengan penuh kasih " Chen, Suatu saat nanti, aku pasti akan mengembalikan semua yang seharusnya menjadi milikmu " ucap Anita Lembut.
Anita memakai bajunya, dia kemudian berjalan keluar Rumah dengan santai, dia ingin melihat keadaan di luar rumah.
Betapa terkejutnya Anita saat keluar dari rumah, terlihat Salju yang menumpuk di sekitar rumah, padahal Matahari bersinar dengan teriknya.
Sementara Vivi yang semalaman menggunakan energi spiritnya, dia mulai kehabisan Energi Spiritnya .
__ADS_1
System yang memprogram Vivi Berbunyi dibenakanya [ Peringatan !!, Energi Spirit dalam tubuh mulai habis, Menonaktifkan secara paksa System !]
Seketika Energy spiritual Vivi langsung padam, dia juga ambruk ditempat tersebut, anak - anak dan Wanita yang ada di tempat tersebut langsung panik.
" Nona !!"
" Nona !!"
" Cepat panggil Patriak !" ucap salah seorang Wanita.
Mereka memanggil Patriak yang terlihat sedang menggigil di samping rumah tersebut, Walaupun mereka bisa menahan semalaman hawa dingin tersebut, tapi mereka juga manusia yang punya batas.
" Patriak gawat !!, Nona Penyelamat pingsan !" Ucap seorang Wanita panik.
" Apa !!" Lu Yuan langsung bangkit, dia dengan terhuyung - huyung masuk kedalam rumah.
Vivi terlihat sudah di baringkan di sebuah ranjang, dia memejamkan matanya seakan Mati, tapi karena dia sekarang memiliki Jantung, jadi Patriak masih merasakan detak jantung dan nadinya.
Patriak menghela napas lega setelah memeriksa Vivi " Dia tidak apa - apa, karena terlalu banyak menggunakan Energi spiritualnya, jadi dia seperti pingsan "
Semua orang menghela napas lega, Seorang anak kecil bertanya " Ibu, apakah Dewi hangat baik - baik saja ?" tanya dia dengan polosnya.
Orang tuanya tersenyum " Dewi hangat tidak apa - apa, dia cuma kelelahan karena menjaga kalian semalaman "
Semua anak - anak terlihat senang, pasalnya Walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka tahu jika Vivi yang membuat tubuh mereka tetap hangat semalaman.
Tiba - tiba Pintu rumah terbuka " Ayah..., ada apa ini ?"
.
.
.
__ADS_1