
Ke esokan harinya , Etan terbangun dari tidurnya denga Vivi yang memeluknya di ranjang tanpa mengenakan sehelai benangpun , gunung kembar Jumbo milik Vivi menempel di tubuh Etan.
Etan menoleh kearah Vivi , dia tersenyum kecut saat teringat kejadian semalam , dia seolah lupa jika Vivi merupakan Robot buatannya.
Etan masih ingat jelas jika dia sangat bernapsu pada Vivi , apa lagi saat dia memasukan pusakanya ,Goa Vivi seakan milik perawan .
Etan menghela napas " Apakah ini yang dinamakan **** Toys ?" ucap Etan tidak berdaya.
" Selamat pagi Tuan ... " ucap Vivi manja.
Etan terkejut " Kamu sudah bangun ?" tanya Etan reflek.
" Tentu saja , Saya cuma butuh waktu dua jam tertidur ,maka semua kekuatan saya akan pulih " jawab Vivi lembut.
Etan bergegas beranjak dari tempat tidur , pasalnya di takut pusakanya ngamuk lagi , jadi dia langsung pergi ke kamar mandi.
Sementara Vivi dengan santainya beranjak dari ranjang , dia merasa sangat senang ,karena Tugasnya sebagai pelayan Etan sudah dia kerjakan semuanya.
Vivi tiba - tiba waspada , dia merasakan ada yang mengawasi Vila Etan .
Vivi mengedarkan energi spiritualnya untuk mendeteksi kekuatan musuh .
Vivi mengulas sebuah senyum " tiga orang berada di ranah Setengah Dewa akhir , Dua orang ranah Dewa awal dan satu orang ranah Dewa akhir , Ternyata hanya keroco yang datang "
Vivi langsung bisa menebak kekuatan mereka, pasalnya karena Vivi merupakan Robot smart , dia bisa meretas seluruh Satelit dan memperjelas pandangannya , karena sumber kekuatan Vivi menggunakan energi Spiritual bukan seperti robot lainnya yang menggunakan Listrik untuk bergerak.
Etan keluar dari kamar mandi , dia melihat Vivi yang berdiri menatap keluar dari jendela tanpa sehelai benangpun.
Etan menegur Vivi " Kamu sedang ngapain ?, bersihkan diri dulu "
" Siap Tuan " Ucap Vivi genit.
Vivi berjalan kekamar Mandi , saat dia sampai didekat Etan Vivi mengusap pusaka Etan sambil mengedipkan mata.
' glek ' Etan menelan ludah , pasalnya kelakuan Vivi benar - benar membuat salah tingkah Etan, tapi Etan bersyukur untungnya Vivi melakukan hal tersebut jika mereka hanya berdua.
[ Note : Vivi bisa mandi layaknya manusia , karena dia digerakan menggunakan energi spiritual bukan listrik, jadi jika dia direndam di air pun tidak akan konslet.]
Etan menghela napas saat Vivi sudah masuk kamar mandi " Dasar Robot Cabul !, tapi aku suka sih...tidak , tidak , apa yang kamu pikirkan Etan !" Ucap Etan bergelut dengan pikirannya sendiri.
" Tok
" Tok
" Tok
" Tuan Clark , makanannya sudah siap " Ceril berteriak di luar kamar Etan.
__ADS_1
" Ya... Sebentar lagi aku turun !" Etan menyaut.
Setelah mengenakan pakaian ,Etan keluar dari kamarnya , dia terkejut melihat Ceril yang sedang menunggu dia di depan pintu.
' glek ' Etan menelan ludah lagi saat melihat Ceril , pasalnya Ceril sekarang benar - benar berani , dia memakai rok mini yang memperlihatkan jelas paha mulusnya, Pakaian atasnya dia mengunakan kemeja pelayan tapi dia sengaja tidak mengancing bajunya sampai atas hingga memperlihatkan belahan gunung kembarnya.
Etan benar - benar di bikin stres oleh dua wanita yang ada di Vilanya " Astaga... apa maksudnya ini " ucap Etan dalam hati.
Ceril menegur Etan dengan malu - malu " Tuan Clark , Ayo turun kebawah " ajak Ceril lembut , selembut kapas.
Etan tersadar " Eh ..Ayooo..., Plaaaakkk !" tangan Etan reflek menepuk pantat Ceril.
" Tuan Clark ih.... " Ceril tersipu malu.
Etan memegangi tangannya " apa yang aku lakukan ?" gumam dia dalam hati.
Ceril dengan malu - malu berjalan di depan Etan , pantatnya yang padat seakan bergoyang kekanan dan kiri mengikuti irama langkahnya.
Mata Etan seperti mau keluar , sampai dia meneteskan air liur , Etan mengusapnya berkali - kali dengan tangannya.
Tapi saat dia sampai di lantai bawah , Etan merasakan ada seseorang yang mengawasinya , dia langsung serius menatap keluar, dia memfokuskan Energi spiritualnya untuk mendeteksi , orang - orang tersebut.
Betapa terkejutnya dia saat merakan Energi Spiritual Vivi yang ternyata sedang menghampiri orang - orang tersebut , dia tersenyum " Kamu memang wanita serba guna Vivi " gumam Etan Lirih.
Etan tidak memperdulikan orang - orang yang mengawasinya lagi , karena dia pikir Vivi sudah lebih dari cukup untuk menghadapi mereka semua.
" Sial !, Wanita itu Cantik sekali uy !"
" Body nya aduhai Cuy !"
" Di gengbeng enak tuh "
Pikiran orang - orang tersebut langsung trafeling saat melihat Vivi yang memang sangat menggoda ,karena bukan cuma parasnya saja yang Cantik, tapi Body nya juga aduhai.
" Apa kalian membicarakanku ?" Tanya Vivi yang tiba - tiba ada di belakang mereka.
Sontak saja mereka semua terkejut , Mereka menoleh kebelakang ,kemudian melihat kedepan lagi memastikan jika itu benar - benar wanita yang mereka lihat tadi.
Orang yang memiliki kekuatan Ranah Setengah Dewa akhir , mereka tidak bisa bergerak karena Vivi menekan mereka dengan Vitalitas Dewanya.
" Bug !
" Bug !
" Kralakkk !!
Dua orang ditendang Vivi dengan keras, sementara yang satu sudah tewas akibat Vivi langsung memelintir kepalanya sampai menghadap kebelakang.
__ADS_1
Tiga orang yang berada di Ranah Dewa awal dan akhir langsung melompat mudur menjauhi Vivi , pasalnya mereka merasakan bahaya dalam benaknya.
" Kalian berdua cepat bangun !!" Teriak orang yang sudah berada di ranah Dewa awal pada dua orang yang di tendang Vivi barusan.
Tapi saat dia melihat dua orang yang ditendang Vivi , dia terkejut karena mereka berdua sudah tewas dengan dada yang melesok kedalam ( Tulang rusuknya patah ).
" Tuan Lu ini...!" Orang yang berada di ranah Dewa awal terkejut saat melihat kejadian itu.
Lu san ,seorang pria sepuh yang merupakan pemimpin mereka juga sedang waspada " kalian hati - hatilah !, dia bukan wanita sembarangan !"
Baru saja mereka mengangguk , Vivi sudah membuat lubang di dada salah satu Ranah Dewa awal dengan tangannya.
" Hoekkk...!" pria tersebut memuntahkan seteguk darah , dia melihat dadanya dan menoleh kebelakang , Vivi menyeringai seperti iblis.
Jika di kamar Etan dia bagaikan bidadari yang lemah lembut , tapi berbeda jika dia sedang melawan musuh Etan , karena dia di setting tidak memiliki perasaan selain dengan Etan.
Dua orang lainnya terkejut , Pria yang berada di Ranah Dewa awal meraung " Bajingan kau Wanita ****** !, Pukulan Seribu Bintang !!!"
Pria tersebut melancarkan sebuah serangan , terlihat pukulan yang seperti menjadi ribuan kepalan tangan menuju Vivi.
Vivi tersenyum , dia tidak berniat menghindar , Vivi mengumpulkan Energi spiritualnya di kepalan tangannya dan....
" Wuzzzzzz !
" Wuzzzzz !
" Bang !
" Bang !
" Srrrrtttt !"
" Duaaakkk !!!"
" Hoekkk !!" Pria tersebut terbang puluhan meter karena terkena pukulan mematikan Vivi hingga dia menabrak tembok, pria tersebut menyemburkan darah sebelum dia ambruk ke tanah dan tewas di tempat tersebut.
Pria sepuh yang tinggal seorang diri ,dia masih terlihat tenang , dia menganalisis kekuatan Vivi dengan mengorbankan anak buahnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1