
Etan membawa Ceril ke mobilnya , Ceril hanya menurut , dia tidak menolak dan tidak berkata sedikitpun .
Saat didalam Mobil , Etan menghela napas " Wanita bodoh !, kenapa kamu diam saja saat diperlakukan seperti itu ?, apa kamu tidak sayang dengan harga dirimu !" Etan menatap Ceril dan mencermahinya.
Ceril tidak berani menatap Etan , Karena entah kenapa saat menatap Etan jantungnya berdegup dengan kencang , jadi dia tidak fokus dengan apa yang Etan bicarakan.
Etan memegang dagu Ceril , mengangkat wajahnya agar menatapnya " Hei... apa kamu masih takut dengan kejadian barusan ?"
Ceril menggelengkan kepalanya , Wajahnya merah merona seperti tomat , Ceril sangat gugup saat bertatpan dengan Etan.
Etan melepaskan dagu Ceril " Apa kamu sudah makan ?" tanya Etan lagi.
Ceril kembali menggelengkan kepalanya " Belum "
Etan tersenyum " baiklah kita cari makan dulu "
Karena madalah tadi , makanan yang Etan bawa rusak akibat di lempar Etan entah kemana ,pasalnya dia mementingkan keselamatan Ceril.
" Tapi Ibu ..." Ceril mengkhawatirkan ibunya.
" Jangan khawatir , Damon pasti akan menjaga ibumu baik - baik " Sambil berbicara Etan menginjak pedal gas mobilpun meninggalkan tempat tersebut.
Di dalam Mobil Ceril tidak bicara lagi , dia bingung ingin bertanya apa karena saking gugupnya.
Etan kemudian buka suara untuk memecah keheningan " Kamu sekarang kerja dimana ?"
" Aku tidak punya pekerjaan untuk saat ini " Ucap Ceril tidak berdaya.
Etan menganggukan kepalanya seolah mengerti kondisi Ceril " apa kamu mau bekerja untukku ?"
Ceril menoleh menatap Etan , dia langsung menganggukan kepalanya " Aku mau !" ucap Ceril langsung.
Etan tersenyum " Baiklah , nanti aku akan memberi kamu pekerjaan , oh.. ya maaf soal yang tadi jika aku mengaku - ngaku pacar kamu "
Ceril mulai tidak gugup lagi, dia merasa Etan orang yang mudah diajak bicara " Seharusnya aku yang meminta maaf , karena aku ,kamu jadi terlibat masalah dengan Tuan Damon "
" Kamu mengenal Damon ?" tanya Etan penasaran.
Ceril mengangguk " Siapa orang di kota Luton yang tidak mengenalnya , itulah kenapa aku tadi tidak melawan , karena dia anak Tuan Damon " ucap Ceril Sendu.
__ADS_1
Etan mengangguk mengerti , memang banyak orang yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang yang tidak memiliki kekuasaan.
Praktik seperti itu memang sering terjadi , di peradaban tingkat atas juga memperlakukan klangan Bawah seperti itu, oleh karena itu Etan bertekad untuk menghilangkan kesewenang - wenangan tersebut.
Mobil yang di kendarai Ceril dan Etan sampai di Sebuah Restoran kecil di pinggir jalan Kota Luton , Etan mengendarai mobilnya Masuk di parkiran Restoran tersebut.
Mereka berdua turun dan memasuki Restoran , Etan duduk disebuah kursi di ikuti Ceril.
Etan kemudian memberikan buku menu pada Ceril " pesanlah yang kamu suka , jangan sungkan - sungkan " ucap Etan lembut.
Ceril mengangguk , tapi saat dia melihat harga di Menu tersebut , Ceril sedikit ragu , padalnya harga termurah di Restoran tersebut 200 dolar , karena Walaupun Restoran tersebut kecil tapi sudah terkenal dengan kelezatan masakannya.
Etan yang melihat Ceril tidak memesan - memesan sementara pelayan sedang bersiap mencatat pesanan mereka ,dia menghela napas " Nona , Beri kami menu terbaik di Restoran ini ,masing - masing dua porsi , untuk minumnya juga beri kami yang terbaik " ucap Etan santai.
" Baik Tuan , tolong tunggu sebentar !" Pelayan kemudian langsung meninggalkan Etan dan Ceril.
" Tuan Clark , Makanan di sini terlalu mahal , aku... " Ceril terlihat tertekan.
Etan tersenyum " Jangan khawatir, aku yang akan mentraktir "
Semakin Etan berbuat baik padanya , Perasaan Ceril semakin tumbuh pada Etan , Ceril malah mempunyai pikiran jika dia rela mengabdikan dirinya untuk Etan.
Ceril tercengang , saat melihat makanan - makanan Mewah di hadapannya , dia hanya memandangi makanan tersebut
Melihat Ceril yang diam saja , Etan menegurnya " Ayo makan !"
Ceril mengangguk ,Etan yang akan memulai makan ,tiba - tiba ponselnya berdering " Halo..Vivi ,ada apa ?"
" Tuan Clark ,saya sudah mendapatkan sebuah Vila yang anda mau , apakah anda akan membelinya ?" tanya Vivi di seberang telepon.
" Vila ?" Beo Etan , pasalnya dia tidak tahu Vila itu apa , yang dia tahu rumah kecil, Besar dan istana saja.
Vivi tahu jika Tuannya tidak mengerti apa itu Vila " Tuan Clark saya akan mengirim foto Vila tersebut ,beserta harganya , jika menurut Tuan Cocok maka Tuan bisa membelinya " Vivi mematikan ponselnya.
Ponsel Etan berbunyi " Kluning " ,dia membuka ponselnya " Hmm .. lumayan bagus dan Besar"
Etan kemudian melihat harganya " rumah sebesar ini cuma 1 Milyar ?, astaga ..ternyata di sini semuanya serba Murah !"
Etan langsung membalas pesan setuju pada Vivi , Vivi langsung mengirim nomor rekening Bank pemilik Vila agar Etan mentransfer uangnya.
__ADS_1
Etan langsung mentransfer uang satu Milyar tanpa ragu , Ceril yang dari tadi memperhatikan Etan saat dia bilang Vila.
Ceril bertanya " Tuan Clark , apakah anda sedang membeli sebuah Vila ?"
Etan yang sedang memakan Lobster ,dia mendongak " Ya .. hanya Vila Kecil " ucap Etan santai.
" mungkin nanti kamu akan bekerja di sana sebagai oelayan pribadiku , apa kamu mau ?" Etan bicara sambil menggigit makanannya.
Ceril tanpa ragu langsung mengangguk " Ngomong - ngomong Vila yang anda beli dimana ?, kebetulan saya tahu semua lokasi Vila di kota Luton " ucap Ceril yakin.
Etan membuka ponselnya dan menunjukan foto Vila tersebut pada Ceril " Entahlah ...asistenku yang mencarikan , hanya Vila kecil , harganya juga murah , apa kamu tahu dimana tempat itu ?"
Tangan Ceril gemetar saat melihat foto tersebut , pasalnya dia yakin jika Vila tersebut adalah Vila terbesar di kota Luton , Harganya mencapai 1 Milyar dolar.
Ceril menatap Etan tidak percaya , dia membatin " Sunset Vila dia bilang Vila kecil, harganya juga murah ?, astaga... sebenarnya seberapa kaya Tuan Clark , apakah di kota ini tidak ada yang mahal untuknya " Ceril menatap Etan penuh tanda tanya.
Alasan kenapa Vila tersebut dinamakan Sunset , Karena Vila tersebut berdiri menghadap barat Laut , jika pemilik Vila berdiri di balkon pada sore Hari dia akan melihat pemandangan Sunset secara jelas.
" Bagaimana apa kamu tahu tempatnya ?" tanya Etan sambil menjejalkan makanan pada mulutnya.
Ceril mengangguk " Saya tahu Tuan Clark " Ceril meletakan ponselEtan perlahan - lahan.
Etan tersenyum " Baguslah , sesudah ini kita langsung kesana , aku mau mengeceknya secara langsung "
Ceril mengangguk mengerti , mereka berdua kembali menikmati makanannya , sampai makanan di meja tersebut habis.
Ceril hanya memakan dua porsi makanan saja , sementara Etan menghabiskan semuanya , karena tubuh dia sekarang sudah di tahap setengah Dewa jadi dia bisa makan banyak sekaligus untuk mengubahnya langsung jadi energi spiritualnya.
Setelah membayar makanan , mereka berdua langsung meluncur ke Vila Baru Etan dengan Ceril sebagai pemandunya.
.
.
.
.
.
__ADS_1