
Etan kembali melanjutkan berbincang dengan Vivi untuk membahas perusahaan yang akan mereka akuisisi.
Etan ingin Clark Industries segera dikenal di kota Luton maupun seluruh Provinsi Hersia. Karena dia tidak ingin menyia - nyiakan waktunya agar rencana awalnya tidak sia - sia.
" Tuan Clark , saya sudah menghubungi Nona Glais , tapi katanya ,dia ingin bertemu dengan anda langsung mengenai rencana anda , karena menurutnya proyek tersebut sangat besar " Ucap Vivi lembut.
Etan mengangguk " Baiklah !, Nanti Malam di Restoran Big Diamond !" ucap Etan tegas.
Vivi mengangguk , dia langsung menghubungi Lidia untuk memberitahu perintah Etan rencana pertemuannya .
Lidia tanpa pikir panjang langsung setuju , karena dia juga punya maksud sendiri ingin mengenalkan Suaminya yang bekerja sebagai pejabat negara untuk membantu Etan.
Etan memasukan mobil - mobilnya ke garasi sambil menunggu Vivi selesai menelpon , dia memasukan 12 Mobil yang lebih mahal dari mobil lainnya terlebih dahulu.
Sementara Sisanya terparkir dihalaman Vila ,seperti Mobil terbengkalai ,jika penggemar Mobil sport melihat hal tersebut mungkin mereka akan Syok ,Karena Etan memperlakukan Mobil Jutaan dolar layaknya mobil biasa.
Weis dan Ceril membawakan Makanan ringan dan Jus untuk Etan dan Vivi , Karena Ceril dan Weis tidak tahu jika Vivi adalah Robot jadi mereka membuatkan minuman juga untuk Vivi.
" Tuan Clark ,Nona Vivi Silahkan " Ucap Ceril Sopan.
Etan yang baru duduk sehabis memarkirkan mobilnya ,dia mengerutkan kening " Kenapa kamu yang melayani kita Ceril ?, memangnya disini kurang pelayan ?" Etan langsung menoleh kearah Weis.
Weis buru - buru menjelaskan " Tuan Clark ,saya sudah menyuruh Nona Ceril agar tidak perlu membantu saya , tapi Nona Ceril memaksa "
Ceril menimpali " Benar Etan , aku sendiri yang mau melakukannya, jangan salahkan Tuan Weis "
Etan menghela napas " Ceril , aku sudah bilang padamu , aku mengangkat kamu menjadi saudara aku , jadi kamu tidak perlu repot - repot untuk bekerja " ucap Etan lembut.
Ceril menggelengkan kepalanya " Tidak Etan , aku sudah cukup mendapat banyak hal dari kamu , jadi biarkan aku melakukan lekerjaan disini !" ucap Ceril tegas.
" Terserah kamu sajalah , atur sesuka kamu Ceril !" Etan tidak mau memaksa kehendak orang lain, jadi dia membebaskan Ceril untuk bekerja atau tidak.
***
Malam harinya Etan bersiap - siap untuk pergi ke Big Diamond Resto .
__ADS_1
Etan turun dari kamarnya yang berada di lantai 3 Vila ,dia terlihat karismatik memakai setelan Tuxedo hitam .
Etan menunggu Vivi di Mobilnya , Vivi memasuki mobil , Etan menegur Vivi " kamu lama banget !, ngapa..in a..ja.." Saat Etan menoleh kearah Vivi dia terpesona dengan Vivi.
Balutan gaun merah yang menutupi tubuh Vivi ,tapi memperlihatkan belahan gunung kembarnya membuat Etan tertegun .
" Tuan Clark ?" panggil Vivi pada Etan ,membuatnya tersadar.
" Eh..iya ada apa ?" tanya Etan seperti orang bodoh.
Vivi tersenyum " Kalau Tuan Mau tinggal bilang saja , saya akan memberikan pelayanan terbaik untuk Tuan " ucap Vivi menggoda.
' glek ' Etan menelan ludahnya , Karena memang Vivi begitu membangkitkan gairahnya , tapi Etan segera menepis pemikiran tersebut.
" Sudah jangan banyak bicara , kita berangkat !" Etan langsung menginjak pedal gas lamborghini Vanenonya ke Restoran Big Diamond.
Sementara itu di Restoran Big Diamond , Wina dan kedua orang tuanya sudah menunggu di restoran tersebut.
Wina terlihat cemberut , karena orang tuanya bilang akan memperkenalkannya dengan seseorang .
Lidia tersenyum " jangan begitu sayang , kamu pasti akan suka dengan orang yang akan ibu kenalkan " ucap Lidia lembut.
Wina menggembungkan pipinya " ibu jahat ih..., tidak mengerti perasaan aku !"
Ronal Ayah Wina menyenggol istrinya dengan siku " Sebenaranya siapa sih yang akan kamu kenalkan pada kami ?" tanya Ronal penasaran.
" Calon Bilioner Provinsi Longtown !" Ucap Lidia percaya diri.
Ronal dan Wina saling menatap , mereka benar - benar di buat bingung oleh Lidia , pasalnya dari Rumah dia tidak memberitahu mereka akan menemui siapa.
Etan dan Vivi masuk kedalam Restoran , Etan yang melihat Lidia ,dia langsung menghampirinya di ikuti dengan Vivi yang berjalan dibelakangnya.
" Nona Glais, Maaf saya terlambat " Karena Etan hanya memperhatikan Lidia ,dia tidak melihat jika Wina ada disitu juga.
Wina yang merasa familiar dengan suara Etan ,dia langsung mendongak " Etan !" ucap Wina terkejut saat melihat Etan.
__ADS_1
" Wi..na , kamu juga kemari ?" Etan bertanya spontan.
Lidia tersenyum " Ayo duduk dulu Tuan Clark " ucap Lidia lembut.
Etan kemudian duduk disebelah Wina , sementara Vivi duduk di sebelah Lidia , ada kecanggungan antara Etan dan Wina disana ,karena mereka berdua sebelumnya bertengkar.
Ronal membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana " Jadi ini orangnya Bu ?" tanya Ronal pada istrinya.
Lidia menganggukan kepala " Ayah benar , dia orang yang aku ceritakan sama Ayah !"
Ronal menatap Etan dari Atas sampai bawah , dia mengangguk - anggukan kepalanya karena melihat penampilan Etan yang cukup baik.
Ronal bertanya pada Etan " Jadi... apa kamu bisa menjelaskan bagaimana rencanamu ?" tanya Ronal datar.
" Dengan senang hati Tuan Glais...." Etan mulai bicara tentang rencana proyek besarnya , dia tidak mau menutup - nutupi sedikitpun pada keluarga Glais.
Karena tujuan dia mengajak mereka bekerja sama untuk mendapat dukungan dari pemerintah ,jadi nanti saat proyek berjalan tidak ada yang berani membuat masalah.
Ronal sedikit demi sedikit menyunggingkan senyum , karena dia termasuk pejabat yang jujur ,jadi dia sangat menyukai ide Etan.
Setelah Etan selesai bicara Ronal bertanya " Apa kamu sudah memperhitungkan dana yang akan kamu keluarkan ?, aku yakin dengan Mega proyekmu itu akan menelan biayaya Miliaran Dolar , Lebih baik kamu memikirkannya matang - matang terlebih dahulu sebelum bermimpi terlalu jauh !"
Walaupun Ronal menyukai pemikiran Etan , tapi faktanya Etan masih sangat muda , dia tidak mungkin memiliki uang Milyaran dolar disakunya sendiri.
Tapi detik berikutnya Rinal di kejutkan dengan jawaban Etan " Tuan Glais . saya sudah menyiapkan semua uangnya untuk proyek tersebut , 10 Milyar 20 Milyar atau 100 Milyar ?, percayalah saya sanggup melakukan hal tersebut , saya hanya perlu dukungan dari orang seperti anda agar proyek saya berjalan lancar. Lagi pula bukankah proyek saya sangat menguntungkan buat pemerintah ?" ucap Etan tanpa ragu - ragu sedikitpun.
Ronal tersentak , tapi dia tertawa terbahak " Hahaha... Aku suka pemikiran kamu , tapi apa kamu yakin memiliki uang sebanyak itu Tuan Clark ?!" Rinal masih mengira jika Etan hanya menyemburkan omong kosong.
Etan mengeluarkan tiga Black Card yang sudah dia buat lagi di meja " Besok ,kartu - kartu ini akan berisi 50 Milyar dolar per kartu !, jika anda masih tidak percaya silahkan Cek sendiri besok , karena kartu tersebut di buat di Bank anda ,tentu tidak akan sulit buat anda Bukan !" ucap Etan dingin.
Ronal sedikit terkesiap , dia memandang Etan dengan seksama , jika semua ucapan Etan benar , bukankah Etan akan menjadi orang terkaya di provinsi Longtown ?.
.
.
__ADS_1
.