
Etan mengantar Ceril kesebuah Rumah sakit di kota Luton , Ceril turun dari mobil dan membungkuk hormat pada Etan untuk mengucapkan terimakasih.
Ceril kemudian meninggalkan Etan dan bergegas masuk kerumah sakit , Etan yang awalnya tidak berniat mencampuri urusan Ceril lebih jauh, dia berubah pikiran saat teringat jika Ceril sangat sedih ketika bilang ingi kerumah sakit.
Etan mengikuti Ceril diam - diam , Ceril terlihat masuk di sebuah ruangan , Etan membuka pintu perlahan untuk mengintip Ceril dari selah pintu.
Terlihat seorang Wanita paruh baya yang koma, menggunakan Selang oksigen di wajahnya dan berbagai alat penopang hidupnya.
Ceril menarik kursi dan duduk disebelahnya , dia menggenggam tangan wanita tersebut sambil menitihkan air matanya " Bu.. Hari ini Ceril di pecat dari pekerjaan Ceril , tapi ibu jangan khawatir Ceril pasti akan mendapatkan pekerjaan Baru , Ceril akan melakukan apapun agar ibu bisa kembali sehat , walaupun Ceril harus bekerja siang dan Malam "
Air mata terus bercucuran di wajah imutnya, Wanita yang hidup sebatang kara , dia mempertaruhkan semua waktunya demi bisa membiayai perawatan ibunya agar sehat kembali.
Ceril terlihat menghapus air matanya " tapi Ceril sangat bahagia bu..., Hari ini Ceril bertemu pria yang sangat baik , dia membela Ceril walau Ceril tidak mengenalnya , sayangnya dia pria kaya , tapi Ceril tetap senang kok Bu , Walau hanya mengenal dia sekilas saja " Terlihat Senyum yang di paksakan terukir di wajah Wanita tersebut.
Hati Etan bergetar , dia merasakan sakit yang di alami Ceril, tanpa sengaja dia menitihkan air matanya.
Tiba - tiba seorang perawat menegur Etan " Maaf Tuan , apa yang anda sedang lakukan ?"
Etan menghapus air matanya , dia kemudian menoleh sambil tersenyum " Ah.. aku hanya ingin bertanya saja , Sakit apa yah ibu Ceril ?"
Perawat menghela napas " dia mengalami kecelakaan dua bulan yang lalu , Otaknya terbentur hingga mengakibatkan dia koma , ngomong - ngomong Tuan Siapanya Nona Ceril yah ?:
Etan bingung mau menjawab apa , jadi dia asal bicara " ah.. aku pacarnya " Setelah mengatakan itu Etan merutuki dirinya sendiri.
Perawat tersenyum " Oh.. jadi Tuan pacar Nona Ceril , Berarti Tuan sudah tahu fong jika Nona Ceril sedang membutuhkan uang untuk membayar biaya perawatan ibunya bulan ini ?"
Etan terkejut , pantas saja Ceril terlihat bersedih saat dia bilang ingin kerumah sakit , mungkin karena dia bisa membayar biaya perwatan ibunya tapi dia sudah di pecat.
Etan menggeleng , dia pura - pura bersedih " Huffft.. dia selalu saja menyembunyikan sesuatu pada saya , Berapa biaya perawatannya Sus ?"
Suster tersenyum , dia mengira jika Ceril mendapatkan pria yang baik , pasalnya sang perawat cukup akrab dengan Ceril , tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuknya , karena gaji dia juga tidak seberapa.
__ADS_1
" Tuan ,silahkan ikut saya ke adminstrasi " Ucap perawat ramah.
Etan mengangguk , dia mengikuti perawat tersebut ke adminstrasi .
Setelah sampai di Adminstrasi perawat yang membawa Etan langsung memberiitahu pihak Adminstrasi jika orang yang bersamanya akan membayar biaya pasien atas nama Rilyas yang merupakan nama ibu Ceril.
Petugas adminstrasi mengecek biaya ibu Ceril ,dia kemudian menatap Etan " Tuan biaya pasien atas nama Rilyas 30 ribu dolar perbulan "
Etan mengangguk ,bagi Etan uang 30 ribu dolar adalah jumlah yang sedikit , tapi bagi orang seperti Ceril dia perlu meminja kesana kemari demi mendaptkan uang sebanyak itu , pasalnya gaji karyawan bawah seperti Ceril mungkin hanya 500 sampai 800 dolar perbulan.
Perawat juga menceritak jika Ceril telah menjual rumahnya untuk biaya pengobatan ibunya , saat Etan bertanya Ceril tidur dimana.
Jawaban Perawat membuat hati dia semakin tersayat, pasalnya Ceril tidur di kursi yang dia duduki saat Etan melihatnya sambil menemani ibunya.
Etan menghela napas " Pindahkan beliau ke ruang Vip , semua biaya aku yang tanggung, aku juga ingin dokter spesialis untuk menangani Ibu Ceril !" Ucap Leon tegas.
Perawat dan Petugas adminstrasi terkejut , dia tidak menyangka jika akan ada orang sebaik Etan , tapi petugas Adminstrasi sedikit ragu dan bertanya " Tapi Tuan... Biaya dokter Spesialis dan ruang Vip akan sangat mahal , semuanya akan menelan biaya Ratusan ribu dolar "
Petugas Adminstrasi memberikan nomor rekening rumah sakit , Etan mengambil ponselnya dan tanpa ragu mentransfer 1 juta dolar ke rekening rumah sakit.
" Aku sudah mentransfer 1 juta dolar , jika kurang hubungi aku !" Ucap Etan tanpa ragu.
Petugas Adminstrasi mengecek rekening rumah sakit , dia terkejut karena Etan benar - benar mentransfer uang 1 juta dolar.
" Baik Tuan saya akan memberikan pelayanan terbaik untuk ibu Nona Ceril " ucap petugas adminstrasi.
Etan menatap perawat yang bersamanya " Aku mau kamu yang bertugas untuk menjaga ibu Ceril , bilang pada atasanmu jika dia menolak akan berurusan denganku !"
Perawat mengangguk mengerti, tentu saja dia sangat mau , karena dia hanya bisa membantu Ceril dengan menjaga ibunya selagi Ceril bekerja.
***
__ADS_1
Petugas Rumah sakit langsung memindahkan ibu Ceril keruang Vip , Ceril terkejut saat para petugas masuk , pasalnya dia mengira jika dia dan ibunya akan di usir karena belum membayar Biaya perwatan bulanan.
Ceril menangis dia ambruk disalah satu kaki petugas " Aku mohon jangan usir kami , berikan aku waktu satu minggu lagi, aku janji akan melunasi biayanya , hiks..hikss.. " Ceril menangis tersedu - sedu.
Para petugas bingung , pasalnya mereka akan memindahkan pasien , tapi malah di bilang akan mengusir mereka , karena Ceril terus menangis mereka tidak tahu harus berbuat apa.
" Aku mohonnnn.. hiks..hiks.., beri aku waktu "
Perawat yang di tugaskan Etan untuk menjaga ibu Ceril secara pribadi , dia datang sesudah membereskan ruang VIP yang Etan mau, ke ruangan ibu Ceril untuk membantu kepindahannya.
Tapu dia terkejut saat Ceril.sedang bersimpuh di kaki salah satu petugas rumah sakit " Nona Ceril , apa yang kamu lakukan , ayo bangun !"
" Kak Susan , tolong beri aku waktu untuk membayar biayanya , tolong kak .. hiks ..hiks..." Ceril masih menangis di hadapan Susan.
Susan tersenyum " Nona Ceril , siapa yang akan mengusir kalian ?, kita akan memindahkan kalian ke ruang VIP , dan semua biaya perwatan ibu Nona Ceril semuanya sudah di bayar lunas !"
Seketika tangis Ceril berhenti " Ruang VIP , di bayar lunas ?, siapa yang membayarnya ?"
Susan tersenyum lagi " Nona Beruntung memiliki pacar yang baik , dia yang membayar semua biayanya "
Ceril terkejut , pasalnya dia tidak memiliki pacar , boro - boro pacaran , mikirin ibunya saja dia sudah pusing setengah mati , apa lagi harus berpacaran yang nantinya akan tumbuh banyak konflik.
Setelah mengetahui jika ibunya tidak akan di usir , Ceril bernapas lega, tapi dia masih memikirkan siapa yang di maksud pacar oleh Susan , karena Susan juga lupa menyakan nama Etan.
.
.
.
.
__ADS_1
.