Sistem Over Power

Sistem Over Power
Kekuatan yang Menakutkan


__ADS_3

Etan sangat bersyukur karena dikelilingi orang - orang yang baik padanya, karena dia disini termasuk sebatang kara.


Adapun Orang tuanya, Etan tidak bisa terlalu ikut campur dengan urusan mereka, karena takutnya dia akan mengganggu jalannya siklus waktu.


Padahal Etan belum tahu, apakah dia ada siklus waktu yang benar sebelum dia terlahir, atau dia malah terlempar di dimensi waktu yang berbeda.


Karena Etan tidak pernah melihat Bumi sebelumnya, jadi dia tidak bisa memastikan sebenarnya dia ada di dimensi Waktu yang mana.


Para pelayan yang melihat Etan baik - baik saja, mereka langsung kembali ketempatnya masing - masing.


Ibu Ceril menghampiri Etan " Tuan Clark, apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Ibu Ceril yang sama khawatir seperti anaknya.


Etan tersenyum ".semua baik - baik saja, aku tadi hanya melihat kecoa terbang, hehehe.... " Etan pura - pura bodoh.


Ibu Ceril mengangguk mengerti, karena hampir semua orang jijik dengan kecoa, jadi pasti mereka cenderung akan berteriak jika melihatnya.


" Ya sudah, kalau anda tidak apa - apa, saya permisi dulu mau melanjutkan bekerja lagi " Ibu Ceril membungkuk hormat kemudian meninggalkan Etan.


Etan menanggapinya dengan menganggukan kepala, Ceril juga ikut pamit untuk kembali bekerja setelah ibunya juga pamit.


Setelah mereka berdua pergi, Etan meminta Vivi ikut dengannya, karena dia ingin menguji kekuatan barunya.


" Vivi, cari tempat yang luas tapi yang sepi dengan penduduk, aku ingin mencoba kekuatan baruku !" Ucap Etan bersemangat.


Vivi tersenyum " Baik Tuan !, mari..."


Etan berjalan didepan, sementara Vivi mengikuti Etan dari belakang, mereka berdua naik mobil menuju Hutan Hills, yang letaknya dipinggiran kota Luton.


Vivi yang mengemudikan mobil, dia berhenti ketika tepat di jalan tengah - tengah hutan.


" Tuan Clark, kurasa disini tidak akan ada yang melihat kita " ucap Vivi yakin.


Etan mengangguk, dia turun dari mobil bersamaan dengan Vivi, Etan berjalan dua puluh meter dari mobil, karena dia takut efek serangannya akan menghancurkan mobilnya. Sementara Vivi diam duduk di kap Mobil memperhatikan Etan.


Etan memasang kuda - kuda di depan pohon yang besar " Pukulan Satu Hit !!"


" Wuuzzzzz


Ayunan tangan Etan menghasilkan angin yang kencang dan....


" Duakkkk !


" Duaaaarrrr !!!


bagian yang dipukul Etan dengan diameter satu Meter langsung hancur.


" Krieeeettt


" Bruaaaakkk !" pohon tersebut langung tumbang seketika.

__ADS_1


Etan tercengang " gila...!, bukankah ini terlalu brutal untuk melawan manusia, jika mereka terkena pukulanku apakah mereka masih bertahan hidup ?" gumam Etan kaget.


Etan menghela napas, dia akan menyimpan teknik tersebut untuk peradaban tingkat atas saja, karena menurut Etan teknik tersebut sangat mengerikan, kecuali jika ada manusia yang menjengkelkan mungkin Etan tidak akan ragu untuk menggunakannya.


Etan bersiap - siap kembali " Lubang hitam !!" tangan Etan diarahkan kesebuah pohon.


Retakan dimensi muncul, Retakan tersebut perlahan - lahan membuka dimensi lain seperti portal.


Setelah portal tersebut terbuka, lubang hitam memang muncul dan menyedot segala sesuatu yang berada di lingkup lima meter didekatnya.


Pohon - pohon tercabut, daun pohon yang berjatuhan juga terhisap masuk dalam lubang hitam tersebut.


Jarak lima meter disekitar lubang hitam menjadi bersih, hanya terlihat tanah tandus yang tidak ada apa - apanya.


Etan langsung menarik energi spiritualnya dan menghentikan lubang hitam tersebut " Astaga... kekuatanku benar - benar menakutkan !" ucap Etan begidik ngeri dengan kekuatannya sendiri.


Tapi Etan segera menenangkan dirinya " Baiklah selanjutnya, Elemen angin !"


" Wuzzzzzz


Hanya keluar angin besar yang menerjang lurus kedepan tanpa adanya serangan yang fatal, Etan mengerutkan keningnya " lah kok... yang lain serangannya fatal ini malah kayak gini ?" Etan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


System tiba - tiba berbunyi.


[ Jika Master tidak menggunakan kata yang tepat Elemen tersebut hanya akan keluar seperti itu, untuk elemen angin Master dapat mencoba, Badai angin, pedang angin dan yang lainnya, begitu juga elemen yang lainnya, Master harus menggunakan kata yang tepat ]


Etan kemudian mencobanya " Pedang Angin !"


" Wuuzzzzzz


Angin dengan bentuk siluet pedang meluncur kearah pohon yang ada didepan Etan.


" Wuzzzz


" Wuzzz


" Craaang


" Craaang


" Bruaaakkkk !!" Ratusan pohon tumbang, Rahang Etan seakan mau jatuh, saat melihat teknik Elemen anginnya.


" Lebih baik aku sudahi sampai disini saja, kalau aku lanjutkan, hutan ini bisa hancur oleh teknikku !" ucap Etan cemas.


Etan sadar jika kekuatannya sudah tidak bisa terbendung di Bumi, jika teknik angin saja seperti itu, bagaimana dengan teknik Elemen apinya, bisa dipastikan hutan tersebut akan berubah menjadi tanah yang tandus seketika.


Etan menghampiri Vivi dengan raut wajah masam, pasalnya tekniknya semua sangat berbahaya, jadi dia tidak bisa mencoba - coba untuk melawan Manusia.


" Tuan anda kenapa ? " tanya Vivi perhatian.

__ADS_1


Etan menghela napas " Semua teknik baruku bisa menghancurkan bumi, bagaimana mungkin aku bisa menggunakan teknik ini ?" Etan berkata dengan tidak berdaya.


Vivi tersenyum " Tuan Clark, bukankah anda bisa mengurangi skala dan kekuatan serangan ?, dengan begitu aku yakin jika anda bisa menggunakan teknik - teknik tersebut "


Etan langsung bersemangat lagi saat mendengar ucapan Vivi " Ah.. kenapa aku tidak kepikiran sampai disana, terimakasih Vivi, aku akan mencobanya !"


Etan langsung melangkah dua meter didepan mobilnya, di fokus untuk mengurangi skala dan kekuatan serangannya " panah Angin !"


" Wuzzzzzz !


" Cllaaaaaapppp !


Panah tersebut mengenai sebuah pohon dan berlubang.


Saat melihat hal tersebut Etan sangat senang, walaupun teknik tersebut masih kuat, tapi setidaknya tidak membuat serangan merusak sekala besar.


Etan kemudia mencoba lagi, dia menodongkan jarinya layaknya pistol, kali ini dia mencoba menggabungkan Elemen api dan Angin.


" wuzzzz


" Claaappp


" Blaarrrrrr " tembakan jari Etan mengenai pohon dan berlubang kecil, tapi setelah itu lubang kecil tersebut terbakar oleh api.


Etan tersenyum, dia sekarang sudah tahu cara penggunaan kekekuatannya agar tidak terlalu membuat kerusakan dengan skala yang besar.


Etan melatih semua tekniknya dengan skala kecil, karena dia tidak ingin membuat keributan yang besar jika menggunakan tekniknya dengan skala yang besar.


Saking asyiknya mencoba - coba, Etan lupa jika energi spiritualnya masih terbatas.


Pandangan Etan tiba - tiba kabur, karena dia berlatih hingga sore hari.


" Bruuugggg !" Etan terkapar ditanah, Vivi yang melihat hal tersebut langsung menghampirinya.


" Tuan Clark !" Vivi memapah Etan kedalam Mobil dan membawanya pulang.


Sementara itu, terlihat dua orang yang sedang mengawasi Etan dan Vivi, karena mereka berdua memakai artefak Cincin penghilang keberadaan, Etan dan Vivi tidak menyadari kehadiran mereka.


" Kakak, apakah dia benar - benar manusia ?, aku baru pernah melihat jika ada orang yang memiliki banyak teknik kusus sekaligus !"


" Kamu benar, aku juga baru pertama melihatnya, lebih baik kita laporkan pada patriak tentang orang ini !"


Kakak beradik tersebut langsung meninggalkan tempat itu untuk melapor ketempat patriak mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2