
Pria sepuh yang berada di ranah Dewa Akhir menghela napas saat melihat anak buahnya mati dengan mudah.
" Untuk ukuran seorang Wanita kamu hebat ,di umur yang masih muda sudah mencapai ranah Dewa akhir , tapi sayangnya pengalaman kamu dan aku terlampau jauh !!" Setelah berbicar pria tersebut langsung menggunakan langkah cepat.
" Slaaappp !!
Pria tersebut sudah ada di depan Vivi melancarkan pukulan, tapi Vivi dengan mudahnya menangkap pukulan tersebut.
Pria sepuh tersebut tersenyum " Kurasa cukup sampai di sini hidupmu !" tangan pria sepuh yang satunya menusuk Perut Vivi dengan sebuah jarum yang sudah di lumuri racun.
Vivi menyeringai " Apa kamu pikir begitu ?" Vivi meremas tangan pria sepuh tersebut dengan kencang.
Pria sepuh terkejut , dia yang merasakan bahaya yang mendekat langsung memotong tangannya sendiri ,dan langsung melompay mundur ,pasalnya dia tidak bisa melepaskan cengkraman Vivi.
" Hoss..Hosss... Bagaimana mungkin ...!" Pria sepuh tersebut terkejut ,pasalnya dia sudah menusuk titik meridian dantian Vivi dengan racun, seharusnya Vivi sudah tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.
Pria sepuh tidak tahu jika Vivi kebal terhadap racun apapun , pasalnya dia robot yang memiliki tubuh manusia.
Pria sepuh terlihat menahan sakit , dia menekan titik meridian lengannya agar darah tidak terus menerus keluar dari lengan kananya yang sudah terpotong.
Vivi melemparkan tangan pria sepuh yang sudah di potong seperti ranting kayu yang tidak berguna.
' sial jika seperti ini ,aku tidak akan bisa menang melawannya , dia bagaikan monster !' gumam pria sepuh dalam hati.
Vivi berjalan mendekati pria sepuh dengan santai , karena dia ingin menangkap pria sepuh tersebut hidup - hidup untuk mengorek informasi siapa yang telah menyuruhnya.
Pria sepuh berkeringat dingin , dia merogoh sesuatu dibalik jasnya , dia melemparkan 2 buah Bom asap.
" Duar !
" Duar !
Asap mengepul keluar dari Bom tersebut , sayangnya Vivi tidak terpengaruh akan hal tersebut , dia memiliki pandangan malam dan infra merah , pokoknya OP parah sesuai judul.
Pria sepuh melompat pergi ,karena dia pikir Vivi tidak melihatnya " benar - benar Monster , sejak kapan Provinsi Longtown ada monster seperti itu !" ucap Pria sepuh sambil menjauh dari tempat pertarungan.
Pria sepuh menghela napas lega saat dia melihat kebelakang , dia mengira jika Vivi sudah tidak mengejar " Syukurlah aku se....."
" Duakkk !!
" Duaaaarrrrr !!!" Vivi tiba - tiba muncul dari atas dan menginjak pria sepuh di tanah.
" Hoeeekkk !!" Pria sepuh memuntahkan seteguk darah di bawah injakan Vivi.
Pria sepuh menatap tidak percaya , dia benar - benar di buat tidak berdaya oleh seorang wanita ,pasalnya seumur hidupnya belum pernah melawan orang yang lebih kuat darinya , dia biasa bertarung imbang dengan para pemilik kekuatan Dewa akhir.
Tapi melihat kemuatan Vivi , dia sekarang percaya ,di atas ranah Dewa masih ada lagi ranah yang belum diketahui.
__ADS_1
Vivi menginjak keras dada pria tersebut " uhuk..uhuk..." Pria sepuh terbatuk karena susah bernapas.
" Siapa yang menyuruhmu !!!?" tanya Vivi dingin.
Pria sepuh tertawa " Hahahaha... Maaf Nona tapi saya tidak bisa memberitahu majikan saya !"
Vivi mengerutkan keningnya , dia mengangkat kakinya tinggi dan...
" Duaarrrr !!"
Tulang rusuk beserta tulang punggung Pria sepuh patah total , pria sepuh tewas seketika.
Vivi mencari sesuatu di balik baju para pengintai tersebut , dia mendapatkan sebuah ponsel dan beberapa alat yang digunakan mereka untuk mengintai.
Setelah itu Vivi membuat lubang yang sangat dalam dan mengubur mereka semua , hingga tidak ada jejak sama sekali.
Etan yang sudah menunggu Vivi di ruang keluarga , dia bertanya pada Vivi saat dia masuk " Sudah kamu bereskan semuanya ?"
Vivi mengangguk " Semuanya beres Tuan dan ini Alat komunikasi mereka " Vivi menyerahkan alat - alat tersebut.
Etan tersenyum " ya sudah , kamu bersihkan diri dulu , habis itu kita bahas masalah ini " ucap Etan perhatian.
" Baik Tuan !" Vivi langsung bergegas membersihkan diri, pasalnya memang baju yang dia pakai kotor karena darah dan tanah.
Etan menunggu Vivi tanpa menyentuh barang - barang tersebut , pasalnya jika dia melakukannya juga percuma . karena dia tidak bisa mencari siapa yang telah mengincarnya .Tapi Vivi berbeda , dia bisa meretas apa saja selama benda tersebut memiliki sinyal komunikasi.
Vivi tersenyum " Kalau mau nanti malam ,ini masih siang " Vivi mengusap pusaka Etan yang masih berada didalam celananya , sambil berkedip genit.
Etan dengan reflek mengangguk , tapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang.
' Ehem ! ' Etan berdehem untuk memecah kecanggunagan yang di buat Vivi, kemudian dia bertanya " apa kamu bisa mencari petunjuk dengan alat - alat ini ?"
Vivi mengangguk " Tentu saja Tuan !" dia langsung mengambil ponsel milik pria sepuh.
Walaupun pesan dan panggilan semua sudah di hapus , tapi Vivi berhasil melacak Algoritma yang tertinggal di ponsel tersebut.
Hanya dengan beberapa menit saja Vivi sudah bisa mengembalikan pesan dan bekas panggilan yang diterima oleh pria sepuh tersebut.
" Tuan semuanya sudah saya kembalikan seperti semula " Vivi menyerahkan ponsel tersebut pada Etan.
Etan langsung menerima , dia mengecek bekas panggilan , ada banyak panggilan Log Keluar ponsel , Etan menghubungi nomor paling atas , pasalnya dia yakin jika pasti sebelum ini pria sepuh berhubungan dengan orang yang menyuruhnya.
Setelah beberpa.detik menunggu ,akhirnya panggilan di angkat " Halo.. Lu san... apa semuanya sudah selesai ?, seperti biasanya kamu bergerak dengan cepat !"
Etan menyeringai , dia kemudian buka suara " Jika ingin membunuhku jangan kirim sampah seperti mereka " ucap Etan santai.
Sontak saja pria yang berada diseberang telepon terkejut , dia tanpa basa - basi langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
Etan menggelengkan kepalanya " Dasar bodoh !, Vivi apa kamu sudah menemukan lokasinya ?"
Vivi mengangguk " Sudah Tuan , sinyal orang tersebut berada di Kota Glob !" ucap Vivi yakin.
" Bagus , aku akan kesana , kamu pergi ke Lorian untuk mengawasi daerah tersebut !" Ucap Etan tegas.
" Dimengerti Tuan !" Vivi langsung merapikan Alat - alat yang dia bawa dari para pengintai ,dan membawanya pergi bersamanya .
Setelah kepergian Vivi , Etan yang tahu jika dia akan menyerang markas orang suruhan pengintai , dia langsung membeli pasukan Robot untuk jaga - jaga .
" System beli pasukan Robot !" ucap Etan tegas.
[ Yes Master !, Mulai membeli........ ]
[ Pembelian berhasil !]
[ status ]
sistem Versi : 8 / 0 / 7.000.000
Nama : Etan Clark
kekuatan : Dewa Akhir / -
Vitalitas : Dewa Akhir / -
poin Kekuatan : 27.809.000
Koin : 992.699.843.600.
Uang : 1.000.199.899.000 $
Teknik : Manipulasi Gravitasi/ petarung jarak dekat/ Langkah Cepat / Dimensi penyimpanan/
senjata : Asisten Robot / Durandal /100 Pasukan Robot /
Tubuh : Dewa
Toko Sistem : Elemen Api ( 5 juta poin ) / Lubang hitam ( 5 juta poin ) / Tubuh Elemen ( 10 juta Poin )
inventory : Pil penyembuhan ( 5 ) ]
Etan tersenyum penuh arti " Mari kita lihat kekuatan pasukan Robot nanti !"
.
.
__ADS_1
.