
Etan mengendarai Pagani Zondanya ke Mall , dia berencana membeli hadiah buat Vivi , walaupun dia belum tahu apa yang akan dia beri ,tapi dia ingin melihat berbagai barang di Mall sebagai referensinya.
Etan masuk ke Mall dengan santai , karena dia juga memiliki banyak waktu jadi dia tidak terburu - buru untuk memilih hadiah buat Vivi.
Mall yang dimasuki Etan merupakan Mall terbesar di kota Luton , disana menyediakan semua kebutuhan pelanggan.
Di lantai satu tempat Sayur dan Buah ,biasanya sayur dan Buah yang di kirim ke tempat tersebut langsung dari pertanian setempat,jadi masih segar dan kualitasnya juga sangat bagus.
Di lantai dua tersedia berbagai macam daging , dari ayam, Babi , Sapi dan masih banyak yang lainnya yang pasti segala jenis daging yang bisa di konsumsi, termasuk telur juga ada ditempat tersebut.
Di lantai tiga tempat aksesoris dan Mainan, lantai empat sampai enam terdiri dari berbagai macam mereka pakaian dsri yang murah hingga produk internasional.
Lantai tujuh sampai sepuluh ada berbagai tempat bermain, dari permainan anak - anak sampai orang Dewasa.
dan masih banyak lagi yang di sediakan Mall tersebut sampai lantai du puluh.
Etan sengaja tidak langsung ke lantai atas , karena dia ingin melihat - lihat terlebih dahulu .
Betapa terkejutnya Etan saat melihat Kios yang bertuliskan Clark Fruit & Vegetables .
Etan langsung menghampiri kios tersebut , Etan tercengang saat meilhat Wanita muda yang sedang melayani pembeli.
" Ibu.." gumam Etan lirih.
Etan memang melihat ibunya yang masih seumuran dengannya , sebenarnya Etan tidak heran sama sekali jika dia bisa menemui ibunya karena di peradaban tingkat atas orang tua Etan sudah memiliki kekuatan di tahap Dewa ,jadi mereka bisa hidup ribuan tahun.
Aalasan Etan terkejut karena jika dia melihat ibunya sudah remaja ,berarti hanya tinggal beberapa tahun lagi peradaban tingkat atas akan menginvasi Bumi.
Wanita yang di panggil Etan ibu ,dia menatap Etan dan menunjukan Expresi ramah " Selamat datang Tuan di Toko kami , silahkan Sayur dan Buah yang kami jual masih segar "
Etan tersadar " Eh... boleh , minta ini sekilo, ini dan ini " Etan menunjuk asal buah - buahan yang ada di ranjang buah.
Sintia tersenyum " Tuan mau memilih sendiri atau saya ambilkan ?" tanya Sintia ramah.
" Anda pilihkan saja " ucap Etan sambil terus memandangi wajah ibunya, sedikit tersirat kerinduan dimata Etan .
Sintia menyadari jika Etan terus memandanginya , karena Etan masih seumuran dengannya ,Sintia terlihat tersipu , wajahnya merah merona sambil mengambilkan buah yang di minta Etan.
Apa lagi Wajah Etan sekarang sangatlah tampan stelah menggunakan tubuh Dewa , jadi Sintia pikir jika orang setampan Etan tertarik padanya dia sangat beruntung.
__ADS_1
Etan masih terus memandangi Sintia , sampai Sintia di buat salah tingkah olehnya , dia berkali - kali membenarkan rambutnya yang menutupi Wajahnya.
" Tuan ini Buahnya , semuanya 200 Dolar " Ucap Sintia mengagetkan Etan.
" Eh.. iya , Etan mengambil uang dari Sistem di balik bajunya agar tidak mencurigakan.
" Tuan , uangnya kebanyakan !" Sintia menyerahkan 200 Dolar yang berlebih pada Etan.
Etan tersenyum " Ambil saja , buat anda " ucap Etan sopan .
Etan kemudian meninggalkan tempat tersebut , saat sampai di mobil ,Etan menelpon Vivi " Halo Vivi !"
" Ada apa Tuan Clark ?" jawab Vivi diseberang telepon.
" Tolong carikan informasi keluarga Clark yang tinggal di Provinsi Longtown !"
" Di mengerti Tuan Clark !" setelah menjawab Vivi langsung mematikan ponselnya.
Etan dengan sabar menunggu di mobil , tak berselang lama ,Vivi memberikan informasi lengkap tentang keluarga Clark di provinsi Longtown.
Karena Vivi Robot jenius tentu saja mencari informasi tentang sebuah keluarga bukanlah hal yang sulit baginya , jadi dengan cepat dia sudah memberikan informasi tersebut pada Etan.
Etan membaca informasi yang diberikan Vivi " Tidak salh lagi , mereka memang keluargaku , tali kenapa tidak ada nama ayah ?" gumam Etan bingung.
Etan terkejut , sontak saja dia langsung turundari mobilnya , dia melihat banyak orang berkerumun disana.
Etan mengerutkan keningnya , dia menghampiri orang - orang yang sedang berkerumun.
" Hei !.. Kamu punya mata tidak sih !, lihat mobilku tergore gara - gara motor bututmu !!" Seorang pria memarahi Pria yang sedikit lebih tua dari Etan.
" Maaf Tuan..., saya sedang tidak sengaja " Pria tersebut terlihat berlutut dihadpan pria yang memarahinya.
Tak berselang lama terlihat Sintia berlari menghampiri pria yang sedang berlutut " Erwin apa yang terjadi ?"
" A..ku menabrak mobilnya Sintia " Ucap Erwin sendu.
Sintia datang ketempat itu karena dia diberitahu oleh pelanggannya jika pacarnya Erwin menabrak mobil seseorang di parkiran.
Untuk itulah Sintia bergegas ke parkiran ,dia ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan Erwin.
__ADS_1
Siapa yang tahu jika ternyata Erwin malah menabrak mobil mewah milik seseorang yang mengakibatkan dia harus berlutut ,karena dia tidak mampu mengganti rugi kerusakan mobil.
Etan terkejut saat melihat Ayah dan ibunya yang sedang terkena masalah, dimenghela napas " ternyata benar kata nenek jika Ayah waktu muda tidak berguna sama sekali , Huffftt !"
Etan membelah keramaian ,dia menghampiri Ayah dan ibunya yang sedang kesusuhan.
" Bayar Ganti rugi sekarang !, jika tidak aku akan melaporkan kamu ke kantor Polisi !" ucap Pria yang mobilnya tergores.
" Tuan maafkan aku , aku benar - benar tidak punya uang " Erwin berlutut berkali - kali.
" Apa katamu !!" Pria yang mempunyai Mobil marah , dia akan menendang Erwin.
Tapi Etan dengan sigap memasang kakinya dan..." Buukkk !"
" Aduhhh !!" Pria yang mau menendang Erwin malah menendang kaki Etan ,tentu saja dia kesakitan karena Etan sudah ada di tahap Setengah Dewa sementar pria tersebut hanya manusia biasa.
" Siapa kamu !, jangan ikut campur !" Pria tersebut meraung sambil memegangi kakinya yang terasa sakit.
" Cih, Mobil butut saja belagu sekali kamu ini !, Ambil itu !" Etan melemparkan uang lima ribu dolar pada pria tersebut.
Sontak saja pria tersebut terkejut , tapi detik berikutnya dia langsung memunguti uang yang berserakan dan tersenyum " Nah ..begini kan enak ,terimaksih Tuan !" Pria tersebut langsung masuk mobil dan pergi .
" Terimaksih Tuan !" Erwin Berlutut dihadapn Etan.
" Berdirilah , jangan kamu buang harga dirimu dihadapan orang lain , kamu seorang pria !" ucap Etan menasehati ayahnya , padahal kata - kata tersebut juga di ajarkan oleh ayahnya.
Sintia terkejut " Kamu...?"
Etan tersenyum " Yo.. kita ketemu lagi " ucap Etan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Erwin bertanya " Kalian saling kenal ?" tanya Erwin pada keduanya.
Sintia kemudian menjelaskan jika Etan Membeli buah di kiosnya , Erwin mengangguk mengerti , Mereka bertiga kemudian pergi dari tempat tersebut untuk mengobrol lebih lanjut.
Kerumunan juga langsung membubarkan diri karena masalah yang di buat Erwin sudah diselesaikan oleh Etan.
.
.
__ADS_1
.
.