
Para Budak Wanita menelan Pil yang diberikan Etan, mereka semua langsung Pulih seketika karena luka mereka kebanyakan hanya memar akibat benturan benda tumpul.
Julian keluar dari pesawat, dia kemudian mengeluarkan semua energi Spiritnya yang berada di ranah Abadi.
" Warp !!!" Lubang dimensi yang sangat besar terbuka.
Etan kemudian menarik pesawat tersebut masuk kedalam Warp.
Pesawat tersebut muncul di tepi pantai, karena Etan Pikir hanya tepi pantai tempat yang Luas di dekat Desa Don.
" Bruuuugggggg !" Pesawat tersebut mendarat di pantai, getaran pesawat tersebut membuat semua orang yang ada di desa Don merasakannya.
Mereka semua melihat ke arah getaran, betapa terkejutnya mereka saat Melihat pesawat Luar angkasa yang sangat besar.
Anita, Wina dan Vivi saling menatap, mereka berdua menganggukan kepalanya dan langsung menggunakan langkah cepat menuju pesawat tersebut.
Zarkov, dan Lu Yuan mengikut mereka dsri belakang bersama dengan beberapa anak buah Zarkov.
Ketiga Istri Etan yang merasakan Aura suaminya, mereka langsung menghampirinya.
" Etan ini ?" Tanya Wina penasaran.
Etan yang terlihat sedang kelelahan menjawab " Tadi aku menghajar Tamu yang datang, dan ini hasilnya " Ucap Etan sembari menelan Pil penyembuhan untuk sedikit memulihkan Energi spiritualnya yang terkuras banyak, akibat menggunakan Warp yang sangat besar.
Kemudian Pintu pesawat terbuka, terlihat puluhan Wanita dengan segel Budak di lehernya keluar dsri pesawat.
Anita dan Wina mengerutkan keningnya, mereka berdua menatap Etan dengan tajam.
Etan menghela napas " Mereka para Budak yang di jadikan Mainan oleh pemilik pesawat, aku bermaksud menyuruh mereka tinggal di Desa Don !"
" Budak ?" Beo Wina.
Etan menagngguk " Sebelumnya ku sudah bercerita padamu bukan ?, jika ada manusia lain yang tinggal di planet - planet peradaban atas, mereka menjadi Budak karena kemungkina Planet mereka sudah di invasi oleh manusia peradaban atas !" Ucap Etan sembari mengepalkan tangannya.
Zarkov dan Lu Yuan sampai, merrka terkejut daat melihat pesawat Ruang angkasa yang sangat besar tersebut.
" Tuan Clark Ini ...? " Ucap Zarkov terkejut.
__ADS_1
Etan menghela napas, dia menghampiri Lu Yuan " Ayah, izinkan para wanita itu tinggal di desa Don, Mereka sudah cukup menderita di luar sana, aku tidak mau mereka merasakan penderitaan lagi " ucap Etan sendu.
Para Wanita begitu senang saat mendengar ucapan Etan, di tambah Planet yang mereka singgahi sekarang terlihat sangat mengagumkan.
Seorang Wanita yang terlihat tegas maju kedepan " Tuan, Izinkan kami tinggal di sini, kami berjanji sebisa mungkin tidak akan membuat repot kalian !" ucapa wanita tersebut.
Semua Wanita serentak menimpali " Tolong Tuan !" Mereka semua membungkukan badannya.
Lu Yuan melihat kesemua Wanita, mereka terlihat masih muda, Lu Yuan menatap Anita.
Anita menganggukan kepalanya, Lu Yuan kembali menatap Wanita " Baiklah aku akan menerima kalian, tapi dengan syarat kami tidak akan memanjakan kalian !"
Wanuta yang berdiri di depan tersenyum " Terimakasih Tuan, kami berjanji tidak akan menyusahkan kalian !"
Tiba - tiba seorang Wanita berteriak, dia kakak si Wanita Hamil " Tuan Tolong !!, adikku mau melahirkan !!"
" Eh... " Etan terkejut, padahal Etan mengira jika dia tidak akan melahirkan sekarang.
" Zarkov !, cepat tolong dia bawa ke pasukan medis kamu !" perintah Etan tegas.
" Baik Tuan !" Zarkov langsung menghampiri si Wanita, dia membawanya ke pasukan medis.
Sementara Etan dan Ketiga Istrinya memasuki pesawat tersebut, karena Ketiga Istri Etan penasaran dengan isi pesawat tersebut.
Mereka bertiga terkagum - kagum saat memasuki pesawat tersebut, pasalnya pesawat tersebut sangat Modern, apa lagi ada kamarnya juga, walau kamar tersebut bekas Kamar Lucion, tapi Etan sudah menyuruh Pelayan untuk membuang semua yang berhubungan dengan Lucion, jadi kamar tersebut sudah bersih dari aura Lucion.
" Sayang, apakah kita akan ke peradaban Atas menggunakan Pesawat ini ?" tanya Vivi bersemangat.
Julian menjawab " Ya, kita akan menggunakan Pesawat ini, karena semakin besar pesawat yang dibawa, pasukan Kekaisaran pasti akan menghargai kita !"
Anita menimpali " Etan Benar, kalau kita membawa pesawat kecil takutnya mereka akan mempersulit mita memasuki Peradaban atas !"
Bukan hanya di Bumi saja, di peradaban Atas juga sama saja, jika ada pesawat Klan Besar yang melewati gerbang masuk peradaban Atas, para penjaga gerbang akan langsung memberikan mereka akses kusus.
Berbeda dengan Klan Kecil, jika mereka ingin memasuki atau keluar gerbang Peradaban atas, mereka harus mematuhi Prosedur, jika ingin Cepat masuk, mau tidak mau harus mengeluarkan banyak Koin.
Sementara itu di ruang angkasa tempat pertarungan Etan dan Lucion, sebuah pesawat pasukan pengintai kekaisaran sudah sampai.
__ADS_1
Mereka berhenti di tempat tersebut karena meliahat Mayat Lucion yang mengapung tanpa kepala di depan mereka.
" Tuan Dolin, sepertinya disini telah terjadi pertempuran !" Ucap salah satu awak pesawat.
Dollin menatap Mayat tersebut, dia sepertinya tidak asing dengan jubah yang dikenakan Mayat tersebut.
Setelah mengingat - ingat Dolin melebarkan matanya karena terkejut " Pluim !, kamu keluar dan Pastikan jika mayat tersebut dari Klan Scorpion king !"
Pluim mengerutkan keningnya " Klan Scorpion King ?"
Dolin mengangguk " Jubah yang di kenakannya, adalah Jubah milik petinggi Klan Scorpion King !, aku yakin akan hal itu !" ucap Dolin tegas.
Tentu saja Pluim terkejut, pasalnya Klan Scorpion King merupakan Klan yang di lindungi oleh Klan Besar di Animal Planet.
Pluim bergegas kuar dari pesawat, dia membawa alat identifikasi, karena semua nama Keluarga Klan telah terdaftar di Kekaisaran, jadi dengan sangat mudah mereka akan mengidentifikasi mayat tersebut dengan menggunakan setetes darah saja.
Pluim terkejut saat melihat Nama Luvion, pasalnya dia salah satu anak Jiron yang merupakan Pemimpin Klan Scorpion King.
Pluim langsung kembali ke pesawat " Dolin lihatlah !"
Dolin juga terkejut " Astaga !, Monster apa yang berani membunuh anak Pemimpin Klan Scorpion King !?"
" Tuan Dolin !, Pesawat mendeteksi ada Planet Kecil yang memiliki banyak kekuatan di ranah Imorta !" Ucap salah satu awak pesawat.
Belum selesai dengan keterkejutannya karena anak Jiron telah terbunuh, dia sekarang dikejutkan hal lainnya.
Karena di peradaban rendah seperti Bumi, sangat jarang orang yang memiliki kekuatan ranah Imortal, biasanya di peradaban Rendah hanya memiliki kekuatan Ranah Setengah Dewa saja.
" Perlihatkan Planet tersebut !" perintah Dolin.
Awak Pesawat mengangguk, dia langsung nge Zoom Planet Biru yang ada sekitar 1 hari perjalanan saja.
Dolin mengerutkan keningnya, dia juga merasakan Aura Ranah Absolut God akhir di planet tersebut, Dolin benar - benar di kejutkan dengan banyak Hal saat sampai di tempat pertarungan Etan.
Sementara itu, Etan di Bumi mengernyitkan dahinya, dia merasakan kekuatan Dolin dan pluim, Etan menghela napas " Sepertinya ini akan jadi hari yang panjang !" gumam Etan lirih.
.
__ADS_1
.
.