
Penjaga Kristal kehidupan keluarga Scorpion King panik, dia dengan tergesa - gesa segera berlari ke ruangan Jiron.
" Tuan Jiron !, Berita buruk !" Penjaga Kristal langsung berlutut satu kaki saat sampai di depan Jiron.
" Berita Buruk Apa !!?" Jiron berteriak marah, pasalnya satu bulan ini mereka mendapat berita buruk terus.
" Tu..Tuan Lucion, Kristal Tuan Lucion hancur !" Ucap penjaga Kristal ketakutan.
" Apaa !!"
" Braakkkk !!" Jiron menggebrak meja di hadapannya sampai hancur.
Semua petinggi klan juga ikut terkejut, pasalnya Lucion dijaga oleh Oz Spesial.
Jiron mencoba untuk tenang kembali, walaupun kedua anaknya tewas di tempat yang tidak ketahui, tapi dia harus bersikap layaknya pemimpin.
Jiron duduk kembali di singgasananya " Maron !, kamu beritahu Patriak berita ini, kita tidak bisa mengabaikan hal ini begitu saja, kita harus segera mencari Solusi !"
" Dimengerti Tuan !" Maron, salah satu Petinggi Klan Scorpion King langsung meninggalkan tempat tersebut.
Luxion yang kebetulan ada di tempat tersebut buka Suara " Ayah, apakah Orion telah menyinggung orang yang salah ?, jika begini terus Klan Kita dapat terancam !" ucap Luxion menyimpulkan.
Jiron menghela napas " Mungkin kamu benar Luxion, kedua adikmu telah tewas di peradaban rendah, jika seperti ini mungkin mereka menyinggung orang yang sedang melakukan Kultivasi tertutup di planet tersebut "
Jiron beranggapan seperti itu karena memang banyak Kultivator peradaban Atas yang mencari planet yang belum terjamah untuk melakukan Kultivasi tertutup.
Bisanya yang melakukan hal tersebut adalah Kultivator dari Klan Yang Kuat, mungkin di oeradaban atas tingkat 7 hanya ada beberapa Klan Kuat, tapi peradaban Atsa lainnya memiliki banyak Klan yang kuat, jadi Jiron menyimpulkan jika Orang yang membunuh Kedua anaknya dari peradaban Atas tingkat lanjut.
" Ayah !, lebih baik kita segera memberitahu Klan Snake, takutnya orang tersebut masih marah dan mengincar Klan Kita !" Luxion memang cerdas, jadi dia ingin ayahnya segera berlindung di bawah Klan snake.
" Ayah akan melakulan hal tersebut !, untuk saat ini bilang kepada semua Anggota Klan Kita agar tetap Waspada !, jika melihat kejanggalan sedikit saja cepat laporkan !" Jiron memberikan perintah dengan tegas.
" Baik !!" Semua orang di tempat tersebut setuju dengan usulan Jiron, pasalnya mereka tahu jika lawan mereka bukan orang sembarangan.
Sementara itu Etan yang melihat pesawat ruang angkasa milik Lucion yang masih melayang, dia bingung mau di apakan.
__ADS_1
Etan kemudian menghampiri pesawat tersebut, karena dia merasakan masih ada aura kehidupan didalamnya.
Tapi Etan tidak merasakan jika ada yang memiliki kekutan tinggi, hanya ada satu orang yang memiliki kemuatan di ranah Imortal Akhir di dalam pesawat tersebut, sisanya hanya manusia biasa.
" Bukakan Pintu untukku !!" teriak Etan dari Luar.
Pelayan Lucion ketakutan, tapi dia langsung menuruti perintah Etan.
Etan memasuki pesawat tersebut, Pelayan Lucion langsung berlutut " Tuan !, tolong ampuni saya, saya hanya seorang pelayan, saya berjanji akan patuh pada perintah anda !"
Etan melihat Pelayan paruh baya yang ringkih tersebut, dia juga tidak merasakan Aura membunuh dari pria tersebut, jadi Etan tidak berniat membunuhnya.
" Bangunlah !, tunjukan padaku orang - orang yang kalian sekap !" ucap Etan dingin.
" Baik Tuan !" Pelayan berdiri dan langsung membawa Etan ke kamar Milik Lucion.
Saat pintu terbuka, Etan di kejutkan dengan puluhan Wanita yang tidak mengenakan sehelai benangpun.
Etan juga melihat ada Lima wanita yang sedang terkapar Pingsan, sisanya terlihat sangat memyedihkan, bahkan ada yang hamil di antara mereka.
" Apa yang sudah kamu lakukan pada mereka !" Etan bicara sembari mengangkat oelayan tersebut, hingga kakinya kelojotan di udara.
Para Wanita sontak saja ketakutan, mereka saling berpelukan di lantai, sembari menangis.
" Tu..Tu..an Lu..Cion Me..n..ja..dikan me..re..ka pe..mua..s.. na..psu..nya ! " Pelayan kesulitan bicara akibat cengkraman Etan.
Etan menghela napas, dia menjatuhkan Pelayan tersebut ke lantai pesawat.
" Berikan mereka pakaian !!" Perintah Etan tegas.
" Ba..ik Tuan !" Pelayan tersebut masuk ke kamar dan membuka lemari pakaian Lucion dan memberikannya pada Wanita - wanita tersebut untuk sementara.
Para Wanita yang sudah menjadi budak memang di jadikan pemuas napsu, mereka juga tidak pernah mengenakan pakaian sehelai benangpun sepanjang sisa hidup mereka.
Etan masih mengingat jelas bagaiman Ibunya juga di jadikan seperti mereka, hingga ibu Etan memilih bunuh diri.
__ADS_1
Jika budak Wanita sudah mati, mereka akan di kembalikan ke keluarganya, jika keluarga mereka sudah tidak ada, akan di buang begitu saja seperti hewan yang tidak berguna.
Etan mengeluarkan Pil penyembuhan, dia memberikan pil tersebut pada Aanita yang sedang pingsan.
Etan menatap mereka dengan sedih, dia tahu apa yang sudah di lakukan Lucion dari lebam - lebam yang terdapat di sekitar Goa mereka.
Setelah Pil tersebut sudah di pastikan tertelan kepada Lima Wanita yang pingsan, Etan menghampiri Wanita yang sedang hamil.
Mereka semua ketakutan, seorang wanita memeluk Wanita yang sedang hamil " Tuan, tolong ampuni Adik saya, dia sudah lemas, biar saya yang menggantikannya untuk menemani anda " ucap Wanita tersebut sembari menitihkan air mata.
Hati Etan benar - benar tesentak, dia merasakan perih di dalam hatinya, dia bertanya - tanya apakah manusia peradaban rendah tidak ada artinya untuk manusia peradaban Atas ?.
Di saat itulah Etan membulatkan tekadnya untuk menjadi orang terkuat di alam semesta, dia ingin menghapus kebijakan penindasan tersebut.
Etan mengulas sebuah senyum walau hatinya begitu terluka " Kalian tenang saja, aku akan membawa kalian ke tempat yang aman untuk memulai hidup yang baru, sebelum itu telan pil ini dulu agar luka kalian sembuh " ucap Etan lembut.
Para Wanita terlihat masih ragu, Etan menghela napas, dia tahu mereka sudah tidak bisa mempercayai sipapun yang memiliki kekuatan, karena mereka pimir jika terlepas dari pemilik kemuatan yang satu dan terjatuh ke yang lainnya, mereka juga akan di perlakukan sama saja.
" Lihat ini " Etan menjulurkan lidahnya dan menaruh sebuah pil penyembuhan, dia kemudian menelannya.
" Ini bukan racun, dan lihat teman kalian " Etan menunjuk kelima wanita yang pingsan, mereka perlahan bangun dan terlihat lebih segar.
" Bagaimana ?, apa kalian percaya padaku ?" Etan masih berbicara dengan nada lembut.
Wanita hamil langsung mengambil satu pil dan menelannya, Kakak Wanita hamil menegur " Jane, apa yang kamu lakukan ?"
" Kak, perutku sangat sakit, begitu juga tubuhku, aku juga ing...." Wanita hamil belum selesai bicara, tiba - tiba dia merasakan tubuhnya sangat segar, Wajahnya juga berangsur - angsur menjadi cerah.
" Kakak, Tuan ini tidak berbong !, Tuan Terimakasih !" Wanita hamil langsung berlutut.
Etan tersenyum " Bangunlah, Bagikan ini pada yang lainnya, sesudah ini kita akan ketempat yang aku janjikan !" Setelah memberikan Pil penyembuhan, Etan berdiri, dia sudah memutuskan untuk membawa pesawat tersebut ke Bumi.
.
.
__ADS_1
.