
Etan di antar kapten langsung keruang pertemuan, pasalnya semua keluarga White sudah menunggunya.
Sambil berjalan keruang pertemuan, Etan menyapu pandangannya keseluruh kapal pesiar, begitu takjubnya dia karena fasilitas dikapal pesiar sangat mewah dan komplit.
Etan juga melihat Helikopternya sudah ada di kapal pesiar tersebut, Etan melirik Vivi " Apa kamu yang menyuruhnya kesini ?"
Vivi tersenyum " Benar Tuan Clark, aku menyuruh Pilot agar menerbangkan Helikopter kemari, karena anda kemarin bilang jika ingin pulang dengan kapal pesiar, jadi saya menyuruh Pilot untuk memparkiran Helikopter disini "
" Kamu memang yang terbaik Vivi " ucap Etan senang.
" Terimakasih Tuan Clark !" Vivi juga merasa senang karena di puji Etan.
Kapten yang mendengar pembicaraan mereka berdua merasa tegang, pasalnya dia sudah di ingatkan untuk tidak menyinggung keduanya.
Sang Kapten tahu jika dari pembicaraan mereka berdua, keduanya memiliki hubungan spesial, jadi sang kapten tidak berani nimbrung di pembivaraan mereka.
Etan dan Vivi sampai di ruang pertemuan, sang kapten membukakan Pintu, setelah Etan dan Vivi masuk, dia bergegas menyuruh kru untuk mempersiapkan keberangkatan, jadi setelah Etan memberikan perintah, kapal bisa langsung berangkat.
Melihat kedatangan Etan dan Vivi, Lusiah, Natan, Curtis, Catherin, Lin dong, Neil dan beberapa anggota cabang keluarga White berdiri menyambut Etan.
Etan mengangguk, setelah Etan duduk semuanya imut duduk kembali, sementara Vivi berdiri dibelakang Etan dengan mewaspadai sekitar.
Etan buka suara " kenapa kalian membawa banyak orang ?, apa kalian akan mengeroyokku disini ?" cibir Etan.
Natan bergegas menjawab " Bukan seperti itu Tuan Clark, kami hanya ingin semua anggota keluarga White tahu tentang anda, agar kelak tidak ada yang berani menyinggung anda lagi !"
Catherin berkata dengan sarkasme " Bagaimana mungkin kami berani mengeroyok anda, sementara anda dengan mudah membunuh kakakku dirumahnya sendiri "
Natan dan Lusiah langsung memelototi Catherin, tapi Catherin terlihat cuek, dia tidak peduli jika Etan marah.
__ADS_1
" Slaaappp " Etan menghilang dari tempat duduknya dan tiba - tiba sudah berada di belakang Catherine. Dia merangkulnya dari belakang.
Lusiah dan Natan melirik, mereka semua dibuat terkejut karena tidak bisa melihat pergerakan Etan sedikitpun.
Etan mengusap pipi Catherin dan berbicara " Sayang sekali wanita secantik kamu jika harus terbunuh disini, apa kamu masih marah dengan kematian kakak bodohmu ?"
' glek ' Ctherin menelan ludah saat mendengar suara Etan yang ada di dekatnya, deru napas Etan membuat tubuhnya merinding, hawa dingin terasa ditubuh Catherin, entah kenapa dia merasa jika nyawanya tidak bisa diselamatkan jika bergerak sedikit saja.
Curtis menoleh kearah Catherin, dia ingin bergerak tapi takut Catherin kenapa - napa, dia hanya bisa mengepalkan tangannya.
Tiba - tiba Lin dong bergerak, tapi dalam sekejap mata Vivi langsung mencengkram lehernya dan mengangkatnya hingga Lin dong berkelojotan di udara.
Kejadian yang terlalu cepat tersebut membuat semua anggota euarga White terkejut, pasalnya walaupun Etan cuma datang dua orang, entah kenpa mereka semua merasa tertekan.
Natan dangan hati - hati buka suara " Tuan Clark, maafkan kelancangan putri saya, saya berjanji akan mendidiknya lebih tegas lagi " ucap Natan penuh dengan kekhawatiran.
Lusiah menghela napas, pasalnya dia sudah menyuruh semua anggota keluarga Whithe untuk tidak ceroboh, tapi nyatanya, Catherin dan Lin Dong tidak mendengarkan.
" Bagaimana Nona White, apa kamu masih mau melawanku ?" tanya Etan lembut.
Catherin menggeleng ringan, dia sudah tidak berani berbicara lagi, wajahnya sudah pucat pasi karena tekanan dari Etan.
" Slaaap !" Etan kembali duduk ditempatnya.
" Walaupun aku tidak ingin merusak kapal pesiarku yang baru aku beli, Tapi jangan berpikir jika aku tidak bisa membunuh kalian dengan sekejap mata !" Etan berkata dengan serius.
Etan sebenarnya bukan orang yang kejam, tapi dia tahu jika semakin tinggi kedudukan seseorang, mereka tidak akan tunduk hanya dengan ucapan, untuk itulah Etan memperlihatkan kekuatannya agar keluarga White mendengarkan ucapannya.
Lusiah buka suara " Tuan Clark, maaf atas kecerobohan saya yang tidak bisa mendidik mereka semua dengan benar, saya selaku patriak keluarga White siap bertanggung jawab !"
__ADS_1
" Ayah..!" Natan tidak setuju jika Lusiah akan menerima hukuman sendirian.
Tapi Lusiah mengangkat tangannya, mereka berkomunikasi melalui telepati " jika Tuan Clark membunuhku, ikuti semua perintahnya, jangan bertindak ceroboh, lindungi keluarga White dengan cara apapun !"
" kalau itu yang Ayah mau, aku akan mengikuti perintah Ayah !" Natan menjawab dengan ekspresi sendu.
Etan tersenyum, dia tahu apa yang lusiah pikirkan " bukankah sudah aku bilang, jika aku tidak ingin bermusuhan dengan kalian, aku kesini hanya untuk bekerja sama dengan kalian, tapi sayangnya kerja sama kita di nodai oleh putra sulungmu Natan !" ucap Etan ketus.
" Kami tahu kesalahan kami Tuan Clark, tolong lepaskan keluarga kami " Lusiah menundukan kepalanya.
Etan tersenyum " Angkat kepala anda Tuan White, sya tahu jika anda lebih bijaksana dari yang lainnya, karena anda telah melewati berbagai kehidupan di beberapa generasi, saya hanya ingin anda membimbing keluarga White agar lebih baik lagi "
Etan diam sebentar kemudian melanjutkan " Awalnya saya hanya ingin berbisnis dengan keluarga anda, tapi karena masalahnya sudah seperti ini, saya akan menawarkan pada keluarga White untuk ikut dengan saya untuk melindungi Bumi bersama keluarga kuat dari Provinsi Longtown dan Provinsi Burn !, apakah anda setuju Tuan White ?"
Lusiah mengerutkan keningnya " Apa maksud anda Tuan Clark, tolong jelaskan pada kami secara detail, melindungi Bumi dari apa ?" tanya Lusiah penasaran.
Etan menghela napas " Dengarkan baik - baik kalian semua, Cepat atau lambat Bumi akan mendapatkan malapetaka yang sangat besar, aku ingin kalian bergabung denganku untuk melindungi Bumi dari Malapetaka tersebut, tentang kapan datangnya Malapetaka tersebut, aku juga belum bisa memastikannya, tapi aku yakin hal itu akan terjadi, untuk itulah aku ingin membuat seluruh keluarga kuat di Bumi untuk bersatu untuk mencegah hal itu terjadi, Aku akan berdiri didepan kalian semua nantinya !"
Saat Etan mengatakan hal tersebut, Lusiah dan yang lainnya terkesiap, pasalnya mereka tidak pernah mendengar jika Bumi akan menghadapi Malapetaka.
Tapi Lusiah mencoba berpikir positif " Tuan Clark, apakah anda orang yang dikirim untuk melidungi Bumi dari Malapetaka tersebut ?" tanya Lusiah menyelidik.
Etan tersenyum " Bisa di bilang begitu, untuk itu aku ingin merangkul kalian yang memiliki kekuatan untuk melindungi Bumi bersama - sama, aku tidak ingin Bumi ditindas " Nada suara Etan di penuhi kesedihan, pasalnya dia teringat dengan Bumi dimasa depan, dimana Manusia Bumi dijadikan layaknya ternak, yang pria untuk bekerja sampai mati, Wanita diperbudak untuk menjadi pemuas napsu dan melahirkan seorang anak yang akan diserahkan pada kekaisaran.
.
.
.
__ADS_1