Sistem Over Power

Sistem Over Power
Pejuang kekaisaran


__ADS_3

Etan masih menatap ke atas, tapi dia heran karena pesawat tersebut malah berhenti, padahal di dalam pesawat tersebut ada dua Ranah Absolut God di dalammya.


" Ada apa Etan ?" tanya Anita lembut.


Vivi dan Wina menatap Etan saat mereka mendengar pertanyaan dari Anita.


Etan tersenyum " Tidak apa - apa, hanya saja datang tamu lagi "


" Tamu ?" Tanya Wina penasaran.


Etan memganggukan kepalanya " Kalian tunggu disini sebentar, aku mau menyambut kedatangan mereka !"


" Aku ikut sayang " Vivi yang sudah lama tidak bertarung bersama dengan Etan, dia mengucapkan niatnya.


" Aku juga ikut !" Ucap Anita dan Wina berbarengan.


Etan menghela napas " Kalian tidak perlu ikut, lawanku kali ini setara Anita, bahkan mungkin lebih Kuat, Kalau Vivi dia sudah setara denganku, jadi dia akan ikut denganku !"


" Tapi ..." Wina Mau bicara, Etan langsung mengecup kedua istrinya.


" Cup !


" Cup !


" Kamian berdua disini saja, biar aku dan Vivi yang kesana Oke !" Ucap Etan lembut.


Anita menghela napas " ya sudah, hati - hati !"


Etan mengangguk, dia merobek ruang Dimensi seukuran tubuhnya, dan masuk bersam Vivi keruang Dimensi tersebut.


Setelah Etan masuk ruang Dimensi yang tadinya terbuka menutup kembali.


Di depan Pesawat yang di naiki Dolin Terlihat robekan Ruang Dimensi, Etan dan Vivi keluar dari Robekan Ruang Dimensi tersebut.


Dolin dan Pluim terkejut, mereka berdua menatap dua manusia yang berada di depan pesawat mereka dengan Mata membelalak.


Sementara itu Etan mengerutkan keningnya saat melihat Pesawat yang ukurannya lebih kecil dari pesawat Milik Orion.


Pesawat tersebut memiliki moncong yang panjang layaknya pesawat Jet, tapi terlihat lebih besar dari Pesawat Jet.


Etan Bertanya menggunakan Vitalitasnya, hingga suara dia terdengar menggelegar " Apakah kalian Juga dari Klan Scorpion King !" ucap Etan tegas.


" Pluim !, jangan bertindak gegabah !, dia sepertinya bukan orang sembarangan, kita akan keluar dan bicara baik - baik !" Ucap Dolin tegas.


Pluim mendengus " Terserah kamu saja Dolin !"


Mereka berdua langsung keluar menemui Etan dan Vivi, Dolin menangkupkan Tinju untuk memberikan salam.


" Maaf Tuan, kedatangan saya kemari hanya kebetulan lewat saja dan Melihat Mayat yang terapung, jadi kami terpaksa berhenti " Ucap Dolin Sopan.


Sementara Pluim terlihat sangat Arogan, dia terlihat tidak takut sama sekali dengan Etan dan Vivi.

__ADS_1


Etan menatap Jubah yang dikenakan Dolin dan Pluim, dia sangat yakin jika tersebut adalah para pejuang Kekaisaran.


Etan mengepalkan tangannya, karena ternyata kekaisaran sudah tahu jika ada kekuatan yang setara dengannya.


Padshal Etan berniat menyembunyikan kekutannya, tapi siapa yang menyangka jika kemaisaran akan sangat cepat bertindak.


" Apa yang pejuang Kekaisaran lakukan di peradaban rendah seperti ini ?!" tanya Etan ketus.


Dolin mau bicara, tapi Pluim buka Suara terlebih dahulu " Manusia rendahan sepertimu tidak perlu tahu apa tujuan kami kesini !!"


Dolin mengerutkan keningnya, dia menyesal karena telah membawa Pluim, pasalnya Kaisar mereka sudah mengatakan jika ada ranah Abadi di peradaban rendah.


Dolin sadar jika tidak bisa mendeteksi kekuatan Etan, jadi dia menyimpulkan jika Etan memiliki kekuatan lebih tinggi darinya, tapi Pluim tanpa ragu untuk memprovokasi Etan.


Dolin menghela napas " Tuan, Kami hanya sedang berpatroli saja sesuai perintah kekaisaran, saya harap Tuan tidak tersinggung dengan kedatangan kami "


" Dolin !, apa yang kamu lakukan ?, apa gunanaya kamu bicara dengan Mahluk rendahan sepertinya !" Tegur Pluim keras.


Etan Mengerutkan keningnya, tanpa basa - basi dia langsung menerjang Pluim.


" Swuuuzzzz !" Etan menghilang dari tempatnya.


" Klaaappp !!" Etan mencengkram Leher Pluim.


Hawa membunuh Etan merembes, membuat Dolin yang berada di samping Pluim Menoleh dangan keringat dingin bercucuran di dahinya.


Dolin tercengang, padalnya dia tidak bisa melihat pergerakan Etan sama sekali, tapi tiba - tiba Etan sudah mencengkram Leher Pluim.


Pluim Menatap tidak percaya Etan, dia mencoba melepaskan Etan tapi cengkraman Etan sangat kuat.


" Tuan, tolong ampuni nyawanya, dia masih pejuang pemula, jadi belum tahu dia berhadapan dengan siapa " Dolin mencoba untuk tetap tenang, walauun sebenarnya dia sangat ketakutan.


Etan tidak memperdulikan kalimat Dolin.


Dolin yang merasakan jika Etan akan membunuh Pluim, dia terpaksa menyerang Etan, karena dia pikir Etan akan mudah di hajar saat mencengkram Dolin.


" Wuuussss ! " Dolin meluncurkan sebuah pukulan, tapi Etan tidak bergeming sama sekali.


Saat Pukulan Dolin hanya tinggal satu jengkal lagi.


" Klaaapp !"


Pukulan Dolin di tangkap dengan mudah oleh Vivi, tentu saja Dolin terkejut, pasalnya dia tidak merasakan sama sekali pergerakan Vivi.


Pluim terus mencuba memberontak, dia mengeluarkan teknik Lavannya.


Lahar Panas keluar dari Mulut Pluim, sontak saja Etan terkejut, dia melepaskan Pluim dan melangkah Mundur.


" Bang !


" Bang !

__ADS_1


Vivi yang masih berada di dekat Dolin dan Pluim menendang mereka berdua hingga terlempar puluhan Meter.


" Hoekk !!" Pluim menyemburkan seteguk darah.


Sementara Dolin hanya memegangi perutnya yang terkena tendangan Vivi, jika Dolin tidak menggunakan Artefak pertahanannya fia juga akan seperti Pluim.


Vivi mundur kearah Etan " Sayang, apakah kita akan membunuh mereka ?" tanya Vivi bersemangat.


Dolin membatin " Brengsek kamu Pluim !, kalau begini kita bisa di bunuh mereka !, ternyata ucapan Kaisar Edward benar !"


Dolin menatapa Nanar Etan dan Vivi, dia berpikir sudah tidak ada kesempatan untuk melawan kedua monster tersebut.


Pluim terlihat sedikit terhuyung - huyung, dia tidak menyangka jika pemuda di hadapannya sangatlah Kuat.


" Tuan !, bisakah kita bicara baik - baik ?" Dolin mencoba bernegosiasi dengan Etan.


" Setelah kamu menyerangku bilang bernegosiasi ?!" jangan bermimpi !" Ucap Etan ketus.


Dolin menghela napas, dia membuat segel dan meluncurkan sebuah cahaya putih kekaisaran, vahaya tersebut adalah Teknik segel telepati yang hanya di miliki Pejuang kekaasaran.


Etan mengerutkan keningnya, karena dia pikir jika Dolin akan menyerangnya, tapi dia hanya meluncurkan sesuatu yang aneh.


" Pluim !, lakukan semaumu !" teriak Dolin.


Pluim yang tadinya ingin minta maaf, dia mengurungkan niatnya, karena dia tahu jika ternyata tindakannya sudah menyinggung orang yang salah.


Tiba - Tiba Pluim mengeluarkan seluruh energi spiritualnya.


Tubuh Pluim berubah menjadi Merah dan berasap, karena menggunakan tubuh Lavanya.


" Swoossss !" Pluim melesat ke arah Etan dan Vivi, Begitu juga dengan Dolin, mereka melakukan Serangan Combo wombo.


Tapi Vivi dengan sekejap mata sudah berada di depan Pluim dan menendangnya.


" Bugggh !"


" Swooosss !" Pluim lagi - lagi terlempar jauh, tapi dia terlihat tidak kenapa - napa.


Pluim bangkit lagi dan menerjang lagi, Vivi juga terus menendang Pluim, kejadian tersebut berlangsung berkali - kali.


Sementara Saat Dolin mau menyerang Etan, Etan mengeluarkan Teknik Lubang hitam.


Tinju Dolin masuk kelubang hitam, Dolin yang sadar jika dirinya tersedot masuk ke lubang hitam, dia langsung memotong tangannya yang sudah masuk ke lubang Hitam dan tidak bisa tertarik keluar.


Dolin melompat mundur, dia terkejut dengan Teknik Etan, Dolin menatap Teknik Etan dengan wajah di penuhi keringat dingin karena menahan sakit di tangannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2