
Sementara itu di kediaman keluarga White, mereka sedang melakukan upacara pemakaman Colin.
Curtis dan Catherin yang Notabenya baru tahu jika Colin meninggal, karena sibuk dengan pekerjaan masing - masing. Mereka berdua langsung bergegas pulang kerumah.
Catherin dan Curtis menghampiri peti Mati Colin, mereka berdua menatap tidak percaya jika kakaknya akan meninggalkan mereka secepat itu.
Catherin ambruk di tanah, Air matanya mengalir deras, walaupun Colin menjengkelkan tapi dia sangat menyayangi adik - adiknya.
Curtis bertanya pada ayahnya dengan wajah menggelap " Ayah, apa yang sebenarnya terjadi ?, kenapa kakak bisa sampai seperti ini !" tanya Curtis dingin.
Natan menghela napas " kakakmu menyinggung orang yang salah Curtis, lebih baik kita melupakan kejadian ini " Natan berkata dengan tidak berdaya.
" Apa maksud Ayah !, apa Ayah akan diam saja melihat kakak seperti ini !, setidaknya balaskan dendam kakak!, aku akan membunuh orang yang berini membunuh kakak !" ucap Curtis tegas.
Natan membentak Curtis " Hentikan omong kosongmu Curtis !, kita tidak akan sanggup melawannya !"
Catherin buka suara " kenapa Ayah ?, bukankah keluarga kita sangat ditakuti di provinsi Varmos ?, kakak juga tidak pernah keluar dari Provinsi Varmos, seharusnya Ayah dengan mudah membunuh orang yang melakukan ini pada kakak !, hiks..hiks..."
" Curtis, Catherin Ayah tahu jika kalian sangat marah, tapi lebih baik kita lupakan masalah ini, anggap saja masalah Coloin buat teguran untuk keluarga White, daripada keluarga kita menghilang sepenuhnya " ucap Natan tidak berdaya.
Curtis mengerutkan keningnya " Tunggu dulu Ayah, jangan bilang kalau Kak Colin....?"
Natan mengangguk " dia mengabaikan perintah Ayah, Colin mengirim pembunuh bayaran untuk melenyakan Tuan Clark, Ayah dan Kakek sempat menghentikan Tuan Clark, tapi sayangnya kemuatan dia jauh di atas kemuatan Kakek kalian yang merupakan orang terkuat di provinsi Varmos !" ucap Natan tidak berdaya.
Seketika Niat membunuh Curtis menguap, dia sadar jika Etan bukan orang yang mudah di singgung, jika Kakeknya saja tidak bisa menghentikannya, lalu bagaimana dengan dia yang kemuatannya masih baru berkembang.
Catherin menatap nanar jenazah kakaknya " Kenapa kamu selalu bertindak ceroboh kakak, bukankah Ayah sudah memberitahu semua keluarga White, dasar kakak bodoh !, hiks..hiks..." Catherin memarahi jenazah Colin sambil menangis.
Curtis menghela napas " Cath, lebih baik kamu tenangkan diri dulu, kita memang harus segera melupakan kejadian ini, walaupun sebenarnya kakak juga tidak rela, tapi kekutan Tuan Clark tidak bisa dibandingkan dengan kita "
Catherin mengangguk mengerti, dia beranjak dari duduknya yang dekat dengan peti mati dan duduk bersama Keluarga lainnya.
Pemakaman Colin di ikuti Semua anggota keluarga Whithe, Baik keluarga cabang maupun keluarga inti, mereka semua menghadiri pemakamman tersebut, kecuali White troops yang bertugas jaga di seluruh Provinsi Varmos.
Sepanjang acara pemakaman, Lusiah tidak bicara sepatah katapun, pasalnya dia yang seharusnya menjadi pelindung keluarga White tidak sanggup untuk melawan Etan yang notabenya lebih muda darinya.
__ADS_1
Lusiah terus berpikir kenapa Etan bisa lebih Kuat darinya, padahal umur dia baru dua puluhan, sementara Lusiah yang sudah berkultivasi selama ratusan tahun, kekuatannya sudah tidak bisa meningkat lagi.
Karrna sumber daya di Bumi untuk berkultivasi sangat sedikit, jadi jarang sekali orang yang bisa melebihi ranah Dewa akhir.
Untuk itulah Lusiah bertanya - tanya, bagaimana caranya Etan berkultivasi, dia ingin tahu rahasia Etan agar bisa meniru cara Kultivasinya.
***
Sementara itu, Vivi sedang mengelap tubuh Etan yang penuh dengan peluh, dia juga menggantikan pakaian Etan.
Vivi tidak keluar dari kamar, dia terus menerus menjaga Etan, karena Vivi tidak Mau Etan kenapa - napa disaat dia sedang istirahat.
Ke esokan harinya Etan bangun dari istirahatnya, saat Etan terbangun, Vivi menyambutnya dengan sebuah senyum manis.
" Selamat pagi Tuan Clark..." ucap Vivi lembut.
Saat Etan beranjak dari tidurnya dan ingin menyapa Vivi balik, dia tiba - tiba terbang dan menghantam langit - langit kamar.
" Ehhhhhh !
" Kedebug !!" Etan terjtuh akibat menabrak langit - langit kamar.
" Tuan Clark !" Vivi langsung memapahnya.
Saat Etan akan berdiri, dia merasakan tubuhnya sangat ringan, Etan hampir saja terbang lagi, tapi dia berusaha mengendalikannya.
" apa yang terjadi dengan tubuhku ?" gumam Etan Lirih.
Tiba - tiba System menjawab.
[ Karena Master sudah mendapat tubuh Absolut, Master dapat meringankan tubuh Master atau terbang, tubuh Master juga sudah tidak bisa terluka, walau terkena ledakan yang sangat besar, tubuh Absolut Master dapat menerima serangan apapun tanpa terleuka !]
" Eh... Bukankah itu artinya aku tidak bisa Mati ?" tanya Etan kaget.
[ Yes Master , anda tidak bisa mati oleh serangan biasa, kecuali ada yang bisa menyegel tubuh Absolut anda ]
__ADS_1
Etan mengangguk mengerti, memang ada keluarga diperadaban tingkat atas, yang membuat teknik penyegelan, Artinya Etan harus berhati - hati dengan keluarga tersebut.
Etan mengendalikan tubuhnya, hanya dalam hitungan menit dia sudah bisa menyetabilkan tubuhnya dan dapat berdiri ditanah lagi layaknya manusia Normal.
Vivi tersenyum " Selamat Tuan, anda mendapatkan tubuh baru lagi " ucap Vivi senang.
Etan menatap Vivi, dia terkejut karena Vivi juga mengalami perubahan " Vivi, apakah kamu juga menerima efek perubahan tubuhku ?" tanya Etan penasaran, pasalnya tubuh Vivi terlihat lebih langsing lagi.
" Benar Tuan, karena energi spiritual saya terhubung dengan anda, jadi saya bisa mendapat perubahan yang anda lakukan, walaupun itu cuma 10% saja, tapi itu sudah cukup buat saya " ucap Vivi menjelaskan.
Etan yang baru tahu itu terkejut " Apakah kamu juga bisa menggunakan teknik Elemen juga ?" tanya Etan penasaran.
" Benar Tuan, tapi saya hanya bisa menggunakan satu teknik dari salah satu Elemen anda " jawab Vivi jujur.
Etan menghela napas " Sukurlah, dengan begitu kekuatan kamu akan selalu tumbuh bersamaku "
Etan bersukur karena baginya Vivi sangat penting, bukan hanya kekuatannya yang dia butuhkan, tapi kecerdasannya juga, semakin Vivi Kuat hal itu semakin bagus, jadi Etan tidak oerlu mengkhawatirkannya.
" Tuan Clark, kita sudah harus menemui keluarga White " Ucap Vivi mengingatkan.
Etan melirik jam ditangannya, benar saja jam sudah hampir menunjukan pukul 8. Jadi dia harus bergegas menemui keluarga White, karena perjalanan dari Kota Lite ke kota Lotar membutuhkan waktu setengah jam perjalanan menggunakan mobil.
Etan bergegas membersihkan diri dan langsung menuju kota Lotar, pasalnya Etan akan menemui keluarga White di kota tersebut tepatnya di kapal pesiar yang sudah menjadi miliknya.
Karena niatan Etan akan langsung kembali ke Provinsi Longtown, dia menyuruh Vivi untuk Chekout dari Hotel.
Mereka berdua kemudian langsung menuju Kota Lotar.
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di pelabuhan Lotar, Etan langsung masuk ke kapal pesiarnya, para Kru dan pelayan kapal yang sudah diberitahu jika pemilik kapal pesiar tersebut adalah Etan, mereka menyambut kedatangan Etan dengan ramah.
.
.
.
__ADS_1