
Kyla menatap Ketiga wanita dihadapnnya, mereka tetlihat sangat akur, padahal jika di peradaban atas orang yang memiliki kekuatan besar, cenderung memperlakukan seorang wanita dengan kasar jika wanita tersebut tidak setara dengan kekuatannya, atau keluarganya sama kuatnya.
" Kyla, nama saya Etan Clark, mereka ketiga istri saya, Vivi, Anita dan Wina, kami akan mengantar kalian ke Planet kalian, jadi anggap saja ini pesawat kalian sendiri " ucap Etan lembut.
Kyla menggeleng " Tuan Clark, saya sudah berjanji untuk menyerahkan hidup saya pada anda, jadi saya akan melayani anda mulai hari ini !" jawab Kyla tegas.
Etan menatap ketiga istrinya, Mereka semua tersenyum ke arah Etan, Etan menghela napas lega.
Vivi langsung menarik Kyla agar duduk dipangkuan Etan " Kamu layani suami kita untuk beberapa hari kedepan, kami ingin istirahat dulu "
Anita tersenyum dia mengerti maksud Vivi, dia berencana mengospek Kyla dengan melemparkannya ke Etan, mereka ingin Kyla merasakan betapa Buasnya Etan ketika minta dilayani.
Etan terkejut " Apa maksud kalian "
Vivi tersenyum " Sayang, kami tahu kamu belum puas, hajar dia sampai lemas, nanti kalau dia sudah menyerah, kami akan kembali, benarkan Saudari Wina dan Anita ?"
Anita juga tersenyum seperti Iblis " Kyla, jadilah wanita nbaik Oke !"
Mereka bertiga langsung meninggalkan kamar dan menguncinya dari luar.
Anehnya Kyla hanya diam di pangkuan Etan, membuat Etan bingung sendiri, dia masih belum berani menyentuh Kyla.
Tiba - tiba Kyla melepas pakaiannya, terpampang Gunung kembar seukuran milik Vivi yang menggelantung indah di tempatnya.
" Tuan Clark, lakukan sesukamu " ucap Kyla dengan wajah tersipu.
' glek ' Etan menelan ludahnya, pusaka Etan tegap berdiri seakan memberi Kode jika sudah siap bertempur.
Kyla yang merasakan tonjolan keras di tempat duduknya mengerutkan kening, dia memegang pusaka Etan yang masih di balik celanya.
' glek ' gantian Kyla yang menelan ludah, pasalnya dia merasa jika pusaka Etan sangat besar, mungkin seukuran lengannya.
Etan tanpa ragu mulai menyerang Kyla, Kyla hanya mengikuti permainan Etan, dia yang tadinya malu - malu, sekarang sudah mulai agresive.
Etan melucuti semua pakaian Kyla, hingga dia sudah tidak mengenakan sehelai benangpun.
Etan membopong Kyla Ala Bridal dan melemparkannya di ranjang.
Etan melepaskan pakainnya, hingga pusakanya terpampang jelas.
Kyla membelalakan matanya, ternyata dugaannya benar, dia berkata dalam hati " Astaga ?, apakah Goa sempitku bisa menerimanya ?".
__ADS_1
Pusaka Etan belum dimasukan dalam Goanya tapi dia sudah merasa ngilu, Tapi Etan membuat Goa Kyla Basah terlebih dahulu agar pusakanya masuk dengan Mulus.
Percobaan pertama gagal, karena Goa Kyla sangat kecil.
Percobaan Kedua ujung Pusaka Etan mulai Masuk, Kyla menjerit " Arggghhhh !" dia mencengkram ranjang dengan Kuat.
Etan menyentak pusakanya " prrrrtttt "
" Argggghhhh !!" Kyla menitihkan air matanya, dia menjerit keras.
Darah segar merembes keluar dari sela - sela Goa dan Pusaka Etan.
Etan merasakan kenikamatan lainnya, Pusakanya terasa di cengkram dengan Erat didalam Goa.
Sementar Kyla merasakan Goanyaa penuh sesak, dia merasa sangat tidak nyaman, apalagi setelah Etan memulai memompa Goanya.
Kyla merasakan sakit, perih, Ngilu, dan sebagainya, dia menggelinjang seolah pengin lari saja.
Air mata masih terus mengalir di pelupuk mata Kyla.
Tapi setelah lima belas menit berlalu, Kyla mulai rilex, Etan juga merasa jika Kyla mulai mengikuti gerakannya.
Etan menyeringai, dia mulai menggunakan Mode Brutalnya, memompa Goa Kyla hingga dia menceracau tidak jelas.
Dua hari berlalu, Kyla Mulai merasakan ada yang salah dengan Etan.
Tiga hari, empat Hari hingga sepuluh Hari berlalu, Kyla sudah seperti Pakaian kusut, dia hanya mengimbangi Etan dengan lemah.
Anehnya Kyla tidak mau menyerah, walau tubuhnya sudah gemetaran, dia tetap melayanai Etan.
Goa dan disekitarnya juga sudah mulai terlihat membengkak akibat pertempuran yang tidak ada habisnya.
Goa Kyla yang tadinya kecil, sekarang sudah terlihat langsung melebar.
" Kamu yakin mau diteruskan ?" tanya Etan.
" Terserah Tuan saja, Hosss...Hosss.. Hosss..." ucap Kyla terengah - engah.
Etan merasa kasihan dengan Kyla, untuk itu di memompa Kyla dengan sangat cepat untuk menuntaskan agar dia cepat mencapai puncak.
Kyla tidak hentinya berteriak - teriak, setelah sepulih menit, Etan menghujam dalam Goa Kyla hingga lavanya meleleh di dalam Goa Kyla.
__ADS_1
Tubuh Kyla bergetar hebat setelah Etan melepaskannya.
Ketiga istri Etan memasuki kamar saat mendengar pertempuran Suami dan Calon istrin barunya berakhir.
Etan mau memberi Kyla pil penyembuhan, tapi Anita melarangnya.
Etan sebenaranya merasa kasihan, tapi dia hanya bisa menurut saja.
Anita duduk disebelah Kyla yang terlihat sangat lusuh, Wajah cantiknya berubah pucat pasi, Kyla juga masih terengah - engah, sembari tubuhnya menggelinjang - gelinjang.
Anita membenarkan Rambut Kyla yang lepek, dia tersenyum " Kamu hebat juga bisa bertahan sepuluh hari "
Sementara Wina melihat Goa Kyla, dia terkejut saat melihat Noda darah di sekitar goanya " Astaga !, kamu masih perawan ?, ya ampun Goanya jadi seperti ini " Wina menatap Etan.
Etan tersenyum " Bukankah punya kalian juga sama saja sepertinya ?"
Wina terkikik geli " Benar juga yah, ini semua karena kamu Etan, mungkin jika di masuki pusaka Pria lain kami tidak akan merasakan apa - apa lagi "
Etan yang duduk di sofa, saat mendengar hal tersebut berkata dengan dingin " Ada yang berani menyentuh kalian, akan kubunuh mereka !, kalian hanya milikku !" Sorot mata Etan berubah menjadi tajam.
Wina tidak menyadari hal tersebut, dia kaget setelah tiba - tiba Etan sudah di belakngnya dan mendurngnya ke ranjang hingga tertelungkup.
Tanpa basa - basi Etan langsung menghujamkan pusakanya yang sudah berdiri dengan tegap lagi dengan Brutal.
Wina yang belum siap dan tidak melakukan Foreplay terlebih dahulu tentu saja memebelalakan matanya, apa lagi Etan langsung memompanya dengan cepat.
" Sayang ampun !, aku tidak akan mau dengan pria lain " Wina merengek pada Etan.
Tapi Etan tidak menggubrisnya, akhirnya Wina hanya bisa pasrah saja, dia terpaksa sebisa mungkin untuk merangsang libidonya sendiri dengan memainkan gunung kembarnya.
Kyla yang masih tersadar tercengang, padahal sudah sepuluh hari Etan bertempur dengannya, tapi dia masih kuat melanjutkan.
Anita tersenyum " Inilah yang akan kamu layani, seorang Monster, aku harap kamu menyiapkan mental kamu " Setelah mengatakan hal tersebut Anita melepaskan pakainnya begitu juga dengan Vivi.
Mereka melayani Etan selama tiga Hari lagi, Kyla yang sebenarnya hanya diam tidak mengusik mereka juga sering jadi target, mengakibatkan dia tidak bisa beristirahat.
Di hari ketiga belas, Kyla jatuh pingsan, dia sudah tidak sanggup lagi menahan serangan Etan, Etan juga mengakhiri pergulatanya karena Crown memberitahunya jika sebentar lagi akan sampai di gerbang peradaban Atas.
.
.
__ADS_1
.