
Anita menatap Vivi yang penuh tekad, tidak ada keraguan sedikitpun dimatanya, melihat hal itu Anita terlihat sendu.
" Kenapa dimasa depan saat Chen tewas kamu tidak bersamanya?, kenapa kamu baru muncul dijaman ini ?" Anita teringat masa lalu yang ada dimasa depan. ( ini akan membuat kalian bingung, jadi abaikan saja, penjelasannya ada nanti !)
Anita kembali fokus kedalam pertarungan, dia kembali menggunakan teknik Kristal Esnya, tapi kali ini Kristal Esnya ditahan oleh Api yang tiba - tiba muncul, Asap langsung mengepul karena tabrakan dua Elemen yang tidak bisa bersatu tersebut.
Anita mengerutkan keningnya, saat asap hilang terlihat Orang dengan dua kepala, satu kepala manusia satunya kepala salamander.
" Groaaarr !" Oz 10 meraung lagi.
" Kalau tidak ada aku kamu pasti akan Mati !" Ucap Oz 9 denga ekspresi datar.
" Groaarrr ! " Oz 10 meraung lagi, menjawab perkataan Oz 9.
Vivi berkata " Anita, kamu terus serang mereka dari jarak jauh, biar aku yang menghabisi mereka dari dekat !"
Anita mengangguk " Badai Salju !"
" Swosss
Cuaca yangtadinya cerah berubah menjadi gelap, Angin mulai berhembus, Air laut terangkat terhisap oleh Awan yang mulia menjadi gelap.
Salju perlahan turun, lama kelamaan Salju tersebut semakin lebat, Angin juga berhembus dengan sangat kencang.
Oz 9 membuat tameng dengan Api salamander, Sementara Oz 10 dia tanpa ragu menerjang ke arah Anita.
Anita mengeluarkan Teknik Tombak Es, ratusan Es runcing meluncur kearah Oz 10.
Tapi Oz 10 masih bisa menahan dengan pedanganya.
" Trang
" Trang
" Trang
Oz 9 memperhatikan pertempuran tersebut, dia juga mencari Vivi yang sudah menghilang dari tempatnya.
Oz 9 menyeringai saat merasakan ada gerakan di atasnya " Kamu pikir aku bodoh !?"
" Bola Api !" Bola api seukuran kepalan tangan meluncur ketas, semakin keatas Bola api itu semakin membesar, hinga berubah sebesar bukit.
" Swooosss !
Bola Api tersebut terlihat mengenai sesuatu.
" Bruugggg !
Sesuatu terjatuh dari langit, Oz 9 menyeringai tapi saat dia melihat yang jatuh bukan Vivi melainkan sebuah Pohon yang hangus terbakar oleh Bola Apinya dia terkejut.
" Boooommm !!
Vivi Menggeplak kedua kepala Oz 9 dengan kedua tangannya hingga hancur berceceran,karena dia menggunakn seluruh kekuatannya.
Sementara itu, Anita terlihat kewalahan melawan Oz 10, pasalnya dia tidak bisa membunuhnya, sudah menusukan ratusan tombak juga Oz 10 baik - baik saja.
" Swuuuzzz
" Duaarrr !
" Duaarrr !
__ADS_1
Vivi mengahntam dua kali Oz 10 hingga hancur tercecer ditanah.
" Cepat bekukan tubuhnya yang tercecer Anita !" perintah Vivi.
Anita mengangguk, dia membekukan bagian tubuh Oz 10 menggunakan Teknik Esnya.
Benar saja Oz 10 berhenti meregenerasi tubuhnya, Anita menghela napas lega.
Vivi kemudian mengumpulkan bagian tubuh Oz 10, dia Meledakannya hingga menjadi Abu, tanpa ada sedikitpun yang tersisa.
Anita menarik teknik Badai saljunya, tempat tersebut kembali cerah.
Saat Anita dan Vivi akan menghampiri Warga Don, penjaga Senior yang tidak sempat lari saat Anita membekukan Area sekitar Oz 10.
Penjaga Senior yang hanya kepalanya saja tidak membeku, berbivara dengan kedinginan " Anu... Putri Anita tolong lepaskan aku "
Anita menoleh, dia melihat Penjaga senior, Anita tersenyum kecut, dia kemudian melepaskan Penjaga Senior.
Sementara Itu di Hutan, Zarkov dan anak buahnya yang hanya tersisa 20 orang ditambah Lu Yuan dan dua penjagannya, dia sudah dikepung Oleh Orion dan Oz Keroco dan beberapa Oz spesial.
" Sial !, kenapa mereka sangat Kuat !" Zarkov mengumpat kesal, pasalnya puluhan anak buahnya yang ada di ranah Imortal Awal banyak yang tumbang.
" Kalian lumayan Juga bisa sedikit membuatku terhibur !" Ucap Orion dengan seringai licik.
" Tangkap mereka semua hidup - hidup !" Orion menyuruh Anak buahnya.
" Bilah Angin !"
" Swuzzz
" Swuzzz
" Swuzzz
Hanya tersisa Oz dengan Nomor dan Orion karena mereka berhasil menangkis serangan Etan.
" Bajingan !, keluar kau Brengsek !!" Orion berteriak marah karena anak buahnya dikalahkan.
Zarkov tersenyum senang, dia tahu siapa orang yang menyelamatkan mereka.
" Kenapa , kalian saja membantai wargaku tanpa ampun !, apakah aku harus bebelas kasihan pada Monster seperti kalian !" Ucap Etan ketus sembari turun dari langit.
Orion mengernyitkan dahinya " hooh... ternyata masih ada Orang yang kuat di Bumi, kebetulan kamu akan jadi eksperimen yang fantastis !"
" Oz 3, 6, 7, 8, tangkap dia hidup - hidup !" Orion memberikan perintah.
" Swuuzzzz !
" Srat
" Srat
" Srat
" Srat
Etan menggunakan langkah cepat sembari mengunakan pedang Excorcisme, seketika semua Oz bernomor hancur semua.
Pedang Exorcisme mampu membuat makhluk hidup yang sudah tidak murni lagi hancur, mereka yang terkena syatan pedang tersebut tidak bisa terselamatkan lagi.
Etan menebas mereka semua dengan hanya sepersekian detik saja, dia juga terlihat masih berdiri ditempatnya.
__ADS_1
Orion yang tidak tahu jika Oz bernomor sudah dikalahkan, dia menoleh kebelakang karena Oz bernomor tidak kunjung menyerang.
Orion terkejut saat melihat Oz bernomor tiba - tiba meledak.
" Duar
" Duar
" Duar
" Duar
Tubuh mereka berhamburan kesegala arah, Orion kembali menoleh kearah Etan.
" Buuggg !!!
" Ssrrrttt
" Bruak
" Bruak
" Duakkk !!
" Hoek !" Orion menabrak beberapa pohon setelah terkena pukulan Etan, dia berhenti setelah menabrak pohon besar dan menyemburkan seteguk darah hitam khas semua penghuni Animal planet.
Etan sengaja tidak menggunakan kekuatan terbesarnya maupun teknik spesialnya yang dia beli dari System, pasalnya dia ingin sedikit memberi pelajaran pada Orion.
Orion bangkit dengan terhuyung - huyung, Etan sudah berada didepannya " Ba..Bagaiman Mungkin manusia rendahan sepertimu memiliki kekuatan seperti Itu !" Ucap Orion sembari memegangi perutnya.
Sementara itu di Markas Orion yang Notabenya pesawat Luar angkasa, Oz 2 dan 4 yang sengaja tinggal di pesawat, saat mereka melihat Orion akan kalah, mereka berdua langsung mengirimkan sinyal pada klan Scorpion di Animal Planet.
Etan tidak menyadari hal tersebut, karena dia sedang fokus menghajar Orion, Setelah Orion tergeletak ditanah dengan tubuh lunglai.
Orion menyeringai " Jika kamu membunuhku, Semua klan Scorpion akan mengejarmu, perompak Scorpio hanya bagian kecil kekuatan kami !"
" Pukulan satu Hit !"
" Duaaaaaaarrrrrrr !"
Orion hancur lebur menjadi potongan - potongan kecil, tanah yang di pukul Etan juga terlihat seperti Sumur yang enatah berapa dalamnya.
Etan tidak suka diancam - ancam seperti itu dia lebih baik menghabisi musuhnya sekalian.
Tiba - tiba tanah bergetar, tak berselang lama sebuah pesawat luar angkasa muncul dari tanah.
Oz 2 dan 4 berencana kabur dengan perompak Scorpio yang tersisa, sayangnya Etan melihat hal tersebut.
Dia terbang dengan kekuatan penuh dan menghadang pesawat tersebut, Etan lansung memukul jatuh pesawat tersebut.
Karena Pesawat tempur Peradaban tingkat Atas sangat keras, pesawat tersebut hanya penyok saat terkena pukulan Etan.
Oz 2 dan 4 terkejut karena pesawat kehilangan keseimbangan dan jatuh ketanah.
" Duaaarrrr ! " Tanah disekitar pesawat bergetar seperti gempa Bumi.
.
.
.
__ADS_1