Sistem Over Power

Sistem Over Power
Mimpi Etan


__ADS_3

Setelah makan siang bersama dengan para warga pemukiman Vruiz .


Sebuah mobil Roll's Royce memasuki pemukiman Vruiz, Etan memeperhatikan mobil tersebut yang berhenti di dekat Tenda pengungsian.


Seorang Wanita Paruh baya keluar dari mobil tersebut , terlihat Asistennya dengan tegesa - gesa mengikuti dari belakang.


" Nona Glais , silahkan " Sapa Vivi Sopan.


Lidia mengangguk , dia berjalan menghampiri tempat Etan duduk , kemudian dia duduk di seberang Etan, Asisten Lidia berdiri di belakangnya.


Etan menatap Vivi yang sudah berada di belakangnya , dia meminta sedikit penjelasan " Tuan Clark , dia Nona Lidia glais orang yang akan membantu kita mengurus perijinan pertokoan Vruiz nantinya "


Etan mengangguk mengerti , dia menatap Lidia , Etan seperti tidak asing saat menatap Lidia " Nona Glais, Maaf...apa kita pernah bertemu ?, sepertinya anda tidak asing bagi saya " ucap Etan sopan.


Lidia yang notabenya sudah tahu siapa Etan dari anaknya , dia tersenyum simpul " Benarkah ?, padahal kita baru pertama kali bertemu di sini " jawab Lidia lembut.


Lidia sebenarnya ingin mencari tahu siapa Etan Clark yang telah membuat anaknya jatuh cinta , tapi saat dia sedang berada di kantornya Vivi kebetulan datang dan menawarkan kerja sama .


Awalnya Lidia akan menolak ,tapi setelah mendengar nama Etan , dia langsung setuju ,karena ingin mengetahui orang seperti apa Etan.


Etan tersenyum kecut " Ah.. mungkin hanya perasaan saya saja , jadi.. bagaimana dengan kerjasama yang asisten saya tawarkan ?" Etan bertanya tanpa basa - basi.


" Cukup menarik , ternyata anda orang yang To the poin " Lidia tersenyum kembali.


Lidia diam sebentar ,dia kemudian menengadahkan Tangannya pada Asistennya " Salsa ,berikan surat - suratnya "


" Ini nyonya " Salsa memberikan map berisi berkas - berkas Izin pembukaan pertokoan untuk Etan.


Lidia menyerahkan map tersebut pada Etan dengan santai , Etan mengambil dan membacanya , Etan terkejut karena semua berkasnya sudah penuh.


" Astaga ... anda benar - benar mendukung saya ?, apa anda percaya begitu saja dengan saya ?" Etan bertanya dengan penasaran.


" Seharusnya anda bertanya pada Asisten anda ,dia Asisten yang cakap , bisa memberikan penjelasan rinci tentang rencana anda ,lagi pula kenapa saya harus menyudutkan orang yang ingin membuat maju Negara ini " Lidia menjawab dengan lembut.


" Terimakasih atas pujiannya Nona Glais " Vivi membungkuk hormat.


Alasan kedua kenapa Lidia menyetujui rencana Etan untuk memajukan Pemukiman Vruiz , Karena Wina juga mmeiliki rencana yang sama dengan Etan sebelumnya , tapi karena Wina belum mapan dia belum berani mengambil langkah besar seperti Etan.


" Tapi.. ada satu syarat yang saya minta pada anda " Lidia menatap Etan dengan serius.


Etan mengerutkan keningnya " Syarat ?"


Lidia mengangguk " sebenarnya bukan syarat yang harus kamu penuhi juga ,aku hanya ingin bilang padamu , jaga anakku baik - baik , dia gadis yang polos , aku tidak ingin melihat dia tersakiti " Lidia sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi pada Etan.


" Anak ?" Etan bingung ,setelah beberapa saat dia baru ingat ,jika nama belakang Lidia dan Wina sama.

__ADS_1


Etan langsung berdiri karena kaget " tunggu dulu Nona Glais , jangan bilang kalu Wina ... " Etan menghentikan ucapannya.


Lidia mengangguk dan tersenyum " Ya.., dia anakku , aku sudah mendengar tentang kamu dari dia "


Etan salah tingkah , dia duduk dengan gelisah , pasalnya dia tidak pernah menemui orang tua seorang Wanita .


Etan menundukan kepalanya karena malu , ternyata orang di depannya adalah orang tua Wina , dia tidak tahu harus berkata apa.


Lidia yang melihat tingkah polos Etan , dia sangat yakin jika sebenarnya Etan juga menaruh hati pada Anaknya , tapi karena ego dia yang seorang anak orang kaya , jadi dia menyembunyikannya.


Lidia buka suara kembali ,memecah kecanggunagan Etan " aku tidak memaksa kamu menyukai anakku , aku hanya ingin kamu menjaganya , karena aku lihat sekarang dia sering bersama kamu "


" Ba..baik Nona Glais , saya mengerti "jawab Etan gugup.


Lidia berbicara beberapa patah kata lagi, dia kemudian meninggalkan tempat tersebut , Vivi mengantar Lidia sampai mobil, sementara Etan masih diam di tempat duduknya, hingga beberapa waktu.


****


Etan memasuki Tenda yang di sediakan untuknya pribadi , dia berbaring di tenda memikirkan perkataan Lidia " Sial , kenapa Vivi malah membawa orang tua Wina " Etan menggerutu kesal.


Etan menghela napas ,dia memanggil Sistem " Sistem cek Status !"


[ Yes Master ]


sistem Versi : 3 / 0 / 100.000


Nama : Etan Clark


kekuatan : langit akhir / 0 / 100.000


Vitalitas : Langit akhir / 0 / 100.000


poin Kekuatan : 19.000


Koin : 999.199.850.000.


Uang :99.899.000


Teknik : Manipulasi Gravitasi


senjata : Asisten Robot/


Toko Sistem : Pistol / petarung jarak dekat


inventory : Pil penyembuhan ( 9 )

__ADS_1


Etan memperhatikan statusnya " Ah... rasanya masih lama agar aku bisa mewujudkan mimpi Ayah dan Ibu , Ayah ,ibu... tunggu Etan , aku pasti akan mewujudkan mimpi kalian !" Etan meyakinkan dirinya sendiri.


Etan tidak lupa dengan tujuannya ke masa lalu ,dia ingin agar kehidupan di masa depan orang - orang Bumi tidak di perlakukan buruk nantinya.


Tapi kenyataannya orang - orang di Bumi , mereka yang berkuasa sama buruknya dengan orang - orang di peradaban tingkat atas, mereka menindas yang lemah cuma perbedaannya Etan tidak melihat jika mereka ada yang di jadikan budak.


Mungkin karena Etan masih belum melihat luasnya Bumi , dia masih berkutat di lingkungan pemukiman Vruiz .


Jika Etan melihat tempat pelacuran , sindikat perdagangan manusia atau hal yang berhubungan dengan kejahatan international, mungkin Etan akan merasakan seperti hidup di peradaban tingkat atas.


***


Ke esokan harinya ,Etan merasa kehidupannya sudah tenang dan Wiliam tidak berani mengganggu lagi .


" Vivi apa kamu tahu tempat mobil yang bagus ?" Etan bertanya dengan santai.


Vivi mengangguk , karena dengan cips Smartnya , Vivi bisa mencari apa saja yang ada di Bumi " Tuan ingin Mobil yang seperti apa ?" Vivi malah balik bertanya.


Etan mengeluarkan Ponselnya , karena dia terpikirkan membeli mobil saat memainkan ponsel semalam.


Etan menunjukan foto Mobil tersebut " Yang seperti ini "


Vivi mengerutkan keningnya , karena yang di tunjukan Etan hanya Audi 6 yang Notabenya sudah tidak di anggap mewah lagi ,oleh kalangan atas di jaman sekarang.


" Tuan Clark , menurutku mobil itu tidak pantas untuk anda " Ucap Vivi berterus terang.


Etan mengernyitkan dahi " bukankah ini mobil bagus ?" tanya Etan penasaran.


Vivi menggeleng , dia mengambil ponsel Etan tanpa permisi , kemudian memberikannya kembali setelah dia mencari sesuatu " Itu lebih cocok buat Tuan "


Etan menatap ponselnya , dia menghela napas " ini semua mobil balapkan ?, aku tidak suka mobil balap "


Padahal yang di perlihatkan Vivi adalah mobil Super mewah seperti ,Lamborghini , Bugatti Veyron ,Pagani Zonda dan yang lainnya , mungkin memang benar itu mobil sport , tapi kenyataannya sekarang mobil - mobil tersebut di gunakan oleh kalangan berada untuk menunjukan status mereka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2