Sistem Over Power

Sistem Over Power
Sifat Adik Kakak yang Berbeda


__ADS_3

Etan menatap Curtis dengan seksama, dia sepertinya tidak asing dengan wajah Curtis, tapi Etan menepis anggapannya.


Etan tersenyum " Senang juga bertemu dengan anda Tuan White "


" Lebih baik kita bicara disana, biar lebih enak " Ajak Curtis sopan sambil menunjuk sebuah kursi yang sudah disiapkan.


Etan mengangguk, mereka semua kemudian menuju tempat yang sudah disiapkan tersebut, setelah Etan duduk, dia tanpa basa - basi langsung bertanya " apa aku bisa melihat kapal pesiarnya sekarang ?"


Catherin tersenyum " Tuan Clark, itu di hadapan kamu .."


Etan langsung menyapu pandangannya ke arah Kapal besar yang ada dihadapannya, Etan sangat terkejut, karena kapal pesiar tersebut sangat besar, hampir sebesar Kapal TITANIC.


Perbedaannya hanya dekorasi kapal yang terlihat Moderen, dengan dominasi warna putih yang menyelimuti seluruh kapal.


Terlihat juga ada ratusan kru yang mondar - mandir merawat kapal pesiar tersebut.


Etan sangat bersemangat, pasalnya harga kapal yang sangat mahal sesuai dengan kapasitasnya.


Catherin kemudian menjelaskan " Vasilitas di kapal tersebut, ada kolam renang, Bar, tempat untuk bersantai, Kasino, ada lima Chef profesional yang akan melayani anda setiap saat, 30 pelayan, 100 kru dan seorang kapten, semuanya sudah siap berlayar, jika anda membeli kapal tersebut, mereka semua akan menuruti perintah anda !" Catherin menjelaskan panjang lebar.


" Saya beli itu !" Etan langsung melemparkan Black Cardnya di meja.


" Tuan Clark, apakah anda tidak ingin melihat - lihat terlebih dahulu ?" tanya Curtis sopan.


" Tidak perlu, lagi pula nanti aku akan pulang menaikinya, lebih baik kita melihat senjata yang aku minta sesudah ini !" jawab Etan santai.


Catherin menatap Curtis, dia meminta persetujuan untuk langsung memproses pembeliannya, Curtis mengangguk.


" Paman Neil, keluarkan berkas - berkasnya ! " perintah Catherin tegas.


Neil membuka koper yang daritadi dia pegang, dia menyerahkan berkas pembelian kapal pesiar tersebut.


Setelah melakukan penandatanganan baik Etan maupun Curtis, karena pemilik kapal pesiar tersebut adalah Curtis, Black Card Etan langsung digesek.


Sesuai kesepakatan dengan Vivi, harga kapal pesiar tersebut 120 Milyar dolar Varmos, pembayaranpun berhasil.


Curtis tersenyum " senang berbisnis dengan anda Tuan Clark !" Curtis mengulurkan tangannya.


Etan menjabat tangan Curtis " Begitu juga saya Tuan White !"


Setelah berbasa - basi sebentar, Etan dan yang lainnya menuju tempat penyimpanan senjata yang masih terletak di pelabuhan tersebut.

__ADS_1


Etan sangat takjub saat melihat berbagai senjata yang masih dalam kotak, Etan melihat satu persatu barang pesanannya.


Etan sangat puas karena semuanya sesuai keinginannya, dia menyiapkan senjata tersebut untuk memperkuat militernya.


Walaupun nantinya tidak berguna jika melawan orang - orang dari peradaban tingkat atas, tapi setidaknya dengan pasukannya memegang senjata tersebut, akan meningkatkan nyali para pasukannya.


Karena Etan belum bisa menaikan kekuatan orang lain, jadi dia hanya bisa memberikan persenjataan.


Padahal diperadaban tingkat atas ada sebuah pil yang bisa menaikan tingkat kekuatan seseorang, tapisayangnya toko System tidak menjualnya, Etan sangat berharap jika Toko System nantinya akan menjual Pil penerobosan instan.


Etan membeli, Roket, basoka, dan senjata berat lainnya, karena jika dia membeli senjata dengan peluru kecil, senjata tersebut hanya akan menggelitiki orang - orang oeradaban tingkat atas, yang notabenya kekuatan mereka terendah berada di ranah Bintang.


Adapun senjata dengan daya ledak besar, Etan yakin jika 10 tembakan pasti dapat melukai prajurit yang berada diranah Bintang.


" Lumayan bagus, Aku ambil semuanya dan Kirim ke provinsi Burn, nanti Keluarga Muse yang akan menerimanya !" ucap Etan tegas.


Catherin tersenyum " Tentu saja Tuan Clark, kami akan mengirim secepatnya "


Etan kemudian membayar senjata - senjata tersebut, harga semuanya hanya 10 Milyar dolar Varmos, jadi Etan total menghabiskan 130 Milyar dolar Varmos.


Setelah semuanya selesai, Catherin dan Curtis pamit, pasalnya mereka mau menyiapkan pesanan Etan agar segera dikirim.


Etan dan Vivi kembali ke Kota Lite, karena dia tidak berniat pulang lebih dulu, dia ingin menghabiskan beberapa hari ditempat tersebut untuk melepas penat.


Saat Etan dan Vivi baru akan masuk ke kota Lite, beberapa orang menghadang mereka berdua.


Orang - orang tersebut adalah orang bayaran Lin Dong, mereka semua terdiri dari anggota pembunuh bayaran.


Etan menghela napas " Vivi, selesaikan secepatnya !" dia tahu jika di antara mereka tidak akan ada yang mampu mengalahkan Vivi.


Vivi keluar dari Mobil tanpa ragu, Pembunuh bayaran tersebut meneteskan air liur saat melihat kesemokan tubuh Vivi plus wajahnya yang rupawan.


Bos pembunuh menegur anak buahnya " Hilangkan pikiran kotor kalian !, Wanita itu milik Tuan muda !"


Seketika bawahan pembunuh tersadar " Sial !, pantas saja Tuan Muda menginginkannya !"


" Jangankan Tuan muda, aku saja ngiler melihatnya !"


" ya.. aku baru pertama melihat Wanita ini, apakah dia baru kesini ?"


" Diam !!, fokus dengan pekerjaan kita !" Bos pembunuh meraung.

__ADS_1


Para bawahan tersenyum kecut, pasalnya mereka memang benar - benar tergoda dengan Vivi.


" Kalian menyerahlah !, aku akan mengampuni nya...."


" Duaaarrrrr !!!"


" Krak !"


" Hoekkk !!" Bos pembunuh belum selesai bicara, Vivi sudah menendangnya ditanah dengan keras, hingga bahu dan kakinya patah karena menopang tendangan Vivi dari atas.


Setelah muntah darah, si Bos langsung ambruk dan tewas di tempat.


Para Bawahan yang tidak tahu apa yang terjadi, mereka tertegun, saat mereka menatap kearah suara ledakan, Bos mereka sudah tumbang.


Seketika para bawahan langsung berkeringat dingin, tapi mereka mencoba untuk melawan Vivi.


Etan dari dalam Mobil hanya menghela napas, saat melihat para bawahan menyerang Vivi bersamaan bukannya kabur " dasar idiot, kalian sama saja setor nyawa, hadeh..." Etan menggeleng - gelengkan kepalanya.


Benar saja, hanya hitungan menit, semua pembunuh bayaran sudah bertumbangan ditanah, Vivi menyeret seorang pembunuh yang terluka ringan ke arah samping pintu mobil Etan.


" Siapa yang menyuruh kalian !" tanya Etan saat Vivi sudah menghadapkan orang tersebut padanya.


Orang tersebut ketakutan " Tu..Tuan Colin White, tolong lepaskan aku Tuan, a..aku hanya di su..."


" Buggg !!" Vivi menghantam tengkuk Orang tersebut hingga tak sadarkan diri.


Vivi langsung memasuki mobil " Tuan Clark, sepertinya Colin ini..."


Etan mengangguk " Aku juga memiliki pemikiran yang sama denganmu Vivi, sepertinya kita harus memberikan sedikit pelajaran untuknya !" ucap Etan sinis.


Vivi mengangguk, dia langsung mengemudikan Mobilnya menuju Sun Hotel, Etan mau melihat bagaimana Ekspresi Colin saat melihatnya baik - baik saja.


Sementara Colin terlihat sedang di kafe depan Sun Hotel bersama Wanita - Wanitanya, Etan yang melihat itu, menyuruh Vivi menghentikan Mobilnya.


Etan dengan santai menghampiri Colin bersama Vivi, dia menegur Colin " Colin White, sepertinya harimu sangat menyenangkan ?"


Colin menoleh kearah Suara, seketika dia terkejut " Kamu....?!"


.


.

__ADS_1


__ADS_2