
Petir malapetaka mulai terdengar, Etan menyunggingkan senyum karena sebentar lagi kedua Wanitanya akan berada di ranah God Emperor, walau Anita masih Awal saja.
Petir malapetaka dengan Siluet naga langsung menghujam ke arah Anita.
Petir Malapetaka menghantam perisai Etan yang satu persatu hancur akibat kemuatan Petir yang sangat Kuat.
Tapi sama ketika Etan membantu Chen Long menerobos, petir Malapetaka menjadi lemah ketika menyambar Anita, di tambah Anita di balut oleh Vitalitas Etan.
Jadi petir Malapetaka yang menyambarnya tidak terasa apa - apa, Anita hanya merasakan kebas saja.
Langit kembali cerah, menandakan jika Anita berhasil menerobos, Anita membuka matanya, dia terkejut ketika Etan ada didepannya sambil tersenyum.
" Selamat sayang !" ucap Etan lembut.
" Kok kita ada disini ?" Anita terkejut karena dia tiba - tiba ada ditempat yang tidak dikenalinya.
Etan tersenyum " jika kamu menerobos di pesawat, kamu bakal menghancurkan peasawat, jadi kamu aku bawa kesini " Etan menjelaskan agar Anita tidak bingung.
Anita menganggukkan kepalanya mengerti, dia tersenyum dan bertanya " Bagaimana saudari - saudari yang lain ?, apakah mereka juga berhadil menerobos ?"
Etan mengangguk " Harusnya sih mereka berhasil, karena Malapetaka yang diterima mereka lebih kecil dari pada malapetaka yang diterima kamu, jadi aku tadi tidak melihat mereka berhasil atau tidak "
Ucapan Etan memang ada benarnya, karena Malapetaka orang yang baru di ranah Abadi tidak akan sebesar ketika mereka mencapai ranah Emperor.
Tiba - tiba sebuah Binatang Spiritual phoenix sebesar Nazgul muncul di atas Etan dan Anita yang sedang mengobrol.
Hawa panas langsung menjalar ketubuh Etan akibat Bulu Api Phoenix, Etan langsung menyelimuti Anita dengan Vitalitasnya kembali agar dia tidak mersakan hawa panas tersebut.
Etan mengerutkan keningnya, padahal tadi dia tidak merasakan Energi Spiritual yang Setara dengan ranah Emperor, tapi sekarang malah muncul seekor Phoenix yang Notabenya Binatang spiritual tingkat tinggi.
Etan menyadari jika ada orang yang menaiki Phoenix tersebut, dia juga menduga kalau orang tersebut sengaja menutupi Energi spiritualnya bersama dengan Energi spiritual Phoenix.
Etan berkata dingin " Siapa kamu ?!, keluarlah !!"
" Traaappp !"
Seorang Pria sepuh turun dari Phoenix, dia tersenyum sambil mengelus - elus jenggotnya yang putih dan menghampiri Etan dan Anita.
Etan menyuruh Anita berdiri dibelakangnya, karena Etan yakin jika Orang tersebut bukanlah orang biasa.
Pria tersebut buka suara " Pim !, masuklah kembali ke Cincinku !" perintah Pria sepuh tersebut pada Phoenixnya.
" Baik Tuan !" Pim langsung mengecil, hingga seukuran burung pipit dan masuk dalam Cincin Pria sepuh tersebut.
Etan mengerutkan keningnya, sebelum Etan buka suara, Pria sepuh tersebut lebih dulu buka suara " tenanglah anak muda, aku bukan musuh kalian, aku hanya sedikit tertarik dengan ranah Kultivadimu yang mengerikan itu !" ucap Pria sepuh sambil mencari batu besar untuk duduk.
" Anita kamu kembali kepesawat dulu, biar aku bicara dengannya " Perintah Etan pada Anita.
" Baiklah, kamu hati - hati sayang !" Anita yang tahu jika Pria sepuh yang datang itu kuat, dia tidak ingin mengambil resiko jika akan ada pertarungan, karena jika pertarungan terjadi, dia hanya akan menjadi beban saja.
__ADS_1
Etan mengangguk " Warp !" Etan memasukkan Anita kedalam Warp.
Prua sepuh tersebut sedikit terkejut, dia menggelengkan kepalanya " Kamu ini benar - benar Monster anak muda, tidak saja Kultivasimu yang tinggi di usiamu, tapi kamu juga memiliki Teknik Dimensi yang hanya ada dalam Legenda saja " ucap Pria sepuh tersebut dengan kagum.
Etan mengernyitkan dahinya, karena Pria sepuh didepannya tersebut seolah tahu semua tentang kekuatan.
Etan bertanya - tanya dalam hati berapa umur Pria sepuh tersebut, dia menebak jika Pria sepuh tersebut sudah hidup ribuan tahun.
" Pak Tua !, jangan berbasa - basi lagi !, sebenarnya apa maumu dariku !?" tanya Etan tegas.
Pria sepuh tersebut menggelengkan kepalanya " aku hanya melihat saja siapa yang berkunjung ke tempatku ini ? "
Etan menghela napas, karena dia tidak bermaksud mengusik Pria sepuh tersebut " Pak Tua, aku minta maaf jika kedatanganku dan orang - orangku mengusik anda " Etan menangkupkan tinju untuk menunjukan rasa Hormat.
" Syuuuttt
" Wuuzzzz
Tiba - tiba pria sepuh tersebut melontarkan Pukulan angin yang sangat besar, seukuran gunung.
Etan yang reflek mau lari, tapi dia menyadari jika ada pesawat di arah pukulan angin tersebut.
Etan terpaksa menggunakan Vitalitasnya dan menggunakan Belzebub untuk menyerap pukulan Angin tersebut.
Sayangnya pukulan tersebut sangat kuat, hingga Belzebub tidak mampu melahap semuanya.
" Duuuaaaaarr !!!
Eran terlempar puluhan meter kebelakang " Hoekk !" Etan menyemburkan seteguk darah.
Etan bangun dengan terhuyung - huyung, sambil menyeka darahnya, tubuhnya bergetar hebat, rasa takut muncul dibenaknya.
Setelah sekian lama, Etan merasakan apa itu rasa takut, dia benar - benar merasa jika Pria sepuh tersebut bisa membunuhnya kapan saja.
Etan menatap pria sepuh tersebut dengan waspada, dia menggertakkan giginya, karena dia tidak bisa lari dari tempat tersebut.
Jika dia lari bgaimana nasib ke enam istri dan para anak buahnya yang ada di pesawat.
Etan membulatkan tekadnya untuk bertarung mati - matian " Walaupun dia kuat !, aku tidak boleh menyerah sampai disini !, aku sudah berjanji dengan Tuan Gama Long jika harus menyelamatkan Klan Long !" gumam Etan dalam hati.
" Warp !" Etan muncul di samping Pria sepuh.
" Pukulan satu Hit !"
" Wuzzzz
" Duaaarrrrr !
Pergerakan Pria sepuh sangat cepat, Etan merasakan kehadiran Pria sepuh dibelakangnya " Sial !"
__ADS_1
" Buuuggg !
" Srrrrtttt
" Blaaaarrrr
Etan terlambat bergerak, dia di tendang dan terhempas seratus meter dari tempatnya,tapi untung dia menahannya dengan tangan kanannya.
Etan berdiri lagi dengan terhuyung - huyung, tangannya patah seperti ranting saja.
Etan mengambil pil penyembuhan dan langsung menelannya, pemulihan Etan sangat cepat karena System tahu jika Etan dalam kondisi darurat, System melebur Pil penyembuhan menggunakan poin kekuatan, di tambah Tubuh Absolutnya juga memberikan regenerasi.
Jadi Tangan Etan kembali Pulih seperti semula dengan cepat.
" Sial !, Sial !, Sial !, kenapa ini harus terjadi padaku !, aku hanya ingin melindungi keluaragaku dan orang yang tertindas saja !" Etan menitihkan air mata, sambil menerjang ke Pria sepuh tersebut.
" Bak
" Buk
" Bak
" Buk
" Duaaakk
" Duaaarrr !!!
Etan terhempas lagi, dia menyemburkan seteguk darah lagi, dia meminum Pil penyembuhan lagi.
" Walaupun aku harus mati disini !, tapi setidaknya aku akan berusaha melindungi orang - orang yang aku sayang !" Teriak Etan.
Energi Spiritual Etan Berfluktasi, Empat Elemen, Belzebub, Lubang Hitam dan Semua teknik Etan keluar dengan sendirinya.
Etan bertarunga menggunakan semua tekniknya secara bersamaan.
Pria sepuh tersebut hanya tersenyum sambil menghindar.
System berbunyi [ Peringatan !, Poin Kekuatan Habis !, Energi Spiritual tidak bisa ditukarkan dengan kekuatan lagi !]
Etan tidak peduli dengan pemberitahuan System, dia terus menyerang, tapi serangannya hanya sia - sia saja.
Karena entah kenapa Pria sepuh tersebut bisa menghindari semua serangan Etan.
.
.
.
__ADS_1