Sistem Over Power

Sistem Over Power
Tubuhku hanya untuk Tuan Clark !


__ADS_3

Etan terpukau saat memasuki gerbang, dia langsung disambut oleh pemandangan Kota yang sangat maju, orang - orang juga sangat ramai berlalu - lalang di hadapannya.


" Tuan Clark Ayo, kita harus segera mencari Hotel, sebelum malam menjelang " tegur Vivi lembut


Etan tersenyum dan mengangguk, karena dia belum tahu tempat tersebut, jadi dia menyerahkan pencarian pada Vivi, pasalnya Vivi mampu melacak apapun, dengan kemampuan Hacker nya.


Vivi membawa Etan ke Sun Hotel, Hotel tersebut sangat besar, bangunannya menjulang tinggi seakan menusuk langit.


Etan dan Vivi memasuki Hotel tersebut, mereka disambut ramah oleh petugas hotel.


Karena keindahan lekuk tubuh Vivi, dia menjadi target incaran pria hidung belang. Sebenarnya Etan melihat hal itu, tapi dia membiarkan saja, selama mereka tidak menyerang, Etan tidak perlu meladeni mereka.


Dua orang pria saling berbisik saat berpapasan dengan Vivi dan Etan saat mereka akan di antar ke kamar pesanannya.


Etan mendengar apa yang mereka katakan, walau keduanya saling berbisik, karena kekuatan Etan sudah melampaui Ranah Dewa, jadi otomatis pendengarannya sangat tajam.


Etan hanya tersenyum saat mendengar bisikan mereka, dia tidak khawatir sama sekali, pasalnya Walau mereka menyerang Vivi dengan puluhan orang juga, Vivi tidak akan bisa ditaklukan oleh mereka.


Petugas Hotel mengantar Vivi dan Etan di kamar Suite " Tuan, Nyonya, ini kamar kalian, jika butuh sesuatu silahkan hubungi kami "


Vivi menggesek kunci Kamar, Pintu otomatis terbuka, Etan yang melihat itu tersenyum, pasalnya Hotel tersebut sangat Modern.


Etan melangkah masuk, tapi sebelum dia masuk, Etan pura - pura merogoh sakunya, dia memberikan Tips pada petugas Hotel lima lembar uang seratus dolar Varmos ke sakunya " Terimakasih..." ucap Etan sambil tersenyum.


Petugas melirik tips yang diberikan Etan, dia sangat terkejut karena Etan memberikan tips begitu banyak, petugas Hotel langsung membungkuk Hormat " Terimakasih Tuan, Saya June sail siap melayani anda jika anda perlu sesuatu !" ucap petugas Hotel Mantap.


Etan hanya mengangguk lirih, kemudian dia memasuki kamar Suite nya, Pintupun Otomatis tertutup.


Saat June melihat pintu tertutup, dia merogoh sakunya dan menghitung berapa uang yang diberikan Etan " Astaga... Lima ratus dolar !,sungguh orang yang sangat murah hati !" ucap June senang sambil berlalu pergi meninggalkan kamar tersebut.


Faktanya, walaupun Provinsi Varmos terlihat makmur, tapi di balik itu semua, para pekerja rendah seperti petugas hotel, dan karyawan lainnya, mereka hanya menerima gaji 900 dolar Varmos perbulan, paling tinggi merrka bisa mendapatkan 1000 dolar Varmos.


Bukan sebuah hal aneh di provinsi Varmos, karena orang yang yang memiliki kedudukan tinggi lebih dihargai daripada orang yang kedudukannya rendah.


Etan berbaring diranjangnya, Vivi dengan sigap melepas sepatu Etan " Tuan Clark, anda tidak mandi lebih dulu ?" tanya Vivi sopan.

__ADS_1


Etan menghela napas " Bentar lagi Vi, aku mau istirahat terlebih dahulu " jawab Etan santai.


Vivi mengangguk mengerti, dia tidak bertanya satu patah katappun pada Etan setelah Etan bilang ingin istirahat.


Lama - kelamaan kantuk mulai menyerang Etan, dia akhirnya tertidur dengan pulas diranjangnya.


Vivi yang melihat itu tersenyum, dia menyelimuti Etan, kemudian dia keluar dari kamar untuk menemui seseorang yang dia kenal.


Vivi pergi ke sebuah kafe di depan Hotel, karena dia janjian dengan kenalannya di kafe tersebut.


Saat Vivi baru duduk di kursi kafe, segerimbilan Pria menghampirinya, dua orang pria yang ada du gerombolan adalah pria yang saling berbisik ketika berada di Hotel.


" Hei Manis !, Sendirian aja nih, kami temenin boleh ?"


" Benar, gak baik Wanita cantik sepertimu sendirian disini, lebih baik main dengan kami pasti kamu akan puas !"


" Hahaha... Iya Manis, Ayo ikut kami !"


Saat seorang pria memegang bahu Vivi, tangan pria tersebut langsung di plintir oleh Vivi.


" Kraaallaaaakk !!" Tangan pria tersebut langsung patah.


Pria yang lain terkejut, pasalnya hanya dengan sebuah plintiran tangan temannya bisa langsung patah.


Vivi berdiri dan menatap mereka dengan tajam " Tubuhku Hanya Milik Tuan Clark, berani menyentuhku maka kalian akan Mati !" ucap Vivi ketus.


" Halah... Hanya Wanita saja kamu sok Kuat !"


Pria tersebut maju, dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh dagu Vivi, tapi Vivi langsung mencekal tangannya dan memelintir tangan pria tersebut juga hingga tubuhnya ikut berputar.


" Kraallaaak !"


" Bruuugggg !!" Tubuh pria tersebut menghantam darah, dia memuntahkan seteguk darah.


Pria yang memiliki kekuatan Ranah setengah Dewa maju " Minggir !, biar aku yang memberi pelajaran padanya !"

__ADS_1


Pria tersebut dengan bangganya maju kedepan, dia pikir jika Vivi lebih lemah darinya, dia menyeringai " Kalau kamu tidak mau diajak baik - baik, aku akan mengajakmu secara paksa dan menggenjotmu tujuh hari tujuh malam !" ucap pria tersebut penuh napsu.


Wajah Vivi menggelap, karena bagi dia, hanya Etan yang boleh memiliki pikiran kotor untuknya, karena Jiwa dan raganya hanya milik Etan seorang.


" Slaaappp !" Vivi menghilang dsri tempatnya. Dia tiba - tiba muncul dihadapan pria tersebut dan menendangnya dengan sekuat tenaga.


" Bugggg !!!"


" Wuzzzzzz !"


" Ting !" Pria tersebut menghilang di langit.


' glek 'Para Pria yang tersisa menelan ludah saat menyaksikan kekuatan Vivi, pasalnya irang paling kuat diantara mereka saja kalah, apa lagi mereka yang hanya remahan rengginang.


White Troops yang sedang berpattoli menghampiri Vivi, mereka bertanya saat melihat dua pria tergeletak " ada apa ini ?!" tanya salah satu White troops.


Para Pria langsung tersenyum licik, mereka pura - pura menjadi yang paling tersakiti " Tuan, tolong kami, Wanita ini gila, dia menghajar teman - teman kami sampai seperti itu !"


" Benar Tuan, tolong kami, oadahal tidak ada yang berani bertindak kejam di Varmos, tapi Wanita ini sangat menakutkan !"


" Iya Tuan tolong kami !"


Pria yang tersisa merengek layaknya seorang anak kecil yang mengadu ke bapaknya, mereka benar - benar tidak tahu malu sama sekali.


Saat salah satu White troops akan menanyai Vivi, seorang Wanita menegur " jangan percaya dengan mereka, merekalah ang terlebih dahulu mengganggu temanku !, aku punya buktinya " Wanita tersebut menunjukan ponselnya.


White troops yang melihat wanita itu terkejut " Nona Catherin, salam !" para White troops membungkuk hormat.


" Tangkap pria - pria cabul ini !, bila perlu eksekusi mereka !" ucap Catherin dingin.


" Baik Nona !" para White troops langsung menangkap para pria tersebut.


Para Pria ketakutan, mereka tahu jika nyawa mereka pasti tidak akan di ampuni oleh White troops, mereka berpikir lebih baik di tendang Vivi dan menghilang dari tempat tersebut, jadi tidak akan tertangkap seperti itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2